Wednesday, April 11, 2012

Hidup Dengan Sirine

Adakah yang pernah kau bayangkan tentang bunyi-bunyian yang ditunggu itu? Suara yang sebenarnya tak ingin kau dengar. Ketika terdengar, yang sama saja suara tersebut adalah perintah untukmu. Insting alamiahmu sebagai manusia untuk bertahan menjadi acuan.

Suara mencekam yang sangat kau hafal, tapi sama sekali tak diinginkan untuk bergetar di udara. Melengking. Memekakkan telingamu. Mendengingkan getaran lain yang berguncang, entah darimu, atau tempat yang selama ini kau pijaki.

Karena itu..menandakan hidupmu mengabur untuk esok, dan esoknya lagi.

Tapi. Kau seolah-olah tak punya pilihan lain. Kau tetap harus menunggu suara-suara itu pecah di antara langit. Entah fajar, atau pada kala senja.

Kau hanya punya satu pilihan. Menunggu.

Source: detik.com

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar