Wednesday, May 2, 2012

Dua Digit

Awal bulan. Pagi setelah sehari gajian selalu memberikan mood yang cerah untuk saya. Bersemangat menjemput hari. Berangkat tanpa merasa perlu dikejar-kejar hantu. Tergesa-gesa. Yang pada sebenarnya saya sudah tahu, saya tidak akan terlambat. Jam log kantor tak akan menghukum saya. Ohh, begitu ya?

Selepas duduk dengan santai, dan menyalakan komputer, saya teguk susu kedelai tawar sebagai permulaan sambil mensugesti diri. "Ini akan menjadi hari yang nyaman, Dina." Saya aminkan bersamaan dengan cairan yang mengandung isoflavon itu melewati kerongkongan. Enak. Saya selalu suka walau rasanya jauh dari kata manis.

Semalam sepupu saya menginap di rumah. Beberapa waktu kami tak bertemu. Ia dengan penuh semangat menceritakan kegiatannya. Kepulangannya pada wiken barusan (yang ia bilang, ia merasakan kepulangannya begitu berkualitas karena tidak harus terbebani dengan laporan-laporan tugas seperti sebelumnya, sehingga bisa bermain dengan sang keponakan sepuasnya. Ah, iya saya pun kangen sekali dengan makhluk menggemaskan itu. Namanya Bintang. Sepupu saya sempat mengirimkan fotonya via watsap. Beeuh, bahkan cerita dalam tanda "buka/tutup kurung" begini harus segitu panjangnya :D)

Sepupu saya juga bercerita tentang usaha kecil-kecilannya bersama teman-teman kosnya yaitu menjual jelly, dan sambil saya sibuk membuat mie untuk makan malam (yup! Entah kenapa ingin sekali makan mie sebagai santapan malam dicampur wortel dan irisan paprika hijau waktu itu), ia juga bercerita tentang film yang baru-baru ini rilis. Film arahan Joko Anwar. Hfft..bahkan sebelum sepupu saya menjelaskan, seakan-akan saya sudah bisa membaca endingnya seperti apa. Lalu, masihkah ada keinginan untuk menontonnya?

Seharian ini di antara instruksi pembuatan potensi Daerah Istimewa Yogyakarta, export poster saya ke dalam bentuk JPEG, serta penulisan arti terjemahan dan (tambahan lagi) pengecekan hasil terjemahan kamus dari salah seorang sahabat. Saya terlibat dalam dialog dan kejadian dalam beberapa tempat bersama beberapa orang. Apa yang sedang "meracuni" saya kali ini? Ah, tak pantas jika saya sebutkan. :)

Sebelum lembur sore tadi, Pak Bos sempat menanyakan usia saya. Jawaban dua digit angka saya sebutkan kepada beliau. Sedikit heran atas jawaban saya. Beliau mengira saya masih 19 atau 20 taun. *ahh, wajah saya terlalu menipu rupanya. Hahahaha. Maaf. :p

Alarm ingatan saya berdering di hari ini. Tepat setahun lalu. Seseorang bernama Osama Bin Laden meninggal. Tepatnya dibunuh. Dan di saat itu juga saya menulis, tapi bukan tentangnya. Melainkan apa yang akan dia tinggalkan setelah kematiannya. Klise sih. Semuanya pun akan terjadi pada manusia-manusia sebelum Osama, maupun..manusia-manusia setelah Osama.

Tenang saja. Setelah ini, akan saya repost. :)

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar