Wednesday, November 28, 2012

11:23 PM - No comments

Tidak Bisakah Me-Reka?

Mana ada kombinasi terlengkap dalam satu kesatuan yang diadakan Tuhan untukmu? Tak pernah lelah berkemunculan, menghadir dalam lipatan-lipatan berkesinambungan bernama waktu.

Kau menggelandang seenakmu saja!

Terpekur untuk siapa? Mengada akan berbuat apa?

Melewati banyak. Bersuka. Berdurja. Berkelana. Diselingi rautan malam yang gelapnya berpendar-pendar.

Bukan lagi persoalan tingkatan, tahapan yang sekedar bersahutan dalam benak kerdilmu.

Cercahnya lalu menjadi jelas. Sebuah kalimat yang kali ini menggedor satu-satunya benteng pertahananmu untuk selalu menegak.

Everybody needs somebody..

Mari lanjutkan denyut nadimu, wahai para sekalian.

Kita pun tertelungkup sayu.

Spoiler! Kata Me-Reka pada judul di atas, bukan diartikan sebagai kata ganti dia banyak/mereka. Bukan pula diartikan pada penyebutan proses mekarnya kuncup bunga, seperti "Mawar itu merekah". Akan tetapi, berasal dari kata Reka. Yang bila diambil sinonimnya menjadi duga, terka, rancang, dsb.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar