Wednesday, December 21, 2011

2:24 AM - No comments

Ketika Panik Menghantui Wanita

Ketika atasan meminta Anda menyusun proposal untuk ditawarkan kepada klien penting. Sering kali Anda panik karena hanya punya waktu sehari untuk menyiapkannya. Dan, Anda sendiri yang harus mempresentasikan proposal itu besok pagi di depan sejumlah klien penting. Apa yang terjadi pada Anda, dialami juga oleh banyak wanita bekerja lain. Baru-baru ini, www.anxietypanic .com, salah satu situs penyedia informasi seputar gangguan kecemasan, menyebutkan, tiga dari empat penderita gangguan panik adalah wanita. Menurut Sylvina Savitri, konsultan senior Experd, dibanding pria, wanita memang lebih sering terserang panik. Panik sebenarnya adalah kondisi alami pada setiap orang. Panik dalam kadar ringan yang datang hanya sesekali, adalah hal biasa. Tapi, jika cemas atau panik datang berulang dalam kadar tinggi, sehingga aktivitas kerja Anda terganggu, sebaiknya Anda waspada. Pasalnya, ada kemungkinan, panik Anda sudah menjadi gangguan klinis. Kalau hal itu yang terjadi, Anda bisa mengalami gangguan fisik. Antara lain, mual, tubuh gemetar, pusing, diare, serta konsentrasi dan daya penglihatan menurun. Gangguan panik yang parah bisa berujung pada agoraphobia (fobia berada di tengah banyak orang). Penderita agoraphobia sering takut tanpa alasan jelas, bila dirinya berada di tempat terbuka atau harus keluar dari rumah. Seseorang mengalami kepanikan karena dirinya mempersepsikan sesuatu secara berlebihan. Persepsi berlebihan itu bisa muncul akibat trauma kegagalan di masa lalu. Kepribadian seseorang juga turut menentukan muncul atau tidaknya rasa panik. Mereka yang senang berimajinasi berlebihan, berkepribadian perfeksionis atau berpendirian kaku, biasanya lebih rentan terserang panik. Demikian pula mereka yang selalu ingin memegang kontrol terhadap segala sesuatu. Selain itu, faktor-faktor fisik seperti genetis dan kesehatan fisik ikut berperan. Mereka yang punya riwayat depresi atau panic disorder dalam keluarga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami serangan panik. Pada mereka ini, serangan panik bisa muncul tiba-tiba, sekalipun ketika kondisi fisik baru sedikit menurun. Jangan sampai rasa panik menguasai diri Anda, sehingga mengganggu aktivitas, kinerja dan hubungan dengan rekan kerja. (f)

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar