Wednesday, August 29, 2012

4:30 AM - No comments

Back To Work

Sebelum kembali bekerja di hari Rabu ini, aku sempat membaca artikel di suatu majalah onlen yang membahas tentang Post Vacation Blues. Apa itu 'post vacation blues'? Sedikit ku kutip dari media onlen tadi, isinya begini.. Post vacation blues adalah semacam kondisi depresi yang terasa setelah seseorang kembali dari perjalanan panjang (biasanya liburan) yang mempengaruhi mood. Jika di Kanada dan AS, ia disebut post vacation blues, sementara di Irlandia dan beberapa negara persemakmuran, ia disebut post holidays blues. Lebih lengkapnya sila klik di Awas Post Vacation Blues. Memang sih efek dari libur panjangku *kami dapet jatah dua minggu libur selama lebaran, tidak sampai separah apa. Cuman kemalasan untuk kembali bekerja cukup mengganggu. Masuk kerja menjadi sesuatu menyeramkan bagiku, setelah dimanja-manja dengan libur lebaran tadi. Sampai-sampai aku lupa, apa yang sudah kukerjakan kemarin? Apa juga yang belum ku selesaikan? Lantas, hari pertama kembali bekerja apa yang ku lakukan? Kucoba menjalaninya seperti biasa, seperti sebelum-sebelumnnya.. Menyalakan komputer, dan membuka file yang memang harus kuselesaikan. Tapi di hari ini, aku cukup intens membuka gazzyku. Dikarenakan fokusku masih belum teralihkan dengan benar kepada pekerjaanku. Bukan ceting ato mengamati timeline terus menerus sih.. Aku memang sedang asik dengan situs portal yang menyediakan layanan membaca novel secara gratis. Jadi hal ini sementara cukup menghiburku. Ketika aku mulai jenuh mengubah beberapa image ke bentuk vektor, sesekali kulanjutkan aktivitas membaca novel digital tersebut. Oia, tadi pagi..sebelum kami benar-benar aktif bekerja. Para karyawan membentuk barisan saling menyalami satu persatu. Semacam tradisi di tempat ini setelah momen lebaran. Pulangnya, beberapa teman desain dan aku juga mengunjungi rumah Pak Bos di Perum Delta Sari sana. Menunggu Pak Bos yang tak kunjung datang, entah sedang ada urusan apa sore tadi. Dan tepat setelah kami berpamitan kepada istri beliau, Pak Bos pun datang. Kami pun bersalaman dan dilanjutkan untuk pulang. Di hari ini juga, sebenarnya aku ingin menerapkan pola makan baru. Ini lebih ke waktu makannya saja. Aku menginginkan pola makan seperti dulu, seperti pada saat belum bekerja atau liburan. Makan dua kali sehari, sarapan yang baru kumulai pagi agak siang sekitar jam 9-10. Lalu baru kulanjutkan makan kedua di waktu sore sekitar jam 4-5 sore. Di waktu sudah bekerja, aku terbiasa sarapan jam 7 pagi. Yang menjadi keluhan memang ini ku anggap terlalu pagi, perutku kadang menolak bahkan sering aku mual-mual. Entah, kadang menurutku ini juga pengaruh aku mengkonsumsi teh hijau di pagi hari sebelum lambungku terisi apa-apa. Makan siang aku pun mengikuti istirahat kantor, sekitar jam 12 siang. Dan setelah pulang kantor, baru aku makan lagi sore atau malamnya. Tapi kadang, karena saking lelahnya..aku melewatkan makan sore/malamku itu. Sayangnya di hari ini..percobaanku gagal. Aku memang tidak sedang menjalankan program diet loh. Berat badanku ideal malah cenderung kurus. Bahkan sebenarnya aku ingin membuat badanku lebih berisi lagi. Cuman..entahlah..aku terpikir melakukan ini untuk mengembalikan siklus hidupku seperti dulu. Dan setelah mengetahui kegagalan ini, aku pun bisa melihat, bahwa perbandingan aktivitas bekerja atau tanpa bekerja/liburan memang butuh nutrisi yang sangat berbeda. Itulah sebabnya, mengapa aku tidak boleh mengabaikan makan siang. Aku sempat berkonsultasi dengan Mince siang tadi. Sebagai ahli gizi, dia berkata begini: "Sbnrnya fatal kl qt men-skip salah 1 jam makan qt, akibatny y itu kelafarraan.. N akhirnya makan membabi buta.. Belum lg kl plihan makanny g tepat." Lalu dia pun menambahkan, "Small frequent feeding, itu lbh baek hehe" Oh, mungkin sarannya itu bisa kuterima. Tapi untuk istilah "small frequent feeding" itu membuatku cukup bingung. Diriku mengartikannya dengan sotoy, yaitu, mungkin lebih baik makan dengan porsi kecil tapi sering, daripada memberi jeda terlalu panjang untuk makan dengan porsi besar. Ehh..itu bener tidak ya, Min? ^_^

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar