Monday, June 25, 2012

Defense Is Nonsense

"Tak banyak yang ia korbankan dari separuh hidupnya. Tapi sekian tahun sebelum detik ini, adalah yang paling takkan ia lupa. Ia mengeropos. Seberapapun pemberontakan yang ia lakukan, tak lagi berarti apa-apa. Pertaruhan hidup pun dimulai!

Demikian intro yang tiba-tiba nyecer begitu aja di kepala tadi sore, dalam perjalanan pulang kerja menuju rumah. Nggak akan ada hubungannya dengan apa yang bakal dipost kali ini kok. Jadi kalem aja.

Seperti biasa..

Beberapa sentakan memang cukup bikin 'sinting sejenak' dalam waktu terakhir. Makanya jangan kaget. Mungkin dirasa akan terjadi ledakan beruntun sebentar lagi.

Kamu. Kalian. Ato sapalah. Cukup merasa paling dewa hari ini?

Aku. Saya. Ato sapalah yang terpacu mengetik ini. Dengan bunyi tak tik tuk berirama mengarsir huruf demi huruf. Sedang tak ingin menjadi manusia terpolos sejagat.

Absurd lagi? Blur lagi?

Begitulah. Ini seperti hukum alam tanpa pamrih. Pengorbanan untuk meluruh dari bagian ramainya hidup menjadi percuma. Maaf, wahai para demonstaran tulisan. Kritikan Anda akan selalu saya tampung dengan hati seluas lapangan bola pada pertandingan Euro di Ukraina sana.

Tiap manusia akan selalu begitu. Mencerah sementara. Menggelap seketika. Tapi kerumitan selalu ingin mendominasi. Apalah daya kau si anak dari sepasang Adam Hawa?

Ditulis gitu aja. Nggak tau kapan. Nggak pake keterangan tempat. Ato dentingan lagu yang ngeloyor di telinga. Silahkan menikmati sajian ini. :)

Tentang judul? Asal nyomot dan sok momen gara-gara Euro. Mendekati semifinal emang makin bikin geregetan. Judulnya kalo dibaca dengan sejujurnya orang Indonesia, juga lucu! *menurut eyke sih.. :D

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar