Saturday, February 4, 2012

#10 curhatsession: Tentang Hari Ketujuh

Perasaan yang campur aduk. Begitu mudahnya membumi..Begitu gampangnya melangit. Pagi, pada satu hari sebelumnya. Melihat rupa-rupa lukisan alam yang luar biasa. Tak henti-hentinya hati berdecak bahagia.

Sebenarnya, saya bukanlah perempuan penakut. Sekali lagi. Saya selalu berusaha merasionalkan apa yang perlu ditakutkan. Dan apa yang tidak penting untuk saya takutkan. Ini sudah cukup mendarah dalam diri saya. Saya pun percaya, bahwa tidak hanya makhluk bernama "manusia" yang bernyawa di dunia ini. Maka dari itu. Saya percaya: mereka ada.

Namun, ketika keresahan ini berujung dengan nyawa. Keberlangsungan hidup saya atau -kami. Suasana mencekam ini mampu mempengaruhi pertahanan saya juga. Saya tidak dapat menyebut bahwa saya tidak takut lagi. Sayang sekali kali ini, saya bukanlah wanita pemberani.

Saya atau -kami, mungkin mengakui. Kami memang hanyalah manusia muda yang belum matang dalam mengendalikan keinginan, harapan, emosi dan semacamnya untuk diwujudkan di tempat asing ini. Kami kurang menjaga sikap terhadap siapa atau apa yang lebih berkuasa di tempat asing ini.

Tak apalah, saya anggap ini adalah pembelajaran yang berharga bagi kami agar lebih berhati-hati. Dan satu hari setelahnya. Saya ingin sekali menertawakan diri saya. Betapa rapuhnya saya jika menghadapi hal-hal remeh lainnya.

Tapi saya belum sempat menangis.
Tuhan.. Lindungi saya.. Beri kami kesempatan.

Tulisan Setahun Lalu

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar