Saturday, May 5, 2012

Nu Kumiiin..

Kata apa yang paling tepat untuk diungkapkan ketika apa yang selama ini kau kerjakan mendapat sambutan positif bagi orang? Lega? Puas? Bangga? Ahh..mungkin tidak cukup. Pada detik itu juga kau merasa berharga. Ya! Bisa memberi manfaat kepada orang lain. Sekalipun itu hanya dalam skala kecil.

Apa yang saya hasilkan kemarin telah memberikan luapan rasa nyaman. Saya tidak berkecil hati lagi. Mengurangi kekerdilan kepercayaan terhadap diri sendiri. Hanya ada sedikit koreksi saja. Itu pun tidak fatal. Tak banyak. Yang biasanya selalu membuat saya panik setengah mati.

Begini ya rupanya? Gemuruh ini benar-benar menyenangkan. Mungkin saya akan ketagihan, Tuhan. ^_^

Kemarin, saya disadarkan pula tentang sesuatu. Ketika seorang Mince mengirimkan pesan kepada saya. Bahwa ia ingin menyibukkan diri selain kegiatan hariannya sebagai karyawan. Ia meminta pendapat saya. Saya berpikir sebentar. Lalu mengetikkan balasan untuknya yang mengatakan begini. Intinya sih, saya juga tidak bisa memberikan saran, tentang kegiatan macam apa yang mesti ia lakukan selain bekerja. Saya pun memiliki keinginan yang sama dengannya. Ingin punya kesibukan lain yang bisa mengalihkan kejenuhan bekerja. Tapi bagaimana? Itu tidak memungkinkan. Terkendala waktu. Yang kadang pun saya mesti lembur hingga malam. Lalu saya singgung tentang kursus yang diadakan Radio SAS FM minggu ini. Saya bersedia ikut karena kursus ini berlangsung pada akhir pekan. Waktu luangnya lumayanlah.. Jauh-jauh hari sudah saya rencanakan untuk tidak kemana-mana hari Minggu ini. Padahal, ada teman yang menawari saya juga untuk bepergian. Tapi saya tolak. Syukurlah. Mince juga berminat, kemarin ia mendaftar ke sana. Dan sedikit dibumbui bakal alamiahnya, nyasar, hingga melakukan thawaf di jalan A.Yani sebanyak 3 kali. Hahaha. Sori, Min..ke-ekspose nih! :D

Kembali lagi ke pesan Mince. Saya mencoba menempatkan diri saya sebagai dirinya. Berjuang di kota ini. Sendirian. Mengumpulkan dolar demi dolar untuk kemandiriannya. Iya sih.. Sebelumnya Mince sudah mendendangkan lagu "Hidup Anak Kos" di Semarang ketika kuliah selama beberapa taun. Mungkin di sana ia sudah sangat bisa beradaptasi. Sedangkan di sini, walau ada keluarganya yang juga berdomisili di Surabaya. Ya, tapi kan tidak memungkinkan juga untuk menjagai atau mengawasi Mince selama 24 jam? Dan minggu ini ia sudah resmi menjadi anak kosan. Hehehe. Pindah dari rumah keluarganya yang entah siapanya.

Ya sekedar berandai-andai menjadi Mince. Yang terkadang masih butuh bantuan agar tidak tersesat di jalan misalnya. Hehehehe.

Siangnya, sahabat saya berkunjung ke kantor saya! Ahayy..senang sekali! Ya, ia sedang mengurus nota pembayaran atas hasil kerja terjemahannya kemarin. Saya memakai jasanya karena memang kemampuannya cukup bisa dipertanggungjawabkan, bukan karena alasan saya bersahabat sangat dekat dengannya. Dan ia memang berhasil membuktikannya.

Bahkan, saya malah yang kelabakan menghadapi hubungan-bisnis-tiba-tiba yang jarang saya lakukan bersamanya. Contohnya ya di siang itu. Saya jadi salting. Saya sangat kebingungan mesti bersikap seperti apa. Hohohoho.

Sahabat saya malah terlihat enjoy, bahkan pada saat ia berbincang cukup serius dengan Pak Bos saya. Ia memang selalu punya kepercayaan diri yang mengagumkan! Salutee! Perbincangan itu pun tak lama, sahabat saya segera undur diri lalu menyerahkan bon pembayaran kepada Bu Tutik.

Saya ajak dia turun, mentraktirnya minum sembari melanjutkan obrolan kami. Dan kali suasananya lebih santai daripada tadi. Hingga tiba pada satu pertanyaan yang saya ajukan kepadanya. Tentang pernikahannya yang kemarin saya dengar akan dilangsung dalam waktu dekat. Tapi ia sedikit tersiap, dan menjawabnya dengan lugas. Masih ada perbedaan pendapat rupanya, antara sang tunangan dengan keluarga sahabat saya. Terutama ibunya, yang menginginkannya mesti berkarir dulu, mandiri, memantapkan diri secara finansial. Ketika itu terpenuhi, barulah ia disarankan untuk menikah.

Wuhuhuhuu.. Nu kumiiin ;) 030512

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar