Tuesday, December 27, 2011

5:45 AM - No comments

Yang Kau Sebut Dengan Keyakinan

Sedikit kaget, ketika aku telah melewati perkembangan kehidupannya selama beberapa bulan. Aku memang terlalu sibuk di hari kerja. Terlalu lelah di akhir pekan. Sehingga, aku sungguh- sungguh tak menyadari, bahwa sudah banyak hal terjadi padanya. Aku memang lama tak pernah menanyakan hidupnya lagi. Makanya, kurelakan Sabtu siangku yang kemarin itu untuk mendengar ratapannya. Dalam isakannya, yang kurasa, dia berusaha menahannya sekuat tenaga di hadapanku. Dan aku yang setengah sadar, setengah mengantuk harus menormalkan kondisi siang itu.

Aku tak banyak berkomentar. Mungkin akibat mengantuk. Mungkin akibat aku terlalu terkejut mendengar kisahnya ini. Tapi. Yang aku ingat, aku menyampaikan hal ini kepadanya.

“Siapa sih ia? Orang asing yang baru saja kita kenal. Yang baru hari kemarin, membuat kita melayang- layang. Mengangkasa. Hari-hari indah seriang mentari di pagi yang ceria. Dan serasa kita harus melakukan keputusan penting untuk hidupnya. Menyatukannya bersama hidup kita. Secepatnya. Tanpa mempedulikan, siapa dan apa yang telah menjadikan kita serupa sekarang? Siapa ia? Ia tak akan pernah menyaingi apa yang sudah mendarah dalam diri kita. Ia tak akan mampu mengalahkan jatuh bangun, tenaga, duka tawa orang tua kita dalam berjuang membesarkan kita. Ia hanya selingan. Orang tua kita adalah abadi. Kasih sayang orang tua tak pernah mati. Benarkah kita harus mengorbankan orang-orang berharga yang begitu tulusnya mencintai kita sejak masih bayi, dengan rasa picisan bernama cinta? Ke-ego- an sesaat, kesenangan yang sifatnya singkat ini…? Tak akan sebanding dengan penyesalan yang akan kita dapat nanti. Perbedaan sangat beresiko ini takkan bisa ditoleransi oleh orang tua kita. Bahkan hingga mereka meninggalkan kita di dunia. Aku tak akan membawa- bawa nama Tuhan, karena pastinya Tuhan takkan tinggal diam. Aku pun merasa tak pantas untuk menyalahkan. Tapi. Aku pikir kau sudah dewasa. Tentu kau pasti mengerti. Apa itu konsekuensi dari salah ataupun benar.."

Kututup siang itu, yang juga bersamanya, dengan lelap beserta nyenyaknya dibuai peraduan dan rintikan hujan. Be tough gurl, ya L. Coz I ♥ you swity.. Trust! We can make everythings gonna be better! :)

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar