Friday, June 29, 2012

Seorang Al-Mukarrom Di 28 Juni

Sangat diakui, aku emang bukanlah jenis orang yang punya kefanatikan tinggi kepada Kyai maupun kepada pondok tempat aku pernah nyantri dulu. Jangan heran emang. Ato mau punya pandangan negatif buat aku, ya silahkan. Tapi untuk hari kemarin, bisa kan aku memenuhi "panggilan" untuknya? Penghormatan terakhir untuk beliau?

Selaku orang -yang entah dengan kadar banyak ato tidak, yang sekian tahun telah menanamkan nilai-nilai filosofi sebagai pegangan hidup. Maka, aku pun datang!

Ceritanya bermula pada saat aku hendak berangkat kantor jam setengah delapan. Serbuan pesan tiba-tiba muncul. Notif di watsap pun begitu. Aku sedikit kaget ketika pertama kali yang kubaca adalah kalimat "Innalillahi..." Karena, baru kemarin aku mengunjungi Kediri, menjenguk Omku yang terkena serangan strok ringan. Makanya, aku cukup shock sekali. Ternyata kabar duka tersebut bukan berasal dari Kediri, melainkan dari pondok tempat aku pernah belajar bertahun-tahun lalu. Seorang Al-Mukarrom..

Aku memang tak ingin bercerita bagaimana sesungguhnya sosok beliau di mataku. Karena pastilah banyak di luar sana, kakak-kakak almamaterku telah berkisah panjang lebar tentang riwayatnya. Aku pun dilema. Antara pergi ke sana, atau cukup mendoakannya dari sini. Apalagi dalam sebulan ini aku sudah banyak absen "mengantor". Pada saat pernikahan kakakku hingga tiga hari, dan lusa sebelum hari Kamis aku berkunjung ke Kediri mengunjungi Om yang dirawat di rumah sakit. Aku pun mengambil jalan untuk membicarakannya dengan Bos. Dan alhamdulillah. Beliau mengijinkanku sekali lagi untuk pulang lebih awal.

Tapi aku diberinya persyaratan supaya menyelesaikan tanggungan pekerjaanku berupa dua buah poster pada saat itu juga. Pontang pantinglah aku. Pusing untuk segera menggarapnya dalam waktu minim, karena harus mengejar keberangkatanku ke Prenduan. Belum lagi memikirkan bagaimana cara pergi ke sana.

Beberapa kawan di Surabaya sudah berkumpul dan sebelum Dhuhur mereka dijadwalkan berangkat. Sisa waktuku sangat tidak memungkinkan jika nekat harus mengejar mereka. 2 poster itu adalah tiket keberangkatanku. Maka, ku hubungi sahabatku, yang rupanya dia juga belum berangkat. Dia menyarankanku untuk langsung menyusulnya ke Bangkalan.

Sebenarnya kami berencana berangkat bersama-sama, ia pun masih di Surabaya, tapi karena dikhawatirkan aku masih lama gara-gara urusan pekerjaan. Dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke Bangkalan. Alhamdulillah, setelah berdiskusi dengan Bos dalam proses pembuatan tersebut, mengoreksinya dengan teliti, bolak-balik ngprint yang dibantu Mba Tri pula. Sembari sholat Duhur, makan, dan sesekali menunggu kabar dari sahabatku. 2 poster itu pun selesai. Aku tinggal telpon Indo untuk sparasi. Mba Tri malah membantuku menyusun rangkaian print out posterku. Jam 1 kurang, aku pulang ke rumah. Segera mandi, menyiapkan segala keperluan dan berangkatlah yang sebelumnya ijin ke Ayah, juga minta ijin ke Ibu via sms. Pada saat itu Ibuku masih di Kediri menunggui Om.

Setengah dua, aku memacu Revoku. Ternyata jalanan cukup macet, bahkan di Jalan Pahlawan menuju Suramadu sangatlah padat. Dan herannya sampai di Bangkalan tepat jam 3 Ashar, waktu yang kubutuhkan dengan jarak tempuh Surabaya-Bangkalan hanya satu setengah jam saja. Alhamdulillah. Aku selamat sampai di rumah sahabatku. Nyatanya pun dia baru saja sampai. Mungkin selisih 10 menitan. Maklum, dia naik bis dan melewati Perak bukan Suramadu.

Setelah siap, sejam kemudian kami berangkat naik bis yang cukup penuh. Sehingga aku dan sahabatku mendapat jatah berdiri. Kebetulan di sana bertemu dengan dua adik angkatan. Yang satunya kukenal, karena dia juga adik angkatanku di kampus. Mengobrol dengan mereka hingga aku iseng-iseng bertanya. "Di antara kami berdua (aku dan sahabatku), dulunya siapa yang paling galak?" Mereka berdua kompak menyebut sahabatku sebagai sosok senior tergalak di masa lalu. Hahahaha. Aku pun tertawa, sahabatku hanya geleng-geleng kepala dengan pertanyaan usilku dan jawaban spontan mereka. Aku tak bermaksud apa-apa sih, hanya ingin membuat suasana lebih nyaman di situasi repotnya kami berdiri. :)

Untunglah, sekitar daerah Burneh atau Tanah Merah ada beberapa penumpang yang memilih turun dan memberikan jatah kursinya kepada kami berdua. Kami pun lega. Setidaknya kami bisa sambil istirahat dalam perjalanan jauh ini. Tapi nampaknya aku tidak cukup lelap untuk tidur dengan keadaan bis yang melaju super kencang itu. Sahabatku malah nyenyak sekali. Aku pun iseng menon-aktifkan modus penerbangan yang kugunakan untuk menghemat batre hape. Ada notif watsap. Sahabatku yang di Mesir rupanya sudah menyiapkan acara Shalat Gaib di sana. Kebetulan dia kebagian menjadi seksi konsumsi. Beberapa foto dikirimkan kepadaku. Di sana sedang membuat bakso untuk acara tersebut. Seketika itu juga aku merasakan lapar. Hehehe.

Sampai di Pamekasan, aku dan sahabatku yang sudah terbangun membeli camilan dan minuman. Sebentar lagi kami sampai. Sekitar jam 7, kami mendaratkan kaki di depan Dedi (singkatan dari Darud Dhiyafah, sebutan Tempat Penerimaan Tamu di TMI Putri).

Sambil menanyakan posisi teman-teman yang lebih dulu sampai via sms, kami melangkahkan kaki ke selatan, menuju masjid, tempat TMI Putra. Kabarnya almarhum akan dikuburkan setengah delapan malam.

Sebelum sampai Masjid, kami sempat berpapasan dengan Nyai Anisah. Sayang sekali, karena penerangannya cukup gelap, kami tidak sempat bersalaman dengan beliau. :( Di depan masjid, sudah penuh dengan..entah berapa bilangan orang. Yang pasti banyak sekali orang-orang berkumpul bahkan meluber hingga di teras masjid maupun di depan area masjid. Kami berhenti untuk mendengarkan sambutan terakhir. Tak lama kemudian, iringan orang berduyun-duyun menuju selatan. Sepertinya beliau akan dikuburkan berdampingan dengan Kiyai Tijani.

Sayang sekali, karena agak gelap dan cukup susah untuk melesak maju di antara rombongan pria, momen yang kurekam melalui video cukup mengecewakan. Bahkan aku tak sempat melihat kerandanya. :'(
Aku cuman bisa merekam dari jauh dengan penerangan yang seadanya.

Setelah dirasa selesai, kami pun bertemu teman-teman lain. Wah, perubahan mereka benar-benar sangat mengejutkan! Wajahnya sudah sangat 'emak-emak'. Ya, beberapa mereka memang sudah ada yang menikah, bahkan ada yang sedang hamil 5 bulan. Tidak cukup itu saja. Aku malah bertemu dengan adek kelas yang dua tahun di bawahku. Dulunya kami cukup dekat dan mengobrol sebentar. Dari ceritanya, dia sudah memiliki anak perempuan berumur dua tahun. Wow! Aku takjub sekali. Membandingkan penampilanku dengan mereka, memang sangatlah jauh berbeda. Dari wajah, bentuk tubuh dan cara berpakaian. Hehehehe. Ya, namanya juga masih jiwa muda..

Puas mengobrol, aku dan sahabatku melanjutkan untuk sowan ke Nyai Zahro. Di sana kami bertemu dengan Nyaiku tercinta, Nyai Nur Jamilah. Yang ternyata beliau sudah punya anak laki-laki. Eheem, wajahnya sangat mirip Iqbal! Makanya, aku dan sahabatku mengira dia itu Iqbal. :)) Selain Nyai Nur Jamilah, kami bertemu Ustadah Luluk yang angkatan Fahrenzia. Sempat mengajar kami ketika Syu'bah dan kelas 1. Beliau membawa anak perempuannya bernama Fida, kalau tidak salah sih..

Dirasa cukup, kami pun berpamitan ke Nyai Zahro. Belum sempat keluar dari area rumah Al-Mukarrom, sahabatku masih berbincang dengan adek angkatan, membicarakan riwayat kematian beliau. Aku tidak terlalu memperhatikan. Yang jelas, di hari itu adalah hari terakhir ujian tulis. Katanya, setelah terjadi kabar duka tersebut, seluruh aktifitas dihentikan. Para santri diwajibkan ke musholla untuk mengaji. Setelah selesai, ujian pun dilanjutkan.

Lalu kami pun keluar, di jalan dekat I'Am aku iseng menelpon seorang kakak angkatan Arvenius yang masih mengabdi di situ. Bertemulah kami, juga sempat mengobrol. Dia mengabarkan bahwa akan melanjutkan S2 di Gontor, sedangkan temanku yang telah menyelesaikan studi S1-nya akan menggantikan peran kakak kelasku ini.

Sayang sekali kami hanya mengobrol sebentar, karena kakak kelasku tadi masih ada urusan yang harus ia selesaikan. Tapi aku sempat menunjukkan bentuk rupa Gazzyku kepadanya. Hanya cengiran yang ia tunjukkan, sambil mengatakan bahwa ia pun sesungguhnya sangat menginginkan handphone seperti Gazzyku itu.

Setelah bertemu kakak kelasku tadi, aku pun berkumpul dengan teman-teman angkatanku. Lagi-lagi mengobrol, lalu dilanjutkan makan malam. Parahnya, warung-warung di sekitarnya sudah kehabisan amunisi. Dengan sangat terpaksa, kami menjatuhkan pilihan pada warung bakso di pinggir jalan.

Setelah kenyang, kami pun pulang. Kali ini aku dan sahabatku tidak ngebis seperti yang pertama tadi. Melainkan nebeng salah satu rombongan teman yang membawa mobil dari Surabaya. Kami pun diturunkan tepat di depan rumah sahabatku hampir jam 1 malam.

Alhamdulillah, berkali-kali kuucapkan syukur bisa sampai dengan selamat. Karena, temanku yang menyetir masihlah amatiran pengalamannya. Hehehe. Di malam itu aku sedikit dilema, karena Jerman berlaga melawan Italia.

Monday, June 25, 2012

Defense Is Nonsense

"Tak banyak yang ia korbankan dari separuh hidupnya. Tapi sekian tahun sebelum detik ini, adalah yang paling takkan ia lupa. Ia mengeropos. Seberapapun pemberontakan yang ia lakukan, tak lagi berarti apa-apa. Pertaruhan hidup pun dimulai!

Demikian intro yang tiba-tiba nyecer begitu aja di kepala tadi sore, dalam perjalanan pulang kerja menuju rumah. Nggak akan ada hubungannya dengan apa yang bakal dipost kali ini kok. Jadi kalem aja.

Seperti biasa..

Beberapa sentakan memang cukup bikin 'sinting sejenak' dalam waktu terakhir. Makanya jangan kaget. Mungkin dirasa akan terjadi ledakan beruntun sebentar lagi.

Kamu. Kalian. Ato sapalah. Cukup merasa paling dewa hari ini?

Aku. Saya. Ato sapalah yang terpacu mengetik ini. Dengan bunyi tak tik tuk berirama mengarsir huruf demi huruf. Sedang tak ingin menjadi manusia terpolos sejagat.

Absurd lagi? Blur lagi?

Begitulah. Ini seperti hukum alam tanpa pamrih. Pengorbanan untuk meluruh dari bagian ramainya hidup menjadi percuma. Maaf, wahai para demonstaran tulisan. Kritikan Anda akan selalu saya tampung dengan hati seluas lapangan bola pada pertandingan Euro di Ukraina sana.

Tiap manusia akan selalu begitu. Mencerah sementara. Menggelap seketika. Tapi kerumitan selalu ingin mendominasi. Apalah daya kau si anak dari sepasang Adam Hawa?

Ditulis gitu aja. Nggak tau kapan. Nggak pake keterangan tempat. Ato dentingan lagu yang ngeloyor di telinga. Silahkan menikmati sajian ini. :)

Tentang judul? Asal nyomot dan sok momen gara-gara Euro. Mendekati semifinal emang makin bikin geregetan. Judulnya kalo dibaca dengan sejujurnya orang Indonesia, juga lucu! *menurut eyke sih.. :D

Thursday, June 21, 2012

Double -I- Tercinta

Siapa yang peduli akan "katanya" dan "katanya". S

ungguh mengherankan, terhadap anggapan yang meragukan ketulusan saya. Kekhawatiran mereka tentang kedekatan saya dengan seseorang.

Apanya yang perlu dikoreksi?

Dengan sebenar-benarnya saya tak pernah ada niatan buruk ketika berteman. Teman lama. Teman baru. Adalah sama bagi saya. Tak berbeda. Saya berkawan baik dengan siapa saja. Selama mereka baik kepada saya. Maka dari itu. Saya tidak mengerti. Untuk apa ini dipermasalahkan?

Terlalu kekanakan sepertinya, jika menganggap saya merupakan ancaman. Saya tak seceroboh itu. Saya cukup bisa membaca resiko. Bukankah usia saya tak balita lagi?

Sekali lagi saya tekankan. Saya adalah sebaik-baiknya orang yang dapat kamu percaya. Kamu bisa buktikan ini. Tidak perlu terburu-buru. Biar waktu yang mengantarkan jawaban ini untukmu.

Semoga kamu mengerti ya Sist.. Saya tak pernah seburuk yang kamu sangka. (^_-)☆

Saturday, June 16, 2012

Book Signing Dee

Wiken yang deg-deg syuuuurrr! Hahahaha. 4 hari sebelumnya...

Langsung girang! Yeayyyy..akhirnyooo ke sini juga penulis berinisial D tersebut. :))

Kontek-kontek sana sini, kali aja ada yang mau joinan ke sana. Ealaaaah, pada nggak bisa semuanya. Ngubungin Qiqo deh..yang emang aku ada perlu ama dia. Maunya langsung ketemuan aja di Ciworld. Lah, kok dia katanya nggak bisa kemana-mana gara-gara STNK motornya lagi di Jekartah. Yaudin, aku ke kosannya dulu..baru deh ke Ciworld. Eternyatah, dia juga baru kali itu ke sana. Kukira Qiqo uda pernah, soalnya dia kan keseringan riwa riwi depan Mayjen Sungkono. Hehehehe. Makanya kagok cari parkiran sepeda motor. Maklum, ini mol kayaknya buat tongkrongan orang-orang Hi-Class deh!

Yuuup! Kita langsung naek ke lantai 3, tempatnya Gramed. Apa lantai 2 ya? Auk, ah..lupee. Heeee.. Ngejejakin Gramed..daan..

Wadooow! Gramed uda penuh aja gitu mboook! (●`з´●)

Nguantriii..dan aku ditelantarin sendirian gitu aja ama Qiqo. Untuuungnya, depanku yang ngantri juga cewe. Iseng-iseng ngajakin obrol. Ngaloor..ngiduuul. Ngetaan..ngulooon. Weittss..rupanya dia masih temen kulnya temenku loh! Temen Agus di Uner yang anak psi juga. Cumannya dia belom kelaran kulnya. Walaaah..dunia kok jadi menyempit gini yaks?? Hehehehe.

Entah berapa lamanya ngantri sambil berdiri. Nggak taunya uda di depan meja Mba Dee. Huwaaaaah..langsung deregdeeeg maaak! Hyahahahaha.

Awalnya aku cuman membisu. Efek menggagu seketika. :D Wakakakakak. Trus Mba Dee tanya siapa namaku. Aku jawab singkat. Tiba-tiba kuberanikan aja ngomong. Aku: "Mba Dee pernah komen di blog saya loh.." *dengan suara agak gemeteran. Mba Dee: "Oya?" *Ekspresinya maaaan! Ekspresinya!! Nggak akan kulupa. Sarat akan antusiasme. :D Aku: "Iya, Mba. Blog contest yang diadakan Mizan bulan Januari kemarin" *Mulai sesak napaaassh! :p Sambil aku serain komennya di sana, yang aku print paginya di kantor. Mba Dee: *Ngamatin kertas print outku *Ekspresi masih tetep antusias! *Sesekali ngeliat aku lagi. Trus bilang, "Makasih ya, Dina. Makasih." *Senyumnyaaah..bikin jantung mendesaaau. Halaaah.. Lebay! Aku: "Haduuu..saya nggak bisa ngomongnya, Mba. Speechless. *Mulai norak deh.. :p Mba Dee: *Ngomong makasih lagi. Aku: *Ngucapin mantra sama kayak tadi. Speechles-lah-Nggak-tau-mau-ngomong- apa-lah. *Omongan kacau. Muka lebih kacau lagi. Huahahahahaha.

Dan pas dipoto. Muka meng-mehijikubiniu- deh! :D

Ngerasanya mukaku keliatan tolol banget gitu, dih..najong yak? Kayak yang mati gaya. Wakakakakakak. Euforia yang berlebihan. Girang abisss!

Yasuddd..di sana nggak lama-lama. Ngobrol kilat sama Ratna, temen kul Agus tadi. Sampe lupa nggak tanya nomer dia ato id laennya. Lagiyan si Qiqo ternyata mesti balik sore itu juga ke Bangkalan. Mendadaaaak! Besok ada acara keluarga katanya. Jadi selama perjalanan ke kosan Qiqo, aku watsapin Agus tanya akun ato nomer Ratna si temennya itu. Dikasih lah..akun tuitnya. Yang aku cekin tl-nya, dia uda ngaplot beberapa poto. Salah satunya ini.

Di sana Mba Dee dateng bareng anaknya, si Kenaaan! Sayangnya tuhh.. Dia ogah dipoto loh..makanya susah dapet pose yang bagus. :(

Etapi, Ratna dapet potonya yang lumayan. Hihihi. Aku asal donlot diem-diem nihh..punya dia. Maap ya Rat! ;)

Thursday, June 14, 2012

Razem Tworzymy Przyszłość

Yang mana aku syuseeeh banget balesin sms orang-orang, adalah, selain karena emang uda gagap sms. Nomerku emang emoh-emohan kalo dipake buat sms. Bukan karena stok amunisi pulsanya abis, tapi karena expired, keabisan masa aktip! Hwahahaha.

Belum yang penyakit males-malesan kambuh! Yak! Males beli pulsaaaaah! Hehehehe. Jadi, tadi pagi baru disempet-sempetin deh beli pulsanyoo. Itu pun kefefet, soalnya aku ada perlu puentiiiing mau tanya rute alamat ke temen. Sekalian daaah, kubalesin atu-atu, sms-sms nganggur yang uda berhari-hari nggak aku ladenin. Hyahahahaha.

Ampoooon! Sekali lagi ampoooon! Makanya..lebih aman itu ngubungin si Dino Dundun ke akun-akun onlennya aja yaaks! Dijamin idup dan langsung kebalesss. Wakakakakakak.

Karna lagi pewe ama masa aktip, nyemes temen jadi keterusan. Begosipan hebring deh pageee-pageeeh. Huhuyyy.. Lupe ye kalo lagi shaum?? Haduuuu, iyee..jadi inget semalem kebangun agak telatan. Saur yang cuman pake sebungkus fitbar ama 2 gelas aer bening. Keasikan liat tipi syeeh..yang nayangin kemenangan Jerman.

Puanteeeeess, mud langsung menanjak membaik pagi tadi. Hehehehe. Bissaaaaaak deh!

Oia, nggak tau pas ngonlen tadi nyasar kemana gitu, nemu poto ini. Yang aku ambil dari ini.

Nggak peduli kapan ngambilnya, ato masalah orisinil nggaknya. Heeee. :D

Menginjak hari ke-5 perhelatan euro taun ini, kok ngerasanya nggak seberapa ngefek ke idup yah? Hahahaha. Bukannya apa sih..nuansanya emang lebih nendang waktu euro taun 2008 deh! Entah gara-gara jarang liat liputannya kali yah? Kalo dulunya pas kebetulan masih kul, jadi suka ngapdet dari tipi ato baca koran. Sekarang sih palingan baca hasil skor onlen, ato liat kilasan beritanya. Itupun miniiiim. Ato emang duet Polandia-Ukraina ini emang nggak seberapa niat jadi tuan rumahnya euro yaaah? Hiyahahahaha. Sotoy!

Karena itu, aku langsung gugling, baca-baca di wikipedi tentang info euro. Yang lalu aku baru ngeh tentang maskot, lambang-semboyannya, lagu resminya dll. Hohohohoho.

Nggak pake bingung. Jangan protes. Ini postingan semestinya kepost kemaren deh! Hehehe. Biyassalaaah..semalem keasikan instagraman. Lupe ada yang mau dipost lagi cuyy.. :)

Ada yang penasaran dengan judulnya? Yeapp..coba klik ini ya.

Tuesday, June 12, 2012

Terapi Kertas+Pulpen

Layar komputer menyala. Kertas kosong terhampar dengan pulpen merah di atas meja. Saya menatapinya bergantian. Tapi. Rupanya pemandangan di luar jendela lebih menarik perhatian. Partikel udara mengambang diam mengelilingi saya.

"Seliar inikah pikiran jika perlu dituliskan?"

"Apa yang ingin kau ungkap? Apa yang ingin kau buat? Omong kosong?? Ceceran sampah lagi?!"

Bedebah!

Yang menggejolak di hati, mungkin masih bisa ditoleransi. Head to head. Tapi jika ini berhubungan dengan torehan terhadap orang-orang terpenting dalam hidup?

Ini tak terelakkan. Lalu merapuh. Tumpahan air mata akan dirasa tak cukup untuk mengucap.

OS

Nggak usah dibaca kalo nggak pengen puyeng. Nggak pake puyeng, kalo nggak baca. Seriusan. Mau idupmu makin ruweeeet? Yo, dipersila kalo maksa jugaaaak!! Esmoooh tingkat siaga!

Ahh..perempuan. Mengapa mirip os-nya andro syehh??

Epada denger belum, kenapa gugel nggak pake abjad A untuk os-nya yang nyuum-nyuum ituh? Kenapa langsung C? Kenapa cupcake? Kenapa nggak dari hurup A dulu? Ato B deh.. Karena dan karena, saya sempet denger rumornya di forum-forum online. Alesan mereka namain os-nya dari hurup C, untuk menghindari pelabelan yang sama terhadap produk yang telah lebih dulu populer. Yeap! Inisial A dan B yang mirip nama buah-buahan itu kan uda lebih dulu booming masbroo?

Yoii..nggak usaha ngebahas peperangan andro ngelawan dua buah-buahan elektronik itu yaaak!

Saya cuman ngeliat satu kesamaan antara andro dan perempuan. Sama-sama multitasking! Kalo uda bergazzy ria, nyalain mp3, whatsapan, tumblran, tuiteran, baca-baca media onlen, instan messengger, plus ngedit poto pulaaak! Fuuuh... Begitu juga perempuan. Bisa kompleks! Selain bisa menjadi istri, ibu, pegawai, sebagai anak, saudara, sahabat, tetangga, juga seorang hamba. Belum lagi yang dituntut harus memiliki kemampuan ini itu, seperti memasak, pandai mengatur uang, tegas mengambil sikap, cekatan mengurus rumah, bla, bla, blaaah..tapi tetep mesti lemah lembut dan santun. Awwwwww!!

Because of what? Ya, tuntutan tadi. Tuntutan yang terbentuk entah sengaja ato tak disengaja oleh masyarakat, ato malah faktor internalnya. Faktor dari diri sendiri yang menentukan seperti itu. Capek. Capek sekali.

Inilah yang membuat saya ingin berteriak seharian ini! Trus emang saya mesti gimana? Nyantei-nyantei aja? Nggak mikirin? Pura-pura nggak ada apa-apa?? Ya itu bo'ong man!! Karena ada bagian dari kehidupan ini, yang nggak akan selesai dengan cuman ongkang-ongkang kaki!

Nah. Nah. Ribet kan?? Yak. Suruh sapa?? Maksa baca aja. Dasar kepo!!

Friday, June 8, 2012

Fu-fu-fuchsiaaaaa!

Masih ngomongin fuchsia loh ini yaaa :D Jadiii, ceritanya itu giniiih. Keluarga besar Ibuku, khusus perempuannya pada kompak milih warna biru *ato toska kali ya? buat seragam pengiring nikahan Kakakku. Karena warnanya cukup susah buat cari padu padannya, aku keinget punya kerudung warna pink, yang pinknya emang cukup silau. Dan menurutku, itu pas banget kalo dikombinasiin sama kebaya warna biru tadi. Pink yang kumaksud di sini punya nama beken looh, yaitu FUCHSIA. Ngertinya pas blogwalking, nyasar di blog seorang desainer muslimah yang kebetulan dia juga mengkombinasikan kebaya wisudanya dengan obi warna pink fuchsia tadi. Sekitar akhir April ato awal Mei gitu, aku baru dapet penjait yang murah tapi bagus jaitannya. Yaudin deh..aku sodorin model kebaya yang kumau ke penjaitnya. Nah, selain fuchsia di kerudung, aku maunya pengen pake obi warna fuchsia juga. Yaah, kayaknya kalo pake obi keliatan beda aja gitu lah. Sekalian waktu itu juga aku cari kain yang warna pinknya mirip sama kerudung. Ealaaah, syusahnyooo nggak ketulungan mbooook! Dapetnya itu warna pink dari kain satin. Yawes deh, dijaitin juga. Semingguan baju kebaya+obi nya jadi. Aku tunjukin ke Mba Endang buat kasih pendapat. Yah, Mba Endang nyaranin supaya aku cari kain yang sifatnya jatuh gitu, semacem kain chiffon lah, kalo misalkan buat obi. Mba Endang kurang setuju kalo obi dari kain satin tadi. Akhiernyaah.. H-7, aku ngos-ngosan bareng Mince nyariin kain chiffon. Kain chiffonnya sih ada, tapi suka nggak cocok warna. Dan muter-muter lah di PGS situ. Eehh, buntutnya aku nyampe di toko kain yang juga jaitin kebayaku. Penjualnya emang sempet nawarin kain yang pas buat obiku waktu itu. Cuman berhubung uda terlanjur beli kain satin, jadi kutolak. Eternyata, kain yang ditawarin ke aku itulah yang cocok banget, kubeli deh walo telat. Hehehe. Daaan, rupanya harga per-meternya lumayan bikin sesek napas! Nah, abis dari sana, aku mampir ke rumah Rika. Cerita sana sini, trus aku iseng tanya gaun yang mau ia pake. Dan ternyata warnanya miriiiip loooh! Biru sama fuchsia jugaaaak! Yeap! Desain gaun temenku si mata sipit ini unik! Mirip baju tradisional Korea-Jepang gitulah. Maklum deh, dia emang nyandu ama hal-hal berbau Japan bin Korean. Kuintipin blognya, dia sempet ngebahas tentang warna si Fuchsia tadi. Sila berkunjung di FUCHSIA ya.. :)) Pas hari H-nya, berlenonglah si saya dan keluarga laen.
Yang jelas, kalo urusan lenong melenong, aku angkat bendera warna putih. Nyerah action deh! Hehehehe. Tapi untuk style jilbabnya, aku handle sendiri. Nggak aneh-aneh. Dan nggak ribet. Style yang kadang aku pake juga buat ngantor sih.. Cuman dipermanis (ato dirusuhkan?? Hehe) sama bros terempoooong. Hahahaha.
Ditambah obi yang disematin pake bros Merak. :)
Eia, kalo ada yang minat dengan bros super terempoooong yang dipake di jilbab tadi, bole kontekin ke aku deh! Soalnya itu mesen di temen, yang emang uda sering aku langganin aksesoris. Bisa nentuin sendiri bentuk dan ornamennya kayak apa. Biasalah..harga temen kok. Hehehe :D Ummh..cerita apa lagi yaaa? Hehehehe.. Nggak ada lagi sih. Palingan komenan lek+omku: "Waah, ini kayaknya Dina uda terencana (kostum+perniknya) ya? Padahal kemaren bilangnya minimalis.." "Dina mau tanding silat kemana tuh??" >>> Aku: ┒(—˛—)┎ *Grrrhh....
Aseliiik, deh..aku juga nggak pede kostum begituan. Tapi yaa..lagi pengen tampil beda aja. Gitu kali ya kalo mau beda, resikonya bakal dinilai "berlebihan" sama orang. Hehehehe. Yah, terserah lah.. Aku juga bukan orang yang fashionista sejati sih, cuman ya alasannya sama kayak tadi. Nentuin sendiri apa yang mau kita pake, bakal ngasih sesuatu yang lain rasanya. Dare to be different. Gitu aja deh!
Bareng si Rica+her hubby. Nice shoot Miiin! ;))

Thursday, June 7, 2012

Kondangdud!

Mukjizat deh! Seharian di tanggal 3 Juni itu bisa hadir di 2 acara kondangan. Yes! Selain kakakku, Rika, sahabat SD-ku juga ngadain pesta kawinan di hari Minggu itu juga. Ini berkat kebaikan Mince yang dateng ke kondangan kakakku. Makaseeeeh yaaa Miiiiin! :* Awalnyal aku agak ragu juga mau dateng ke nikahan Rika ato enggak. Ngeliat jam-nya yang mepet, mana yang aku nggak ngerti posisi hotelnya. Kupikir juga keluarga besarku bakal lama di acara Manyar. Jadi aku masih kalem aja pas Mince belum dateng. Eeeh, kok jam 10-an, tiba-tiba rombongan keluarga mau bubaran. Dan si Mince baruuuu aja markirin sepeda. Hiyaaah, aku bingung deh.. Masa' iya mau ninggalin Mince sendirian di sana?? Tapi kalo aku nggak pulang, trus aku pulang bareng sapa? Di saat super bingung itu, aku ngeliat Mba Ila', mbak dari Ririn temen SD-ku, yang juga sepupu dari Mba Iparku. Yang artinya, aku, Mba Ila+Ririn, sekarang jadi keluarga deh! Yuhuuu! Mba Ila ngabarin kalo mau hadir di nikahan Rika bareng Ibunya yang ngegantiin Ririn. Maklum, anaknya Ririn yang baru lahir, si Hilmy masih terlalu kecil buat diajak perjalanan jauh. Alhamdulillah deh, jadi kuputusin buat ikut Mba Ila aja ke nikahan Rika bareng Mince. Ijin deh ke Babeh, alhamdulillahnya lagi diijinin! Yessss! Mungkin aku ngasih embel-embel bareng Mba Ila kali yah? Hehehehe. Nunggu adem ayem deh bareng Mince, sekalian usaha pinjem helm. Pas lagi gatel pengen ngecek hape, karna sebelumnya uda liat si Wildon uda cekin di Grand Mulia pake 4square. Hiyaaaah..itu kok kosong coba tasku??? Yang ada cuman hape im3 doang, nyempil manis di tas. Paniiiikk! Baru ingeet! Gazzy-ku dibawa Ilham buat poto-potoan tadi. Maunya manggil Ilham, ehh dan mobil terakhir rombongan keluargaku baru berlalu di depan mata. Kecewa deh! Buru-buru kutelpon Yuda, tapi nggak diangkat, telpon sepupu yang laen, nggak aktif juga. Telpon gazzy-ku, kayaknya sih percuma. Soalnya tadi kuseting mode pesawat. Yasuudd, gigit jari lah.. Untung ada hape Mince. Nggak berapa lama, sempet foto bareng kakakku dan mba ipar. Aku+Mince berangkat deh, ngikutin Mba Ila dari belakang. Panasnya lagi gila-gilanya, dibumbuin lampu merah teruuss. Makanya telat deh sampe sana. Ketemunya langsung ama Ayu+Wildan. Sayang banget Eva nggak jadi dateng, gara-gara nggak tau lokasinya. Eia, Wildan tiba-tiba heboh..ngeliat kerempongan kostum yang kupake. Dan sempet-sempetnya motoin sambil komen. Yak! Inilah Sosialitah Sorbejeh!
Aku cuman ngakak. Bareng Mimin langsung cus ke pelaminan buat salaman. Ayu sempet sirik, dia bilang kok bisa-bisanya warna kostum yang kupake kembaran ama mempelainya. Hehehehe.. Kuposting khusus setelah ini deh! Yang pokoknya, aku nggak napsu makan di sana. Mince pengen siomay, ehh..stoknya uda abis. Iyeph..nyadar sekali saya kalo tellat datengnya. Trus, sama-sama kehausan ambil mangkok buat nuangin es buah. Dohlalala..masa iya tinggal bongkahan esnya doang gituh? Kuah sirupnya uda rasa tawar kayaknya gara-gara kebanyakan es-nya mencair. Hahahaha. Ngenes banget! Sampe nggak tega gitu ngeliat Mince kehausan. Untunglaaaah, ada petugasnya nuangin es buahnya lagi. Wuaaah, nyendokin dah kita. Alhamdulillah seger, sambil kucampur buah potong. Yang paling lega sih ngeliat Mince nggak kehausan lagi. Hehehe. Iyah, dia pastinya kehausan banget gara-gara kurepotin. Maaaaap yaaah Min! ;) Napsu makan jadi nguap gitu, ngambil nasi cuman beberapa sendok. Mungkin terlalu "excited" ketemu temen. Yaaah, yang walo itu cuman dua biji. Si Wildon dan Ayu. Kayaknya yang kangen banget sama mereka, pengen ngobrol banyaaak, emalah pas ketemu ngomongnya malah hal-hal yang nggak seberapa penting gitu. Aselih. Spechless. Jadi buyar topik obrolannya. Malah kita komen-komen tentang fuschia. Wildan: "Menurutku fuschia itu mirabella." Aku: "Ah, masa' sih??" (Kalo dalem pengertianku, mirabella itu warna merah yang menjurus ke merah hati. Ini terpengaruh sama produk make up Mirabella kayaknya, hehe.) Wildan: "Kalo bahasa Madura, namanya Nyat" Temen Rika (cowo): "Apa? Nyat?". Wildan mengiyakan. Mince juga ikut unjuk gigi: "Pink ngejreng" Aku: "Shocking Pink ahh!" Wildan: "Nggak. Nggak. Aku lebih setuju ke ini *nunjuk Mince. Pink Ngejreng!" Ayu: "Haduh. Aku uda kelamaan di Inggris. Jadi nggak ngerti bahasa kalian." Aku, Mince, Wildan, dan Temen Rika: #@%$:&*!+;^(!!

Tuesday, June 5, 2012

The Rempong Days Cyiiiiin..

Startnya dimulai hari Sabtu kali yaa? Eh, enggak sih.. Hari Jum'at, uda ada yang nginep di rumah soalnya. Tapi, aku mbolosnya baru hari Sabtu. Huhuhuhu. Dan rentetatan kerempongan baru berakhir hari Selasa. Hiiyaaps..Lama banget deh buat ukuran keluarga yang baru punya gawe sebesar ini!

Lah, emang gawe apa'an sih Din?

Eh, emang kalian nggak tau ada gawe apa'an?? Kan uda tau kalo kakakku akhirnya melepas kejombloannya di hari Minggu kemaren. Yang artinya, MamPap sekarang uda punya menantu. Aku pun uda resmi punya Mba Ipar. Jadiii..anggota keluarga kami namba atuuu deh! Horeee.. Dan moga cepet nambah lagiii yaa. Uda ngebet pengen gendong ponakan neh. Haha! :D

Aku nggak usah cerita panjang lebar yaak! Cukup runutin rentetan kerempongan yang berlangsung. Hehehe. 1. Selametan dan Pengajian di rumah hari Sabtu Malem. 2. Akad Nikah dan Resepsinya di rumah Mbak Je hari Minggu tanggal 3 Juni. :) 3. Selametan (lagi) dan Penyerahan Pengantin Perempuan ke rumah Pengantin Pria hari Senin Malem. 4. Yang sebenernya ini acara agak nggak terkonsep siiih.. Cuman Ibu ama Masku nggak enak aja kalo nggak ngundang temen sekolahan . Jadi hari Selasa, temen-temen Ibu dari SMP 8, dan temen-temen Mas Ari dari SD.Penjaringan pada berbondong-bondong ke rumah.

Wedeeeeh, remeeeek poool! Sampe-sampe, hari Selasa aku mbolos ngantornya looh. Kalo Senin kemaren sih masih masuk. Walo cuman setengah hari. :p hihihihihi

Yauda sih, nggak mau ngemeng panjang lebar. Aku tampilin beberapa potonya aja yaaah. Dapet potonya sih juga nggak banyak. Selain waktu itu emang lagi males njepret, jadi hapenya dipake adekku si Ilham yang manfaatin momen sebagai sesi dokumentasi. Ada juga sih dari hape sepupuku, si Yuda. Trus, yang laennya pake handycam ama camdi, dan kita belum sempet ngopi hasilnya. Lagian emang cuman resepsi doang yang kejepret. Acara laennya bablaaaass! Nggak sempeeeet..rempoong kayaknya gituh.. Sungkan juga. Hehehehe.

Mana aku-nya juga kena flu. Tanda-tandanya sih pas Jum'at, badan uda nggak enak piyee gitu. Trus aku minumin vitamin, dan biasa-biasa aja besoknya. Entah apa gara-gara ngurus ini itu, ketemu sodara yang seabrek, jadi lupa ama sakitnya. Eeeh, pas Minggu sore, badannya keinget lagi. Flu lagi deh. Senin pagi suara uda mirip kodok, plus tenggorokan sakiiit gitu. Senin malem sebelum bobok, aku minum obat deh.. Sampe sekarang yaaa..masih gitu sih. Mungkin kecapekan itu kali yaa, trus tidurnya suka malem. Antisipasinya palingan aku makan yang banyak *mumpung banyak makanan enyaaak di rumah, hehe. Minum aer anget ato teh anget. Minum obatnya palingan sekali aja kalo mau bobok deh!

Endilalalaaaaaah, katanya nggak mau banyak cerita?! Ini kok jadi berparagraf banyak gini?? Bwahahahaha. Iye deh..iye soriiii! Maap, saya kan emang suka keceplosan emboook. :p Yaudiin, stop! Takut kalo diterusin makin jadi noveeel! Hyahahaha.

Ini dia hasil jepretan serabutan..

And..Taddaaaaaa! My♥Fams :))

Oia! Ada postingan yang nyusul yaa..soalnya selain Nikahannya Masku, ada momen spesial lagi di tanggal 3 Juni itu. Oke. Oke. Ntar aku post lagi deh! Keep reading my dearest reader! :*