Wednesday, April 25, 2012

Oranje!

Melangkahkan kaki ke tempat itu. Sesuai saran ayah saya. Sedikit janggal ketika saya menarik pintu tempat itu. Memasukinya. Memandang orang-orang yang mungkin memiliki kepentingan berbeda ke tempat ini. Tapi. Ya pastilah bisa ditebak. Kalo nggak ”ini”. Ya ”itu” mungkin.

Menyusuri loket yang tepat untuk saya. Lalu mengantri. Walaupun masih bertanya-tanya di dalam hati : ”Bener nggak yah? Antriannya yang sebelah sini?” ”Trus ntar kalo ditanya petugasnya. Gimana ya?” Deg-degan. Padahal orang di sekeliling saya nyantai-nyantai aja tuh! Hahaha.. Saya ketawa dalam hati. Sambil tetap dalam posisi mengamati orang-orang di tempat ini.

Di zaman yang serba digital ini. Di zaman yang serba ditentukan, hanya dengan tekanan jari. Sentuhan jari. Dan saya masih berdiri di tempat ini. Mengantri. Lucu tidak ya? Ah, tidak lah.. Wajar aja kok.

Malah ada anak kecil yang masih berseragam SD juga ikut mengantri dengan lugunya. Wuuh...jadi teringat kata-katanya Doraemon tentang secanggih apapun dunia ini, masihlah tetap kita harus memfungsikan tubuh dan tenaga kita sebagai manusia. Nggak. Tenang. Saya nggak akan ngomong teori di sini. Petugas itu berpesan : ”Minimal 3 hari. Maksimal 5 hari, Mbak. Biayanya Rp.6000.”

Okelah. Saya secepatnya menyelesaikan urusan ini. Dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Karena terlalu siang. Kesempatan mendapat pelayanan express tidak bisa didapatkan. Ya. Nope lah..

Saya segera menghubungi seseorang. Mengabarkannya. Lalu cepat-cepat pergi. Meninggalkan tempat itu.

#PS : Eh, orang pertama yang saya tag note ini. Segera konfirm ya. Tau nggak? Tadi pas saya ambil surat ijin penelitianmu. Si Bapak bilang, kalau yang ngambil lebih cantik daripada orang yang di foto KTM. Hahahaha... Beneran deh... Saya nggak lagi bikin kebohongan publik lohh.. Ini pengakuan yang paling jujur yang pernah saya dengar hari ini! :p

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar