Friday, April 27, 2012

Morning After The Love Has Gone

Kita akan kembali bersua pada satu gelombang suara. Basa-basi awal yang wajar dipertanyakan.

“Apa kabar?”

Semestinya semua orang akan menjawabnya dengan ”baik” .

Sedangkan, apakah kita sama dengan semua orang itu? Kita tak ingin mendustai diri sendiri dengan jawaban yang sama itu.

Lalu. Kita akan membicarakan berapa banyak kejadian yang telah terlewat. Apa saja yang telah kita lakukan dalam waktu dan kondisi berbeda. Kita akan mengangguk. Berbasa-basi. Masihlah suasananya sama. Mengingat kembali kesalahan- kesalahan yang hanya kita sendiri yang menyadarinya.

Aku tetap selalu tahu, awal kesalahanmu di akhir itu. Dan kita akan menerimanya, kembali memakluminya. Kini aku bukanlah sosok manis itu. Kau mengatakan aku memanglah seorang pemberani. Tapi tak usahlah kau sebut nama Tuhanku untuk kesekian. Kita lagi-lagi tergelak. Kesulitan berbahasa selalu menjadi kesalahpahaman yang sama ketika kita berkomunikasi dengan orang banyak.

Aku juga mengerti. Aku tak sedang terbang saat ini. Aku berdiri di bumi sama, seperti yang kau pijaki. Mungkin kau akan memberi saran. Kita akan berusaha mencari jejak-jejak dan pertanda itu lagi.

Judulnya diambil dari lagu dengan judul yang sama. Penyanyi aslinya adalah Brian Mcknight. Akan tetapi awal saya mengetahui lagu ini pada saat dinyanyikan band Indie Indonesia, yaitu Kilas Balik Band.

Catatan Setahun Lalu. 270411

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar