Saturday, April 7, 2012

The Raid. Serbuan Maut The Movie.

Lanjutan postingan sebelumnya... Iko Uwais You Roooockk!

6. Adegan hening tapi tetep bikin dagdigdug. Pas saat penyerbuan, tim pasukan ini ketemu abg yang disuruh tenang nggak berisik sama Kapten Jaka. Naah, detik-detik itu dan setelahnya lumayan keren. Si abg dieeeem lama, eh abis itu dia kabor tereak "Polisi". Dan dengan begonya, Letnan Wahyu nembak tu abg. Langsung Kapten Jaka berang sambil nyumpahin. Nah, pada saat nembak abg itu dengan teknik slowmotion, ada temennya yang mergokin liat. Waoow! Ekspresi abg ngeliat temennya ditembak itu juga luar biasa. Nanar, takut dan kagetnya pas!

7. Aku emang suka kalo adegan nembak trus di slow motion gitu. Ada juga adegan laen, tapi kali ini Kapten Jaka yang nembak. Itu yang tampilan kembang api keluar dari pistol (pokoknya laras panjang, nggak tau nama senjatanya apa) bener-bener jelas lah. Lambatnya bikin deg-degan. Etapi itu sebenarnya jebakan, karena di ruangan gelap, makanya penjahatnya perlu pencahayaan buat memperkirakan posisi pasukan Kapten Jaka tersebut. Begitu nembak, langsung para penembak jitunya memborbardir Kapten Jaka Cs dengan tembakan. Dan itu menimbulkan banyak korban dari pihak Kapten Jaka Cs.

8. Ide cerdas Rama (Iko Uwais), ngeledakin tabung gas besar Elpiji pas mereka kejebak di satu kamar. Sedangkan para penjahat di luar menembaki mereka terus-terusan. Tabung gas Elpijinya dimasukin ke kulkas, trus dikomandoin buat didorong ke arah pintu tempat para penjahat. Jadi para penjahat nembak, tabungnya meledak. Bagus!

9. Lagi-lagi cuman jebakan buat ngelumpuhin pasukan Kapten Jaka. Ada salah satu anggota yang bertugas untuk berjaga di luar tertembak. Lalu anggota yang posisinya di dalam sedang menyandera seorang penjahat, melongo dari jendela untuk melihat temannya. Di saat itu juga, matanya tertembak, langsung mati seketika. Sedangkan teman lainnya lengah, karena ingin membantu teman yang tertembak matanya tadi. Padahal penjahat yang disandera tadi, sudah berhasil melepaskan tali yang mengikatnya dan langsung menggorok leher anggota yang masih hidup dengan pisau. Tau nggak nyembunyiin pisaunya di mana? Di bawah meja, nempelinnya pake selotip loh..

10. Waktu Rama dan seorang temennya yang terluka bersembunyi di balik dinding kayu. Sang eksekutor menusuk dinding kayu tersebut dengan golok. Ini mirip tayangan tukang sulap yang nusuk-nusukin pedang ke perempuan yang ada di kotak ituloh. Naaah, yang bikin nahan napas, ternyata goloknya itu nyerempet pipi Rama. Berdaraaah cooyy. Dan dengan hati-hati, Rama menghapus darah di golok itu dengan jari tangannya. Untung nggak ketauan! Selain berpostur tubuh sangar dan berkulit hitam, eksekutor goloknya ini juga punya dialek aneh. Paling suka pas dia ngancem salah satu penghuni apartemen itu dengan kata-kata kasar. Dia ngucapin kata "menggila" dengan logat yang lucu. :)

11. Perkelahian Rama dengan eksekutor golok ini juga mendebarkan. Soalnya si eksekutor agak kenegroan ini nggak mati-mati. Malah sebelumnya Rama dengan tangan kosong, dikeroyok 5 orang dengan senjata golok. Ada salah satu dari mereka yang terbunuh dengan cara mengenaskan. Dan sang eksekutor golok-lah yang terakhir mati dengan cara terjun ke bawah bersama Rama dari jendela. Kalo menurutku sih, Rama nggak perlu ikut terjun ke bawah. Cukup ngejorokin si negro itu jatuh dari jendela, toh tetep si negro tewas. Karena akibatnya Rama malah makin melemah kekuatannya. *caelah, namanya juga pilem..terserah sutradaranya lah! Hehehehe.

12. Perkelahian Kapten Jaka dengan Mat Dog yang bikin kesel. Soalnya Kapten Jaka-nya mati dibikin keok sama Mat Dog. Aku kan lagi ngefans sama Joe Taslim, hehehe *pemeran Kapten Jaka yang pliiiisss wajahnya itu mirip banget sama VJ Daniel Mananta. Targetnya itu Kapten Jaka dipukulin sampe budeg, jadi sound effect filmnya di-mute. Trus gara-gara nggak denger itu, makin dihajarlah Kapten Jaka sampe tewas! :(

13. Adegan pertarungan terlama dua lawan satu di ruangan tertutup antara Rama dan Andi, kakak Rama yang juga tangan kanan Ray Sahetapy yang diperankan oleh Donny Alamsyah melawan Mad Dog alias anjing gila yang diperankan oleh Yayan Ruhian seorang atlet Pencak Silat sekaligus koreografer dari film ini.Dan mungkin inilah suguhan pamungkas dari film ini. Waaaaaah! Gileeeh beneeeerrrr! Koreografinya, gerakan bela dirinya baik menyerang, bertahan (Dah! Aku mirip guru bela diri aja nih! :p) sadis, brutal, berdarah-darah tapi tetep indaaah. Yang bikin aku ngerasa kayaknya ini nggak pake stuntman deeeeeh! Iyaaaa..mampus semampusnya pokoknya broooooooo! Aku sampe mangap, ternganga, untung nggak pake ngeces. Karena aku sambil minum teh botol, hehehe. Aseli liat film ini bikin nggak napsu ngemil, padahal Mba Endang rela nyetokin cemilan loh.. Tapi snacknya nggak habis gara-gara kerepotan syok sama adegan-adegan film yang dateng bertubi-tubi tanpa ampun.

14. Minimnya dialog, karena emang segaja lebih diintenskan baku hantamnya. Dan sedikit sekali aku nemuin dialog yang bikin "sessuatuh-nya Syahrini" *yajelassslah..emangnya nih film ngebahas Man Jadda Wajada?? Hehehe. Tapi ada sih pas di akhir film, Andi sempet ngomong gini ke Rama: "Mungkin di dalam sini, aku (ato pake "gue" ya? Lupa denk!!) bisa menolong kamu untuk keluar. Tapi jika aku di luar, apa bisa kamu membebaskan aku?" Tanggepan Rama ngajakin Andi supaya keluar dari jaringan narkoba itu. Tapi dibantah keras oleh Andi. Berdalih dengan alasan yang sama dengan Rama tentang kecocokannya berseragam polisi, Andi merasa cocok dengan pekerjaan yang digelutinya sekarang.

So, terakhirannya nih yaaa.. Film ini nggak pantes buat diresensi-in, cucoknya ditonton! Yuk! Happy Watching dehh yaaaa.. :D

4 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar