Thursday, November 8, 2012

5:06 AM - No comments

Nyaris Ajah!

Sedikit aku kepengen cerita (ato banyak kale yah? :p) tentang kejadian kemaren Magrib, alias hari Rabu kemaren. Aku perjalanan pulang abis maen ke kosan temen di Ketintang yang kul S2 di Unesa. Jarak tempuhku sebenernya uda hampir deket ke rumah. Tinggal nyabrang buat belok ke gang rumah ajah kok. Gang rumahku ini posisinya di sebelah kanan jalan. Jadi dari jauh sudah ku nyalakan lampu sign kanan untuk siap-siap. Situasinya jalan cukup rame dan kebetulan juga minim penerangan karena uda kelewat magrib, jadi emang gelap. Sambil menunggu sampai jalan an sepi buat belok. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada sepeda motor dalam posisi ngebut nyenggol aku tiba-tiba. Ya karena gelap tadi, nggak jelas boncengan berapa. Tapi yang pasti mereka boncengan, dan nggak pake helm. Mereka jatuh sekitar dua-tiga meter dari posisiku dan sepedaku. Karena senggolan mereka dari kanan, aku pun oleng ke kiri, untung sepeda di belakangku sigap dan langsung menghindar malah pengendara tersebut sempat jatuh juga. Tapi sepertinya tidak apa-apa, karna dia langsung pergi begitu saja. Mungkin tidak mau cari masalah. Melihat aku yang kondisinya "paling tidak apa-apa". Beberapa orang menyuruh aku meminggirkan sepeda motor buat mengclearkan masalah. Yasudah, aku turut patuh aja..bahkan ada dari mereka yang menyarankan untuk telpon rumah atau keluarga terdekatku supaya membantuku. Sempet juga ada yang minta penjelasankanku. Ya aku pun menjelaskan apa adanya. Hingga datenglah bapak yang memintaku untuk pulang aja. Karena kondisi penyenggol tadi cukup parah, yang aku dengar sih kepalanya luka-luka. Aku tidak tau sebagaimana parahnya. Tapi melihat mereka tidak menggunakan helm, pastinya cukup parah. Karena emang begitu keras senggolannya, sampe rem belakangku (rem di kaki) bengkok dan berubah posisi tepat di bawah pijakan kaki sebelah kanan. Bisa dibayangkan kan? Sempet bapak tadi minta kronologi ceritaku secara lisan. Lagi-lagi kujelaskan. Bapak tersebut pun menginformasikan kalo mereka berjumlah tiga orang (bonceng tiga berarti) dan kondisi mereka sedang mabuk (mendem akibat minuman keras). Yah, aku pun memutuskan untuk pulang aja melihat kondisi mereka yang begitu. Jelas-jelas mereka bersepeda dalam keadaan mabuk. Dan akhirnya aku diantar menyabrang sampe ujung gang rumah sambil bapak tadi menuntun sepedaku. Memang benar setelah siap-siap pergi, remku tidak dapat digunakan lagi. Makanya itu aku ,lebih berhati-hati lagi. Malah kali ini cukup membuatku syok. Aku pun menceritakannya kepada ortu, dan sepertinya sepeda harus diservis untuk mengembalikan posisi remku tadi. Keesokan paginya, alias tadi pagi, Ayahku ternyata hebat mampu membetulkan remku itu. Jadi aku tak perlu ke tempat servis lagi. Di tempat kerja pun aku sempat bercerita ke Mas Sis. Sekedar sharing untuk meminta pendapatnya, sebenernya siapa yang paling bertanggungjawab pada peristiwa ini. Mas Sis pun menyarankanku untuk tidak khawatir. Karena memang trio pengendara yang menyenggolku itulah yang berada di pihak tidak benar. Kalo diriku secara pribadi, di luar mereka mabuk ato tidak. Seandainya aku yang salah, pastinya setirku yang jadi korban oleh hantaman mereka. Karena posisiku dianggap terlalu menjorok ke arah kanan. Bukan malah nyangkut di rem bawah seperti semalem itu. Yasud..ini bener-bener jadi pelajaran banget buat aku! Karena di waktu itu aku bener-bener ragu untuk pulang dari kosan temenku sebelum Magrib. Temenku biasanya menyarankan aku untuk pulang setelah Magrib saja, setelah solat Magrib di kosannya, tidak usah terburu-buru. Tapi entah, perasaan ingin pulang begitu kuat. Perasaan ingin segera sampai di rumah. Dan memang benar saja. Dari depan gang menuju kampus hingga sepanjang jalan menuju rel, macet merayap! Sampe aku sempet nyenggol spion mobil loh.. Dari situlah aku mulai diliputi rasa khawatir sepanjang jalan. Menyesal tidak mendengarkan saran temenku untuk menunggu jalanan sepi sampe setelah Magrib di kosannya. Kan lumayan tenang bisa Magriban dulu di sana. Dan yaa hingga..terjadilah peristiwa tadi. Hmmm.. :( Sekarang badanku baru kerasa pegal-pegalnya. Efeknya bikin aku cepeeet sekali capek. Biasanya aku ngerasa fit, sekarang kondisinya jadi agak menurun malah kayak pengen nggak kemana-mana. Ya jelas aja bikin nafsu pergi motoran jadi berkurang. Padahal masih banyak acara yang pengen dikunjungi wiken ini.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar