Wednesday, January 25, 2012

Tersesat Dalam Kata

“ Untuk Blog Contest Mizan.com ”
Dear Mbak Dee..
Katakan saya naif, ketika menjawab bahwa saya tidak butuh hadiah untuk lomba menulis surat di blog ini. Memang. Akan saya akui dengan lantang! Saya tidak butuh hadiah. Karena novel tersebut sudah saya miliki dan saya bantai habis-habisan. Yang menjadi motivasi utama bagi saya. Ini merupakan kesempatan emas untuk curhat habis-habisan tentang novelis yang saya kagumi beberapa tahun belakangan. Kapan lagi bisa menumpahkan segala "cacian, makian, sumpah serapah" bernada penuh pemujaan terhadap penulis yang telah mengacak-ngacak cara berpikir saya? Ah..karya Mbak Dee terlalu mengganggu untuk tidak saya abaikan. Saya ketagihan untuk mencernanya!

Saya hanyalah gadis kecil polos ketika tahun 90-an grup RSD (Rida Sita Dewi) melejit. Pikiran saya hanya sebatas lugu anak SD. Dan memang masih SD. Saya terlalu dini untuk mengerti lagu-lagu orang dewasa. Ketika remaja pun, saya masihlah ragu untuk membaca Supernova. Keyakinan saya tetap berpegang teguh bahwa J.K. Rowling lah penulis perempuan paling jenius di dunia.

Belasan tahun kemudian dalam kunjungan saya ke Jakarta. Telinga tanpa sengaja diperdengarkan lagu Malaikat Juga Tahu. Ahayy..saya merasa itu lagu paling menyentuh yang pernah saya dengar. Saya cari info sana sini. Lagu tersebut hanyalah satu dari sekian lagu dalam album Rectoverso! Ternyata sang penyanyi juga menulis cerpen untuk beberapa lagu dalam albumnya tersebut. Saya pun mendengarkan fiksinya. Jiwa saya terlonjak! Cerpen Malaikat Juga Tahu rupanya tak seperti dalam bayangan saya! Posisi J.K. Rowling pun bergeser saat itu juga.

Safari penasaran ini pun berlanjut pada laju sepotong Perahu Kertas yang berlayar di planet Neptunus. Lagi-lagi kepala saya bergolak! Ternyata sosok Kugy yang Mbak Dee tulis' memiliki banyak kesamaan dengan saya. Bahkan sekelumit kalimat yang diucapkan kedua tokoh utama tersebut. "Jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.." (Keenan) "...Satu saat nanti, kita jadi diri sendiri." (Kugy)

Saya tergugu kala itu. Saya membacanya dalam waktu semalam, dan keesokannya saya langsung menulis! 

Fakta tentang Madre pun bergulir. Menulis blog, kegiatan yang paling setia dilakukan oleh sang tokoh utama. Menganggapnya sebagai terapi. Rutinitas sama yang juga saya anut. Hingga filosofi kopi, tentang pencarian kopi terenak yang dianalogikan dengan kehidupan maha sempurna. Saya lagi-lagi berdecak. Tersedak serasa meminum puluhan cangkir dalam semalam!

Dear Mbak Dee.. 
Saya tak tahu, akan dikemanakan lagi wahana menakjubkan yang akan Mbak Dee bawa buat kami nanti. Saya tak peduli dengan sebutan best seller, best author, best ini-itu, award sana-sini terkait eksistensi Mbak Dee sebagai penulis. Yang hanya bisa saya pahami untuk saat ini. Betapa pengaruh kata-kata yang kadang terdengar remeh..tapi bisa mengubah cara pandang orang lain. Bahkan mungkin hidup orang lain. Terima kasih telah menyesatkan saya dengan kata-kata! Terima kasih.

Dari : DINA ULVIA
Untuk: Mizan.com

3 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar