Sunday, December 9, 2012

5:04 AM - No comments

Diciptaken. Dilahirken.

Diciptakan? Atau dilahirkan? Pilihan tadi sempat menjadi pertanyaan beberapa tahun lalu. Tentang manusia yang bisa menjadi begini, menjadi begitu karena disebabkan dua pilihan tadi. Apa dia dilahirkan sudah bisa menjadi begini? Atau karena dia diciptakan memang menjadi begitu?

Pernah ketemu kan sama orang yang dianugerahi berangkai minat atau kemampuan? Pada satu kondisi yang memungkinkan, tentunya dia sangat bisa memaksimalkan kemampuannya tadi. Tapi pada kondisi lain, kemampuan tadi bisa menjadi tak berarti apa, tenggelam, tergantikan dengan kemampuan orang lain yang lebih mendominasi.

Ya pastinya ada juga sih, beberapa orang yang bisa mengaktualisasikan diri tanpa peduli kondisinya bagaimana, dia bebarengan sama siapa saja. Ummh..semacam diri dan kemampuannya menjadi elastis dan dinamis, bisa mengkondisikan dalam keadaan apapun! Wooow!

Sayangnya, aku nggak masuk spesies begitu brooh.. Yaaa, walo nggak parah-parah amat yang gimana juga siiikh.

Jadi, seandainya aku punya suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan pada satu kondisi. Trusss..karena itu kepepet dan cuman ada satu-satunya kemampuan yang kumiliki, kemampuan tadi bisa berguna dan termaksimalkan. Tapi ketika kondisi berbeda dan tak terduga, lalu ada orang lain yang juga punya kemampuan seperti yang kita miliki, atau malah melebihi kita keahliannya. Kemampuan kita pun bisa pasif secara alamiah. Tak lagi dominan. Karena terhalang milik orang lain. Kita pun bukan menjadi aktor utama lagi, bisa saja hanya sebagai figuran. Atau malah tidak sama sekali.

Yayayaya. Beribet yeeeh tulisannya. Aku aja bingung ini gimana ngejelasinnya. Pake ditulis pulak! Haha. Nggak useh dibawa ciyus loh yak. Ini cuman ngasal tumplek blek di otak. Yadeh, kapan-kapan diobrolin oplen aja apa ya yang beginian buat tuker pikiran. Njelimet aja kalo ditulisin nih ah! :p Heee.

Diciptaken atau dilahirken? Kutanyaken pada siape? Huehehe.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar