Monday, December 30, 2013

5:08 PM - No comments

6 Resolusi Cinta yang Perlu Dimiliki Tiap Pasangan

Senin, 30 Desember 2013 | 11:42 WIB

Kompas.com - Tahun Baru menjadi saat yang tepat untuk menetapkan resolusi atau target- target yang akan dicapai tahun depan demi perubahan yang positif. Tak ketinggalan dalam hal hubungan dengan pasangan. Entah itu karena tahun depan akan penuh tantangan bagi Anda berdua, atau Anda ingin membuat agar cinta dalam kehidupan perkawinan ini semakin kuat, berikut adalah resolusi yang perlu dilakukan tiap pasangan untuk menyambut tahun 2014.

1. Mengucapkan terima kasih lebih sering Anda mungkin tak menyadari bagaimana dua kata sederhana ini bisa membawa perubahan besar dalam hubungan. Mengucapkan kata "terima kasih" lebih sering bukan hanya bisa membuat si dia merasa lebih dihargai, tapi juga akan mengingatkan kita bahwa pasangan juga telah melakukan banyak hal untuk kebahagiaan bersama.

2. Bersenang-senang Salah satu hal yang bisa membuat seseorang selalu "lari" pada pasangannya saat sedang stres atau merasa terpuruk adalah "tertawa". Kegiatan ini seperti hal kecil, tetapi dengan tertawa bersama kita akan menemukan sisi menyenangkan dalam setiap kondisi. Anda berdua juga akan semakin merasa terhubung.

3. Meluangkan waktu di malam hari Anda berdua mungkin disibukkan oleh pekerjaan dan masih harus menemani anak-anak bermain atau mengerjakan tugas sekolah di malam hari. Setelah mereka tidur hal yang paling ingin Anda lakukan adalah melakukan "me-time". Meski Anda berdua perlu waktu sendirian, tetapi jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk berduaan di malam hari. Nonton TV bersama atau "pillow talk" bisa menjadi penutup hari yang menyenangkan.

4. Lebih sehat. Mulailah untuk hidup lebih sehat dengan menjalankan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Tujuannya bukan sekedar agar pasangan lebih bergairah melihat tubuh seksi kita, tapi untuk memastikan pernikahan ini bisa berlangsung sampai usia senja. Ajak pasangan untuk bersama-sama berolahraga dan mulailah menyisipkan makanan sehat dalam menu sehari-hari di rumah.

5. Menghabiskan waktu dengan pasangan lain. Setelah menikah dan punya anak, Anda mungkin merasa tak punya waktu lagi untuk bertemu teman- teman. Tetapi jangan pernah malas untuk "hang out" dengan teman, terutama yang juga sudah berkeluarga. Ini akan membantu menguatkan hubungan Anda dengan suami.

6. Belajar "bahasa cinta" pasangan. Pria dan wanita mungkin memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan perasaan cintanya. Pria biasanya lebih fokus pada hal- hal fisik dalam pernikahan, seperti memastikan keluarganya terlindungi. Sementara kaum wanita biasanya lebih ekspresif dalam mengungkapkan cintanya, seperti memberi hadiah kejutan atau membuat rencana makan malam romantis. Dengan belajar "bahasa cinta" pasangan, Anda akan lebih memahami perasaannya, bahkan membuat Anda lebih merasa dicintai.

Penulis: Lusia Kus Anna
Editor: Lusia Kus Anna
Sumber: Babble

Thursday, December 5, 2013

4:20 PM - No comments

Its Friday!

Mencari paripurna dari sesosok manusia, memang tidak akan habisnya. Kita yang selaku pencarinya akan selalu dahaga. Ingin menambahi ini. Ingin mengurangi itu.

Yang dibutuhkan di sini adalah, keterbukaan untuk saling menerima, adaptasi, komunikasi, komitmen, kesabaran untuk mengerti, memahami. Dan pastinya, itu butuh waktu dan proses yang sangat panjang. Jangankan hubungan yang baru terhitung seujung kuku ini. Pasangan yang sudah menikah bahkan punya anak, belum tentu semudah itu menjalani kehidupan bersama. Semuanya memang mesti dipelajari terlebih dulu. Belajar! Belajar!

Bicara memang gampang. Menulis apa yang ingin dituturkan juga bisa dibuat gampang. Tapi melakukan apa yang terucap, belum tentu menjadi mudah. Bahkan bisa menghabiskan ingatan tentang hari apa sekarang.

Selamat Hari Jumat!

Monday, December 2, 2013

Aku Kamu

Lluvia

Di balkon tanpa kanopi ini, aku mengendap di balik lalang sehelai. Di atasku langit gemerlap. Di depanku gemerisik suara jalanan

Harusnya kita belajar memamah logika. Bukan mengapung dengan labirin kata

Kulempar batu penduga, nyaris tak terdengar nada sela, akankah kulempar sauh untuk berlabuh?

Siang tanpa terik, mungkin akan lebih baik, tapi ini kemarau, hambar terasa bila harus bercanda dengan rinai hujan

Berlindung dari terik di rerimbun pohon atau payung sekalipun bukan untuk lari dari panas, tapi berdamai dengan alam

Pun, mencari solusi dari setiap masalah, juga bukan lari, tapi berdamai dengan hidup

"Kau ingin belajar sabar kan?" Tuturnya dengan senyum basah. "Panas ini, adalah bagian dari kesabaran". tambahnya lagi

"Kurasa ini normal" Selaku. "Atau karena aku berteduh di balik senyummu?" Kau tersipu dan kitapun luruh di bawah payung mentari

2013
*dibuat oleh +Kadarisman Ahmad S.

Sunday, December 1, 2013

3:31 AM - No comments

Sketsa Di Awal Bulan

Biasanya, untuk perkara cecintaan orang sangat mudah berekspresi. Mendetikkan apa yang dirasakannya..yang dipikirkannya. Tapi pun bisa menjadi sebaliknya. Tak ada hal yang keluar. Kehilangan kata sama sekali.

Diri ini pernah mengalami dua-duanya. Dan sekarang..yang terakhir itu terjadi. :)

Semoga Bos Jagat Raya segera merestui sketsa yang sedang dalam proses penyelesaian ini, agar menjadi lukisan yang utuh tentang masa depan. Bagi dua insan.

Amin.

Saturday, November 16, 2013

6:37 PM - No comments

Apa Yang Terakhir?

Resep terakhir yang dieksperimenkan? Macaroni Schotel. Yes. Berhubung baru aja dapet koleksi unyu nan ungu dari Tupparware, Cosmo Violet. Yang salah satunya, atau dua malah..bisa dipake di microwave. Berhasil? Berhasil sih, tapi kurang sempurna. :p Dikarenakan kurangnya komposisi makaroninya yang timpang dengan pemberian sayur yang berlebihan. Akibatnya, kurang lengket dan sedikit berair. Serius deh. Penambahan sayur itu murni improvisasi. Nggak pake, juga no problemo. Malah yang berhasil itu eksperimen sebelumnya. Yakni, Tom Yam! Sukses bessaaarr! :D

Lagu yang terakhir didenger? Nat King Cole yang LOVE. Aransemen dipadu suara Nat King Cole yang ala taun 60-an, kedengeran lucu. Trus ada lagu Citra Scholastika judulnya Seruan Kebaikan, kayaknya sempet dipake iklan apa gitu. Cucok buat sontrek pagi-pagi supaya cemingit eaaakk. Hehe.

Film terakhir yang ditonton? Thor. Padahal aku belum pernah liat yang pertama, tapi langsung loncat ke sekuel keduanya. Hehe. Suka karakter Loki yang licik dan jenius. Tapi manipulatif, sekaligus rapuh setelah tau ibundanya tewas. Padahal si Loki emang bukan tokoh utama loh ya..malah cenderung antagonis. Di The Avangers apalagi. Tapi dia cukup menarik perhatian. Ditraktir Imam nongtong ini, buat perpisahan seminggu yang lalu, sebelum dia mengangkasa ke Bumi Kinanah sana.

Buku terakhir yang dibaca? Sebenernya The Lost Symbol. Tapi ku tulis Inferno aja ya. Yang terbitannya lebih gres dooong. :p The Lost Symbol kurang menarik. Apa tuh anggota perkumpulan orang penting di Amerika tapi agak sinting. Yes. Freemason. Haha. Sedangkan Inferno, mengangkat tema tentang ancaman overpopulasi disertai karya menakjubkan dari Dante Alighieri, The Divine Comedy. Judul novel Dan Brown terbaru ini memang terinspirasi dari karya Dante tadi, yang terdiri 3 canto/bagian. Dan salah satunya; Inferno itu sendiri, yang berarti Neraka. Seperti yang biasa Dan Brown lakukan terhadap para pembacanya. Setelah membaca buku ini, aku lumayan terhenyak dan sempat mengkaji ulang ide utama dari buku tersebut. Di dalam buku ini sebenarnya tidak ada tokoh antagonis. Tapi pembaca dibuat seolah-olah menunjuk sendiri siapa tokoh jahat yang ada di balik semua ini. Aku aja sempet membaca ulang halaman sebelumnya tentang tokoh yang punya inisial FS-2080. Haah! Penasaran? Silahkan baca sendiri ya! ;)

Dari ke semua itu. Entah ya. Selalu tertarik dengan masa lalu dan jalan pikiran seorang tokoh antagonis. Mungkin dulunya mereka hanya orang biasa, orang normal pada umumnya. Tapi karna keputusasaan, rasa kecewa, ketidakberdayaan, minder, trauma, intimidasi baik dari lingkungan maupun keluarga, yang akhirnya mengarahkan mereka untuk mencari dan menemukan pengalihan atau penyegaran lain agar mereka "dianggap" ada di dunia, eksis, dan kuat untuk melawan. Mungkin dari situ juga, mulai memunculkan sisi jahat mereka hingga dewasa. Entah ya. Ini cuman opini ngasal bin random kok. Hehe.

Saturday, October 26, 2013

5:46 AM - No comments

Tetirah

Nggak kemana-mana, itu malah rencana. Di rumah seharian, dan pengen molor terus-terusan. Bawaannya pengen deket bantal sama kasur aja. Hehe.

Setelah tiap minggu mesti pergi-pergi terus. Huh yeah! Ya, selama masih diberi kesempatan sehat kali yah. Biar ada pencerahan gituuu. :p *pencerahan apa itu?

Wooh. Andai malem ini bisa dibalik sama malem kemaren. Mungkin masih bisa ngupingin curcolan di wa pasca Idul Adha kemaren. Sekarang dia udah berkutat sama laporan di kosan. Biasa. Calon pendidik para ilmuwan. Hihi.

*Cuman buat tau-tau aja: Kalo nggak gara-gara gugling arti dari TETIRAH itu apa. Mungkin aku masih nyangka itu nama sebuah roti atau jajanan. Hyaks. Pengen jitak orang kayaknya. X))

Wednesday, October 23, 2013

6:11 AM - No comments

BTW

Bukan by the way loooh ya. Bukan. Tapi #biketowork.

Entah. Dapet wangsit darimana temen kerja tetiba cari agen suatu produk sepeda di Surabaya. Katanya, udah mau musim ujan. Males banget mesti naek motor. Lebih seru naek sepeda. Praktis. Tapi tetep keren buat kemana- mana.

Ah. Iya, ya? Kepingin juga deh. Nggak usah yang mahal-mahal lah. Sepeda mini, walo bekas tapi kalo kondisinya masih bagus, tetep oke mungkin ya?

Emmm. Cumannya di sini, jalanannya masih kurang bersahabat bagi para bikers. : ( Debu, polusi dan macetnya nggak unyuk banget. Fufufuu.

Beli sepedanya mesti dipending dulu, tapi. Sekarang-sekarang masih banyak buwuhan. Bikin bangkrot secara primer. :p Haduh. Palagi kalo inget cicilan motor. Coba nggak nyicil. Mungkin udah bisa kebeli banget-banget kali ya?

Yailaaa. Disyukuri, syukuriiii.

Keinget obrolan sama Miun, yang dari ucapannya menyiratkan keprihatinannya kepada bangsa ini. Kenapa menjadi bergantung banget sama BBM? Di saat tiap rumah udah punya kendaraan lebih dari satu biji. :|

Doakan. Doakan. Semoga kampanye mengurangi kebergantungan terhadap BBM ini bisa berhasil. Amiiiin.

Friday, October 11, 2013

7:51 AM - No comments

Ion Positif

Mau pindah. Mau regenerasi. Mau adaptasi. Nggak ada gunanya kalo belum sehat. Punya badan dan jiwa sehat itu utama. Yuk, detoks semuanya. Bebaskan pikiran, jiwa dan raga dari toksin berbahaya.

Bismillah..

Face your fear. Live your dream.. *hlahh..iku jare sopo sehh? (* ̄ . ̄)a

Thursday, October 3, 2013

8:08 AM - No comments

Bercerita Cinta

Kebetulan aja Kahitna plus Yovie Nuno ada jadwal manggung di Sutos Surabaya. Ya mariklaah..kita ikut bernyanyi ria di sana walo lagi kena pluh. :p hehe

Kebodohan pertama kami *aku sama yude* ==> salah mendarat tempat parkiran! Muahaha! Ternyata itu parkiran punya toserba, tetangganya Sutos. Dengan pedenya kami mblusuk ke dalem. Lah iya sambil mikir, masa iya tempat sesesak ini mau nggelar konser? Haha. Kacau. Yaudinlah. Karna udah mbingung. Yuda inisiatip kami jalan kaki aja dulu. *padahal keknya pas perempatan udah liat lambangnya TS deh! Daaan.. Jeng jeng!!

Yailaaah. Beneran tetangga sebelahnya. Haha. Selamat selamat. Masuk langsung pas sama area panggungnya. Bising. Yaiyalah. Ini udah mulai jam 7 apa ya? Dan kami baru dateng hampir setengah lapanan. Itu pun aku udah misah misuh. Band pembukanya kelamaaaaan. Nggak turun-turun cobak? Kapan nongolnya nehh? Tuh kan bener? Baru jam 9 jebret! Peccah! Hehe.

Yak. Bisa dipastikan tangan-tangan berkamera *entah bebe, hape samsul, taplet, camdi sampe ldr eh dslr* saling bergentayangan dimana mana. Adu paling tinggi. Menganan mengiri. Termasuk boloku dewe, si yude! Haha. Top banget dia. Lumayanlah buat dokumentasi dikiit. Berhubung kamera hape punya sendiri tak bisa mengatasi jarak antara Mario dan aku yang terhalang ratusan cewek-cewek alay ituuh -,- Haha. Kenapa Mario cobak? Kok bukan Carlo aja? :p

Yaa beginilah nasib cewek bertubuh mungil. :| Mesti njinjit supaya bisa ngeliat jelas. Lama-lama jinjit juga atiiit lah ya. Kalo pake heel, makin parah kalik yak? Huhuuu.

Tingkah penonton yang macem-macem juga sempet jadi obrolan bully-an kami. Palagi korbannya kami. Ada cewe abege nekad nyerobot tempat kosong depan kami. Hahh? Ya gimana ya. Orang kami aja mau merangsek maju, masih mikir dan pake sungkan segala *biasalah anak sopan* haha. Tuh cewe sempet juga bawa-bawa temennya. Hyahh. Minta dicopet nih tasnya. Hwrrrrrhh. >_<

Sebelumnya sih..sebenernya kami juga dapet keberuntungan. Ada orang yang tiba-tiba pingsan sekitar dua meteran di depan kami. Sementara ribut itu, dan waktu si mbak dibopong sama satpam. Kami berdua langsung atur posisi. Hahaa. Bukannya nolongin, tapi malah cari kesempataaan. XD

Nemu penonton histeris udah biasa kan ya? Tapi semalem ajaib. Ada perempuan di sebelahku yang mungkin usianya sekitar di atasku beberapa taun. Malah asik nyimak. Nggak kepengaruh panas *yawalo ruangannya outdoor* Desek-desekan. Ngga perlu ngikut nyanyi, sampek suara penontonnya ngalah-ngalahin penyanyinya sendiri. Nggak ribut megang kamera sambil tangan gentayangan ke atas buat motret. Bener-bener anteng! The real penonton kali yah? Hehe.

Haduuuh. Sori yaak. Di sini nggak ada komen tentang perform mereka. Habisnyaa..ya sama aja sih ya. Ya gitu-gitu deh. Kayak perform mereka di konser laennya. Liat yutub juga beres! Ya. Kebetulan ini geretong juga sih. :D

Saturday, September 7, 2013

8:38 AM - No comments

Menuju Etape Kedua

Malmingan, nemenin mama ngeprint apaan gitu. Karna masih dalam tahap penyembuhan. Wiken kali ini aku berleyeh-leyeh. *halah, nggak lagi sakit juga emang udah males hobinya* hekekekekek.

Sering ngikutin Malming Miko nggak? Nah. Di session dua ini, karakter Ryan yang sotoy banget diganti sama Dovi yang juga nggak kalah sotoy dan nyebelinnya. Diperanin sama Andovi da Lopez, yang ku kira bakal seprofesi kayak Ryan, dari anak Comic juga. Eh. Ternyata bukan. Dia youtubber Indo, dan video-video gokilnya yang kadang duet bareng abangnya Jovial da Lopez emang sering ngehits di sana. Mereka terkenal dengan sebutan The Da Lopez Brothers. Sila baca ini. Ato lebih gampangnya buka kanal Dovi di sini. Videonya yang MODUS , kocaaaks! :D

Agak Dhuhuran. Karna keasyikan ngeyutup, keinget film Hari Untuk Amanda yang disebut-sebut Kuntawiaji -artis tumblr kita, di salah satu postingannya sebagai film yang wajib ditonton bagi perempuan. Katanya sih gituuu. :D Coba tonton ini sama ini ya! :)

Simpel. Tapi bagus untuk direnungkan. Apalagi ada yang memang harus direnungkan. :') Ah. Seseorang yang di sana. Yang ingin menguzlahkan. Sunyi tanpa kata, demi etape kedua.

Di akhir tulisan. Menghaturkan trimakasih banyak. Kepada @majid13 yang udah direpotkan, @iib_ibrims yang lagi asik liburan di Jogja malah harus denger celotehan, @kang_nurkholis tentang cetingan tengah malem serta sarannya yang cerdas inspiratif, dan @gayeih. :)) Trimsss. ;)

Sunday, September 1, 2013

7:48 AM - No comments

Telah Dilengkapi

Sudah September. Sudah sebulan. Banyak kejadian. Tapi tak pernah bisa terkata-kata. Mungkin sudah terhisap habis olehnya. Dia-lah pemiliknya. ;)

Menyerahkan kepada Tuhan, atas segala keparipurnaan.

Friday, August 30, 2013

5:14 AM - No comments

Nggak Nyoblos Moment

Malah baru bisa ketemu Mimin kemaren pas pilgub. Aku nggak nyoblos. Mimin pun juga. Jember kejauhan lah yaa..buat pulang dengan libur yang cuman sehari. Oke. Nggak perlu didebat. Kami bukanlah warga negara yang baik. :p Ter...seraaaah.

Yang terpenting di hari kemaren, kami sepakat ketemuan di Bakso Kuto Cak To Sidoarjo. Berangkatlah dari rumah siang-siang. Nggak lengkap rasanya kalo aku nggak nyasar dulu. Hahaaa. Untunglah. Keadaan secepatnya menjadi aman dan terkendali. :p

Nunggu Mimin yang belum dateng di taman deket warung baksonya. Selamet nggak sempet jadi prasasti di sana. Nunggunya nggak lama-lama amit.

Bergegaslah kita ngeracik bakso sendiri. Benernya harga baksonya standar lah dengan rasanya. Tapi yang nggak kuku itu minumannya. Ampuuun! Udah nyama-nyamain harga baksonya aja bok! :D Aku dan Mimin hanya bisa termangap-mangap abis mbayar. :p *ciyeeehh..yang katanya nggak mau ngebahaaasss* :p

Yaudinlah. Abis kelar ngebakso. Kami tetep nongkrong nangkring di sana. Berjam-jam. Haha. Ngobrol banyak. Dan nggak mungkin ku rinciin sampe seronce-roncenya. Yang penting. Ada momen kami termewek termehek gitu lah. Mimin cerita. Aku mewek. Mimin cerita. Dia-nya yang mewek. Hehe.

Udah mulai sore. Baru deh kami bubar. Gitu ya? Kalo kita ngobrol ato ketemu orang yang solmetan sama kita, waktu jadi bablas nyusutnya. Yaaahh..mewek lagi deh. :'(

Wednesday, August 21, 2013

4:52 AM - No comments

Si Bocah Lebah

Tadi begitu menggebu-gebu ingin memulung secaruk kata di kepala. Sekarang malah menguap. Entah kemana.

Yang jelas. Turut berbahagia untukmu dan untuknya. Barakallah lakuma. Wa baraka alaikuma. Wa jama'a baina kuma fil khoir. Amiiin.

*tanpa sengaja menemukan cerita tentangmu di blog seseorang.

Friday, August 9, 2013

Komitmen Nganu

Setelah seperkian hari (hah? Hari?? :p), kami menyepakati komitmen "nganu" bersama. (iyee..soalnya aku sama patner mbingung mau nyebut hubungan perkasihan ini dengan apa) *halah*

Anehnya sih aku jadi jarang nulis loh. Jarang cerita di sini makdusnya. Haaa. Iyaa. Sekarang malah jadi hobi nulis sms, ceting, mesej, imel. Dan itu tertuju, juga terfokus pada Sang Patner. *ciheehh ge-er pasti dieee :p

Kapan-kapan lah ku cerita tentang dia. Tentang awal mula perkenalan kami. Hubungan sok akrab kami sebelum kami jadi so cweeettt gettoooh ini. Hihiii.

Hadyuuu... Tapi nggak di sini-sini juga sih ya ngepostnya. Malu. Lagian dari kemaren juga suka nyinyir, kalo ada duet cowo cewe yang seenak udelnya show off kemesraan baik di temlen, news feed ato dashboard. Genggeeesss bin alaaaayy nggaaaak siiiii? :p

Jadiii. Biar nggak kena semprot balik. Pengen bikin blog khusus tentang kami ahh. Yang private. Yang kalo pengen buka blog tersebut kita harus punya paswot khusus. Biar hubungan kami tetap selalu misterius dan manis. Hehe.

Yawalo kami bukan jenis pasangan yang Public Display of Affection terutama di socmed..bukan berarti kami nggak serius loh yaa tentang hubungan ini. Kami justru sangat-sangat serius menyikapi ini. Berhati-hati sambil menapaki perubahan yang terjadi. Meraba peluang ke arah sana. Menuju kehidupan yang 'bersama'. *aaaa...bahasanyaaa. Aku mulai ketularan diaaa nih. :p

Yang terpenting, aku nyamaaaaaan banget sama dia. Trus ketika tau aku lah cinta pertamanya. Wuaaah. Bahagianyaaaaa..akuuuu :') (ใฃ˘ะท(˘.˘ )♥

*yang terakhir kok kebacanya jadi kayak nggilani gituu, sehh? XD

Monday, July 29, 2013

4:39 AM - No comments

Sepuluh Hari Terakhir

Sepuluh hari terakhir..eh, sembilan ya? Setelah sehari ini aku terkantuk-kantuk dengan mulusnya. Sampe sukses tertidur-tidur jugak. Yap! Tentunya di atas meja. Haha. Jam istirahat malah nggak tidur, nerusin ngaji. Sebelum istirahat, setelah istirahat jangan ditanya. Nyenyak! Pas kebetulan nggak ada bos pulak. Hadeeuuu..asli ngetik keterangan Jakarta Utara cuman seimpriiitt. Lainnya bobok! :D

Thursday, July 25, 2013

6:47 AM - No comments

Pensieve

Anggap saja aku sedang menuangkan isi botol berwarna keperakan ke dalam Pensieve, isi botol tadi langsung berputar dan berpendar, ia bukan cairan bukan pula gas. Lalu aku membungkuk di dekat baskom, memasukkan wajahku ke dalam zat keperakan tadi. Seperti ada yang menarik tubuhku dengan cepat. Bahkan kakiku sudah tak berpijak di tempat sebelumnya. Ada pusaran yang menyedotku. Dan hanya dalam sekejap mata, cahaya matahari menyilaukanku. Mataku mengerjap beradaptasi. Ini masih pagi. Tapi matahari sudah menanjak cukup tinggi.

Aku berada di tepi sungai. Tak jauh dari tempatku berdiri, seorang Ayah bersama anak laki-lakinya sedang menggiring seekor sapi. Tentu saja mereka tak bisa melihatku. Aku lah penonton mereka.

Lalu mereka berhenti di tepi sungai. Nampaknya sang Ayah sedang berbicara serius dengan anaknya. Bocah kurus ceking itu mendengarkan sambil sesekali mengangguk. Entah mengerti. Entah tidak. Tak lama kemudian, sang Ayah membantu anaknya menaiki hewan ternak berwarna kecoklatan itu.

Kecipak-kecipak air mulai terdengar saat mereka mulai menyebrangi sungai dengan pelan. Sampai pada tempat berair yang tidak begitu dalam, mereka berhenti. Sang Ayah pun segera mengerjakan tugasnya. Memandikan sapi. Sedangkan sang anak tak begitu memperhatikan. Bocah polos itu terlihat lebih sibuk menikmati sensasi duduk di atas sapi yang sedang berendam air sungai. Wajahnya terlihat girang. Sesekali kaki-kaki mungilnya bergerak menepuk bagian tubuh sapi. Tak urung Ayahnya pun menegur dirinya agar tak terlalu banyak bergerak. Sapi peliharaan mereka hanya bisa melenguh sambil menggerakkan ekornya melihat hubungan kedekatan ayah dan anaknya ini.

Matahari sudah benar-benar di atas kepala. Pertanda ritual memandikan peliharaan mereka telah selesai. Mereka pun pulang. Bocah kecil itu masih di atas kendaraan kesayangannya dengan baju setengah basah. Wajahnya masih berbinar walau ia tak pernah benar-benar berenang, maupun menyelam di sungai. :)

*Mengintip sebuah kenangan manis tentang masa kecil seseorang bersama Ayahnya semalam. ;))

Tuesday, July 23, 2013

6:28 AM - No comments

Mana Yang Kau Dustakan?

Jangan sangka, di bulan penuh rahmat dan maghfiroh ini kita bisa terhindar dari segala coba dan musibah. Walau memang bukan aku yang sedang mendapatkannya, tapi tetap saja membuat hati miris tak tega. Seandainya kejadian ini aku yang mengalaminya, belum tentulah setegar itu menghadapinya. Maka yang bisa ku lakukan untuk mereka, hanyalah perhatian, dukungan dan doa. Semoga dada mereka senatiasa dilapangkan.

Contohnya. Kemarin ada seorang teman yang mengabarkan kesehatan terakhir ibundanya yang kurang bagus. Sedih. Ikut sendu juga membaca email darinya.

Dan hari ini, suami dari teman kerja mendapat musibah. Wajah panik teman kerja tadi begitu memilukan. Jika aku berada di kondisinya, entahlah.. Situasi sulit yang tak kita inginkan, tiba-tiba menghampiri tanpa permisi.

Dari itu. Di waktu ini.. Tak ada yang lebih nikmat, selain kesempatan dan keadaan dimana kita bisa beribadah dengan tenang. Sholat yang khusyu' tanpa masalah ataupun beban hidup. Tadarrus sebebas-bebasnya. Bisa menyantap hidangan sahur dan buka tepat waktu. Ada dan tersedia tanpa perlu bersusah payah kekurangan, ketakutan akan kelaparan. Masya Allah.. Alhamdulillah..kita pun hidup dan bisa berpuasa Romadhon di negeri yang terhindar konflik, aman, tanpa perang. 'Ala kulli haal wa ni'mah.. Syukron 'alaika, Ya Robb..

Monday, July 22, 2013

7:29 AM - No comments

So Last Year!

Mbukak tuiter dari pc, trus nyasar ke setting apa gitu ya. Di situ tertera buat donlot arsip tuit kita tiap bulan, tiap taun.
HAAAHH! :O
Aku terperanjat! Banyak pengalayan yang ku lakukan ternyatah di sana. Dari kicauannya yang-kayaknya-sok penting-abis-padahal-enggak-buanget-deh. Palagi waktu awal-awal. Punyak tuiter nggak tau buat diapain. Rt-rt sembarangan. Mensyen-mensyen orang dengan sok asek. Labil sekaleeeh. Berasa nistah kayaknya jaman daholo kala ituuh.
HAAAAAHH! *Mari, mari berdayakan kicauan yang lebih elegan temans!*

Sunday, July 21, 2013

4:37 AM - No comments

Adzab Ilahi

Di siang bolong..
Aku dapet tilpun dari Mbak @gayeih. Obral obrol. Ngalor ngidul. Ngulon ngelon. Dsb.

Beberapa kali mati. Lalu telpon lagi. Lanjutin yang belom kelar dibahas.

Terakhir mati, Mbak Gayeh nggak telpon lagi.

Ehh. Trus ngewasap :
"Astaga dinnnn. Paket telpq udh abis td tu. Dan barusan telp km kena 20ribuan. Alamakjonnn"

Aku termangap-mangap. Jangan-jangan.. Gegara begosipan orang terlabil di rumah sakitnya Mimin. Dan juga… Aku yang mbahas volunteernya anak Akber Sby. XO

@#%&*/-+()?!!

Thursday, July 18, 2013

8:03 AM - No comments

Padahal.. Padahal..

Menginjak hari ke-9 puasa, daku udah keitung 3 hari bolongnya. Huhuuu. Padahal..padahal. Ahh, yasudalllaaah. Sore-sore abis pulang kerja jadi pengen ngelayaaaap ajaaa. Hahaaa. H-1 Mokel Emang sengaja nggak bawa bekal. Biar perut nggak kaget trus jadi penasaran kenapa ndadak makan siang. Jadi cuman nyemil coklat aja. Sorenya cuci mata ke kerfur. Buat beli tisu sama handbody mini. Yak. Cuman dua biji sadjah yang kebeli. Tapi diniatinnya buat ambil uang di atm situuuu. H-2 Mokel Tetep keukeh nggak bawa bekal. Udah ditawar-tawarin mie gelas sama temen. Dan ya bener. Daku lafeeerr siangnya. Nyeduhlah saya. Hehe. Lumayan buat ganjel perut sampe ntar Maghrib. Lagian Isna'ah lagi ultah tuh, jadi ngajakin makan-makan di luar pas buka puasa. Yahayuuuklah. Abis pulker emang uda kepikiran mau ngado apa buat dia. Tapi sepanjang jalan menuju Tropodo, barang yang dicari nggak ada. Yassuudlah. Ngadonya dipending dolooo. Kita makan-makan dulu ajaaa. Haha. Ikan Bakar "Chi-Chi" yang jadi pilihan. Ya nggak cuman ikan-ikanan aja sih. Aku sama Iis milih Iga Bakar. Kak Naimeh pilih gurame. Dan enakan guramenya looooh. Lalu kami pun kenjang berjama'ah sodaraaah. Alhamdulillahirobbil 'alamien. Moga temenku itu diberkahi serta segera dikarunia jodoh yang baik dan benar, dunia akherat. Amiiiin. :)) Pulang-pulang bawain pesenan Ibu, sop iga. Makasiiih ya Is! ;)) *girang ditrakterr* H-3 Mokel Kapok deh. Jadi pagi-pagi nyiapin bekal. Simpel! Cuman donat panggang tanpa mentega meses 3 biji. Sosis panggang dua potong. Sorenya nggak kemana-mana. Langsung pulang. Soalnya mau tamu dari Maduraaah. *asik dapet oleh-oleh petiiiisss* *noted! : puasa loh ini. Kenapa jadi mbahas makanan muluk sih yaa?? :|

Monday, July 15, 2013

7:12 AM - No comments

Ajang Kebut-kebutan!

Kege-eran sore-sore. Mbak Jum lagi ultah, dan tradisi di tempat kerja bagi yang bertambah tua diharap membagikan BLSM untuk rekan-rekannya. Haha. Karena puasa, yang biasanya makan-makan di tempat kerja, dan nggak memungkinkan buat bukber karena malah bikin repot. Maka, jatah Ayam Primarasanya dibagi ke rumah-rumah. Hehe.

Ditunggu-tunggu. Berkali-kali ge-er, bukain pintu tiap kali ada yang bertamu. Ternyata bukan. Malah jam setengah lapan Mbak Jum baru nongol. Dan aku sudah berada di penghujung juz 15. Kebut-kebutan sama Ibu.

"Fastabiqul Khoiroot!"

Wednesday, July 10, 2013

6:51 AM - No comments

Marhaban Ya Ramadhan

Waoowaoo..uda puasa ajaaaah. Alhamduuuulillah. :)) Gimana gimana hari puasa pertama.

Iya. Nggak use ngebahas perbedaan hari pertama puasa ya? Uda basiiik..siiik.

Emhh. Jadi puasa hari pertama masuknya sejam lebih awal, yakni jam 7 pagi. Kalo hari biasa, buat anak disen-nya disarankan dateng setengah jam lebih awal daripada karyawan laennya. Kenapa? Karena kami kan Sabtunya libur, khusus buat anak disen aja. Tapi sekarang berhubung puasa, kami masuknya sama'an deh sama yang laen.

Nah. Itu makin gawat kalo masuknya bebarengan. Soalnya susah cari pakir! Makanya aku keburu-buru bukan gara-gara takut telat nyeklok, tapi takut berebutan tempat parkir. Haha. Untung tadi nggak sampe penuh. Bahkan aku lumayan agak awal datengnya. Yess! :D

Khusus tadi, alhamdulillah nggak seberapa lemes. Palingan ngantuk sih iya. Kalo nggak puasa, pas ngantuk gitu kan masih bisa nyemil-nyemil lah. Ato minum deeeh. Tapi sekarang? Yauda ditabah-tabahin. Hehe.

Pulangnya. Agak ruwet. Karena uda janji sama olshop langganan buat mampir ngambil barangnya. Dan aku ordernya ndadak. Trus uang di dompet juga nipis. Hwalaaah. Ngarep moga di Delta Sari ada atm bank-ku.

Ada sih yang konvensional. Tapi nggak bisa diambil cobaaaaakk. Aaaakk. Agak panik. Transaksi kedua pun juga gagal. Okeh..okeh kalem mba'eee. Kupilih keluar. Kesian ada yang antri juga.

Muter-muter depan sekitar ruko di sana sambil pasang indra. Yap. Ada atm lagi di indomart. Markibaaa.. Mari kita cobaaaa. Nyampek di dalem, ngutek-ngutek. Nggak bisa juga. Halooohhhh.

Alamat nih! Mesti harus ke atm di Bank cabangnya langsung. Sebenernya deket. Tapi mesti putar balik. Jalanannya macet pulak. Jam pulang kantor makluuum. Yaaa ditabah-tabahin. Itu uda setengah lima.

Sampe tekape. Langsung beraksi. Hah? Macet jugaaak? Weweee. Setelah 3 kali gagal ini, aku kok curige. Kayaknya nominal yang kusertain yang bikin mesin atm-nya nolak transaksi. Wohoooh. Okeh! Kuganti nominalnya. Yeaaahh. Alhamdulillah transaksinya berhasil!

Cepet-cepet balik ke Delta Sari lagi. Ya macet lagi. Puter balik lagi. Perjalanan seakan melambat. Sampe gang tempat rumah Olshop langganan, ternyata rame banget. Ada pasarnya! Jualan takjil gitu. Beraneka ragam. Maceeem-macem. Orang-orang tumplek blek. Jalanannya merayap. Gang terakhir menuju olshop langganan juga agak-agak lupa. Ngideeeerrr-ngideeeerr lagi. Haha. Menertawakan kebodohan. Menikmati kenyasaran.

Selametnya, mbak yang punya olshop lagi di luar rumah sambil momong adebay unyyuuu. Alhamdulillah nyampe, markir. Trus bertransaksilah kami. Sambil ngobrol-ngobrol ringan. Gendongin adebaynya. Beneran lutjuuuuhh tuh bayek. Nggemeeesss. Kelar. Cepet-cepet pamit. Uda jam lima!

Ketemu pasar kaget lagi. Rame. Dan yakarna agak merayap, ngeliatin apa-apa yang dijual dehh. Jadi berasa meranin bapak-bapak yang di iklan kecap Bang*. Mueheheehe. Jalanan melambat..diiringi suguhan aneka ragam buka puasa sepanjang jalan. Rwwwrrr.. Pengen cepet nyampeeee rumah.

Bukan cuman jalanan yang melambat. Waktu juga ikut-ikutan merayap. Kayak lamaaa gitu. Nyetirnya padahal uda dikencengin dikit. 15 menit kemudian...mendarat di rumah. Wohoooho. Dan belum adzaaaan..

Sunday, July 7, 2013

4:40 AM - No comments

Aji Mumpung!

Hae. Nggak ada yang penting-penting banget sakjane. Cuman semalem aku keluyuran pengen nyoba sego sambel iwak pe Mak Yeye. Haduh haduh iya! Aku kudet. Abisnya kalo bukan gara-gara sambel iwak pe di Sepanjang, mana mungkin aku tau tentang legenda sego sambel Mak Yeye di Wonokromo. *engghh..emang apa hubungannya Sepanjang sama Wonokromo yak? -,-"

Hah? Yaudah. Ngantrinya kagak nahaaan! Sebenernya kita-kita nggak laper banget, tapi karna terlanjur penasarun dan yaaa uda nyampek tekape..ya mau gimana lagiiih. Aku yang kebagian berjibaku dengan para pembeli dengan lapisan antrian yang bikin ciut nyali juga. Haha. Kesiyan Isna'ah uda kebagian nyetir, jadi kusuruh dia duduk bengong aja.

Sebenernya pelayanannya cepet kok. Tapi tenaganya yang dikit. Cewe-cewe pulak. Palagi yang beliiiiii. Huwaaaaa. Eh akhirnya pesenanku dilayani juga. Alhamdulillah. Aku sama Isna'ah langsung tancap gas. Ealaaaah. Nyatanya tak seperti yang diendorskan orang-orang. Masih kalah pedes sama yang di Sepanjang itu kok. Sumpeee sampe tumpe-tumpe.

Pulangnya uda tengah malem. Bangeeet. Hehe. Dan kita nonton pelem. Yak! Pelemnya juga uda basbeng. Baru tidur jam setengah tiga. Bangun jam 5, subuh. Ngebo lagi sampe jam 9. Haha. Abis itu terngantuk-ngantuk lagi.

Ah..ya sebelum puasa emang lagi banyak acara makan. Aji mumpung. Kemaren-kemaren uda ngebakso. Semalem memenyet. Hari ini meggengannya Ibu. Besok? Haaah iyaaa. :D Uda nyewa Chef ahli di tempat kerja buat nyambel pencit sama bawang. Hafuh hafuh. Apa-apaain ini acara makan-makan kok terus? XD Hehe. Yakan aji mumpung nyonyaaaah! *mumpung bisa makan sepuasnya. :p

Monday, July 1, 2013

12:12 AM - No comments

Spasi Lima Jam

Banyak pesan yang ia titipkan pada helai lembaran bulan Juni. Gelisah. Mimpi. Asa yang berkabut. Banyak. Bahkan sekarang, ketika Juni ia tinggalkan, Juli yang sekarang menghampirinya? Pasti sama. Tapi harus lebih dari ini. Lebih membaik. Lebih berarti. Dan lebih-lebih lainnya..

Lalu ia berusaha mengingat-ingat, pesan apa yang sudah ia resapi hingga bibirnya bisa melengkung melawan gravitasi sesiang ini. Apa itu karakter? Apa memang ia yang terlihat sangat berbeda? Apa ya? Hmmm..

Bunyi pesan yang menganjurkannya untuk lebih sering meminta. Benarkah ia terlihat cocok sebagai peminta-minta? Sang pemberi pesan menyebutkan waktu-waktu yang tepat untuk meminta. Sesekali sang pemberi pesan itu meminta juga, tapi apa yang dipinta ia berikan lagi. Sang pemberi pesan tak pernah menandai apa yang dipinta benar-benar hanya untuknya. Ia mengalah. Si pemberi pesan itu seakan-akan telah melakukan hal paling benar baginya.

Bukan lagi lima jam yang ia habiskan.

*Menyelipkan seseorang. Yang hanya mengenali diri, sebatas tanda baca berikut spasi.

Thursday, June 27, 2013

2:30 AM - No comments

#3Akber Surabaya


Menapaki usia ketiga Akber Surabaya, semalam dapet hoki bisa ngikutin kelas istimewanya di Unesa Ketintang sana. Yipiih. Kelas-kelas akber memang terbatas pada beberapa peserta saja, dan harus registrasi onlen dulu. Alhamdulillah, bisa berkesempatan hadir. Sendirian? Tanpa teman? Pede sajaaaa. Kan ke sana kita bisa cari temen baruuu loh. :D Pluuss, ilmu baru! Yeaaa, asik kan?

Apa yang dibahas semalam? Think Global! Globalisasi. 
Pembicara? Konjen Amrik di Surabaya sini, namanya Mr. Joaquin Monserrate.
Pesertanya? Selain dari banyak individu, hadir pula dari beberapa komunitas di Surabaya. Ada dari pengguna Android, game developer, klub nulis buku, bahkan dari pemerhati anak yatim piatu di Surabaya.

Acaranya pun berakhir jam 9 malam. :)



Sunday, June 23, 2013

3:40 AM - No comments

What Urban People Do is Just Like What We Do

Laiknya kaum urban lainnya, aku pun berwiken ria dengan suka cita. Halaahh..ya nggak gitu-gitu juga siiiikh.. Itu soalnya ada rekan Miun berkunjung kemari. Dia ngajakin beli dompet hape di WTC.

Yaudin lah daku meluluskan keinginannya. Mengabaikan ngebo siang yang menggoda. Menerobos ujan. Menerjang kemacetan. *caela* Sampe nyenggol mobil warna coklat yang nggak tau merknya apa. Haha. Keburu kabooorr saya-nya!! *mohon maap wahai pemilik mobil coklat* :|

Ishh..ishhy! Sampe Delta, parkirnya uda penuh aja mboookk!! Yang akhirnya aku ngoper parkir di Monkasel. Yayaya..itu jauh emang. Yatapi mau gimana lagi. Kalo bukan gara-gara imingan cinco station ituuuhh.. Umh..umhh yassiiiih. Cincau station itu enaaaaakk! Emang enaaaakk! Enaaaakk banjeeedd! Ciyuss deh!!

Yak! Ditraktir cincau station sama mbak Mimin.


Properti: Sepatu pink. Orenji. Dan gelang pink. Mueheheehe. Makasiiii ya Miiin..orenjinya enaaaak! Sampe sama-sama ngebatin, kalo dua-duanya nikah moga aja ada minuman mbois ini yaaa. Amiiiin. Amiiin. *doa serius*

Di WTC Miun pun mendapatkan apa yang diinginkan. Dompet hengpon hello kitty! Yeaaayy! :p Aku ngakak. Abisnya sebelum dia dapet hello kitian itu, aku digojlokin gara-gara mupeng sama headset hello kitty. Yang akhirnya dia malah beli hello kitty. Entah apa toko aksesoris itu emang lagi bertemakan hello kitty. Produk yang dijual banyakan tokoh sanrio itu.

Malemnyaaa.. Kita ke kondangan. Kondangannya Mbak Etha temennya si Miun, yang mana aku sebatas tau dia gara-gara nongtong 5 senti bareng di Cito. Ahh..yang penting dapet maem gratiiiiss. :p Yakan, kalo nikahan diadain di Al-Akbar kesannya elite gituuu..makanannya pasti enak-enak. Tapi ya paling di sana cuman cemil-cemil. Puding gelas mungil, empek-empek, martabak, spageti. Umhh..trus apalagi yaa. Icip-icip salad buahnya Miun paling. Trus minum jus jambu. Udah. Abis itu dimintain tolong buat moto-motoin Miun dkk, eks temen kerja dia Pura. Daaaan..kita pulang. Ngobrol ngobrol lama sampe jam 12, ngebahas kelakuan para instagrammer keren yang selalu ngaplot poto-poto canggih. Iyaaaaa..kita iri. Iriiii bangetttt! Lalu ngorok deh. Muahaaahaha.

Oia, lupak. Pas di sana ketemu temen kul jugak. Namanya Suroso, temen sejurusan. Pantesan kok aku kayak ngeliat anak KI di sana, seangkatan siiiih tapi beda jurusan kami. Namanya Fitri.

Okeh lanjut! Paginya, kita ngobrol lagi. Kali ini obrolannya agak jenius. Tentang parenting. Ciyeee.. Lebih ke Islamic Parenting sih. Miun cerita tentang buku yang dia baca kemaren. Aku juga nambain. Sempet baca artikel punya Mas Teezar tentang gimana orang Yahudi menyiapkan generasi mereka. Bahkan sebelum dilahirkan! I'll sure, this article is very recommend to read. Ceki aja di Rahasia Kecerdasan Kaum Yahudi.

Acara kita meluncur ke Kampoeng Roti. Trus dilanjutin ke TM. Nggak beli apa-apa. Cuman baca buku acak. Novel. Stand buku Islam. Fotografi dan atributnya. Di situ nemu buku gimana cara berpose. *cukup ciyus kita nyimaknya* haha.

Bertepatan ada acara khusus yang diadain TM bekerja sama dengan Faber Castle buat nyambut liburan anak sekolah. Ngagambar sama ngewarnain gitu lah. Eh ehh..tadi ada orang make vespa, parkir sebelahku yang ternyata orang bersangkutan jadi tutor gambarnya. Hwaa..gambarnya baguuuss. Tapi tadi nggak sempet kupotoin aktifitasnya. Ada Barney-nya juga di sana. Pengen poto bareng Barney, tapi Miun nampaknya ilfil. Aku jadi ikut-ikutan tak bernapsuh. Hehe.

Agak siangan..kami pulang. Padahal selama perjalanan terkantuk-kantuk. Ehh..Miun tedor. Aku malah enggak nyampek rumah. Iseng doodling, keinspirasi satu lagu yang dikasi tau Miun tadi. Hwaaaaa...aku padahal uda cari lagu itu setaunan ini loooohhh. Penasaran denger dari radio. Nggak tau judulnya. Nggak tau penyanyinya. Ternyata itu lagu uda jadi lagu kebangsaan lullaby-nya Miun selama bertaun-taun. Hayyaaahh.. XD

Ah..ya. Hari ini dan kemarin ada Silnas di pondok. Aku tak datang. :( Semalem, Eka temen jaman kuliah menikah. Aku pun tak datang. :(









Thursday, June 20, 2013

5:44 AM - No comments

Kertas Berserakan

Agak leggaaaahh..akhirnyaaa..poster anggrek hibridaku kelaaarr jugaaak. Selamaaaatt! Kamu berhasil! *salaman pake pop mie* hyehehehe.


Tapiiih..jangan girang duluuu. Ituuu sudah ada kerjaan selanjutnya yang menanti. (˘_˘") Hehe. Sabar nak. Yahh..namanya juga..errr..ya gitu lah. :) Tapi seendaknya, uda bisa ngurangin beban. Yakaaan? Semangat!

NEXT POSTER PROJECT: MUSICAL INSTRUMENT and SPORTS EQUIPMENT. X))

Monday, June 17, 2013

5:48 AM - No comments

Pemuliaan Tanaman

Aku tau. Aku ngutang postingan ya? Berapa? Dua. Bukan. Banyak malah. Ada beberapa 'banyak' yang nasibnya masih tertunda di limit draft saja. Haha.

Kapan postingnya? Nggak tau. Nunggu hujan berhenti dulu kali ya.

Umhh..ada postingan tentang ngebolang ke Sempu taun kemaren. Trus juga baru-baru ini, tentang Reuni #Sunser317 Puncak Bogor awal Juni barusan. Sama-sama uda ketulis. Dapet separo. Tapi belum kelar-kelar. Muehehehe.

Yaudalah..

Sore barusan, semacem dapet ilham buat cepet-cepet nyelesein poster anggrek hibrida yang pengerjaannya sudah memakan waktu lebih dari dua bulan! Hah! Poster macam apa ituh?? Yang bikin lama itu kontennya. Bahan-bahannya inggris semua. Itupun juga kita mesti memahami istilah dalam dunia perbungaan. Ya nggak asal nerjemain gitu aja.

Sekarang sudah mendekati prosentase 80-90% penyelesaian. Moga aja emang bisa kelar minggu ini. Jadi bisa segera lepas dari cengkraman lilitan anggrek. Haha.

Sunday, June 9, 2013

4:16 AM - No comments

Yakin, Kamu Tau Isi Sepatu Orang?

Setelah melakukan 2 hari nggak guna berturut-turut. Akibat dari nyicil buat bisa ngebo setelah berhari-hari maksain diri buat on terus. Akhirnya..aku jadi penderita overdosis obat tidur! Haha.

Hari Kemis libur merah, yang awalnya dijadualkan buat rehat, eh malah ngadirin acara 3rd Islamic Book Fair di JX. International. Nggak lama-lama sih. Siang uda cabut karena lapeeerr, ngantuuuuk, trus ya buat ngerem kekalapan kalo uda ngeliat buku-buku diskonaaaann! Huuuhh! Hahh! Huuuhh.. Tahan kakaaaak..ada buku yang ngantriiih belom dibaca. Okeh. Okeh. *tarik napas* Aku nggak mau dituduh mendzalimi penulis gara-gara bukunya yang belum kelar daku baca. *buang napasss*

Lalu di hari kemaren dan di hari ini. Entah angin apa yang membawaku untuk mengulik salah satu bio tuiter adek angkatan waktu SD dulu. Di situ ada anjuran untuk blogwalking katanya. Yaudalah..aku berusaha jadi kakak angkatan yang sopan untuk menyambangi blog dia. Patut doong dia diapresiasi karena uda mulai ngeblog. Di blognya ketulis bagaimana motif awal dia ngeblog. Katanya siiih..keinspirasi dari beberapa blogger yang ku tau emang uda jadi seleb di dumay. *jangan pikir cuman si Raditya Dika aja loh ya!* Lalu aku beralih ke postingan dia yang laen. Aku nggak seberapa ditel juga sikh bacanya. Palingan kalo judul yang aneh, baru ciyusin bacanya. Sampelah aku pada judul "GAY?". Yaap, itu dengan tanda tanya men! Seakan-seakan menafsirkan ketidakpercayaan dan semacemnya dari adek kelasku itu. Di situ tertulis bahwa salah satu artis blogger yang ia kagumi, nyata-nyatanya adalah Geybong! Homo! Aaaakk!

Tentu saja! Tentu saja aku penasarun. Ya pastinyaaah..di otakku uda berjejeran nama blogger cowo yang ngondek. Hafuuuh..tapi tak baik aku berprasangka buruk. Ada baiknya ku tanyakan langsung kepada adek kelasku itu, sepertinya dia sudah melakukan investigasi terselubung. *yee..sama aja kalik din!*

Kami pun ber-dm ria, dan akhirnya terkuak sudah sapa blogger ngondek ituuuh. Weww! Rada nggak nyangka juga sih, walo nggak sesyok adek kelasku tadi. Aku nggak pernah folo di tuiter. Cuman yaa..pernahlah nyimak kicauan dia, ato baca tulisan di blog ato tumblrnya. Dia kan pernah meriahin acara wordisme pas taun 2011 apa gituuh. *ehhh, aku mulei spoiler kayaknya* haaaa XD

Tapi yang jadi kebingunganku ituuh.. Ya jujur sihh. Fenomena suka dengan sesama jenis adalah hal yang nggak pernah bisa aku cerna. Megan Fox masih seksih loh! Asmirandah juga cantik! Lalu kenapa masih ada manusia yang orientasi suka-suka-an-nya yang sama-sama punya titit? Oh Gosshh! Jadi bener tuh pelarangan tentang perilaku kaum Nabi Luth ini. Umh, okeh. Aku nggak mau nyertain ayat, ato ajaran dari agama yang ku yakinin. Tapi kalo dipikir tuh ya, kalo semua manusia di sini orientasi naksir-naksirannya kayak gitu. Dalam jangka 100 taun, kelestarian umat manusia akan punah! Karena susah buat ngadain keturunan.

Itu miriiiiissss tauk!

Fyuh..tapi yaudah, kadang ada jalan hidup orang yang nggak bisa kita tentang, susah buat kita ngerti. Karena mereka ngejalaninnya di luar kewajaran yang dianut masyarakat mayoritas. Aku juga nggak mau ngedukung mereka. Cuman ku akui, tulisan oknum blogger homo tadi enak dibaca, seger dan ngena'. Makanya banyak yang suka.

Oia, dari gosip-gosip underground dumay, akhirnya aku nemu akun pasangan geybong dari si mas-mas blogger itu. Di bio tuiternya ketulis gini: Cintaku padamu sebesar dosaku.

HNAAAHH LOOOHH??!!! (/ใธ\*)))

*aselinya judulnya itu rada spoiler juga siih* :p mueheheheehe

Thursday, June 6, 2013

5:06 AM - No comments

Flight Mode

Di temlen barusan, sempet heboh tentang pemukulan yang dilakukan salah satu pejabat dari Babel terhadap salah satu pramugari Sriwijaya Air, waktu hendak perjalanan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang.

Werrr. Agak miris. Miris banget malah! Karena sepahamanku yang jarang juga siiih naek burung besi, tapi karena baru-baru ini ngelakuin perjalanan jkt-sby.. Jadi boleeeh dooong ngomen dikiiitt.

Setauku yaa para pramugari/a itu sudah melakukan tindakan yang seharusnya. Seperti mengingatkan. Menegur. Toh juga ada pengumuman yang menyarankan untuk mematikan hape. Itupun berkali-kali pulak. Yakalo situ masih ngeyel ngerasa nggak diingetin, tandanya, kuping situ yang gufek emang! Apalagi menurutku, para penumpang di pesawat pastinya sudah punya tingkat pendidikan yang cukup baik dong. Masa iya sih nggak paham seberapa berbahanya?

Dan kalo sampe ada kejadian kayak gini. Nggak liat dia pejabat ato enggak. Masa bodo' kali yah. Ya berarti emang penumpangnya yang dudul. Edannya, sampe pake mukul pramugarinya segalak gara-gara tersingung. Nggak berprikemanusiaan sekalih. Itu dikejar-kejaaarr looh juga! Aihh, aihh.. Mentang-mentang situ mbayar?? Trus jadi seenaknya gituuh?? *eya ampuuun bapaaakk*

Nggak dong sayaaaahh!

Nah, di sini. Aku jadi bingung tentang fungsi flight mode pada handphone. Apakah sudah termasuk menyalahi aturan. Apa sudah benar-benar nggak berbahaya ato gimana. Kalo pun ditakutkan jaringan telpon seluler yang mengganggu navigasi pesawat. Umhh, pernah aku nyalakan modus pesawat tapi tidak dalam posisi naek pesawat. Dan emang sinyal operator yang kupakai, benar-benar tidak berfungsi. Kemarin, karena kupikir tidak apa-apa. Ku gunakan flight mode, dan aku lupa tidak mengecek keamanannya kepada pramugari. Ada juga temen-temen di tuiter yang ngeshare tentang flight mode seperti ini:
@tiastatanka replied: tampaknya sepele, tapi perlu disiplin ponsel off. u/ BB aku harus lepas baterai, krn kepencet dikit nyala :D *bb yg aneh*
@Don_kurniawan replied: kayaknya g ya kan sinyal radionya mati,tp g tau jg sih :),pengalaman LA-HKG-Juanda mode pswt aman :) Re: mode pesawat.
Ada forum yang juga sedikit mengulasnya: HP itu sebenarnya bisa mengakibatkan interferensi selama landing dan take-off saja. Karena sinyalnya bisa mengacaukan ILS - instrument landing system. Jadi kalau di luar negeri HP harus mati di bawah 10rb feet. Lama pesawat mencapai ketinggian 10rb feet itu berkisar 15-20 menit. Jadi selama itu pula HP/Tablet mesti mati. Di atas 10rb feet HP/Tablet bisa menyala pada FLIGHT MODE karena dengan mode ini Wifi bisa tetap menyala, dan banyak maskapai modern yang sudah menawarkan Wifi Onboard pesawat.
Semoga membantu. :))

Saturday, June 1, 2013

3:44 AM - No comments

LDIGHS

Keputusan besar terjadi pada menit-menit terakhir. Aahhh..begitu yang kurasain. Bermain-main dengan keputusan. Deal or no deal? Itu semacam pertaruhan. Bertaruh dengan keberuntungan. Pertimbangan ini itu. Dan prioritas segala macam.

Yang pada akhirnya..suka tidak suka. Aku kini duduk di bandara. Menunggu pesawat yang akan menjemputku sebentar lagi. Itu pun dengan delay sekian jam.

Tapi. Yang pasti aku katakan di sini..

"Wahai, Bogor. Aku dataaaang iniiih lohh!"

Friday, May 17, 2013

3:46 PM - No comments

20.00-04.00

Setelah semalam tidur dengan setumpuk mood yang kurang bagus. Yang akhirnya terkalahkan dengan ngantuk yang cukup manusiawi. Bangun dengan melihat pagi yang basah karena semalam hujan rindu mencium bumi.

Hey. Hey. Ayo semangat! Sudah puas kan dengan tidur 8 jam? Karena mungkin, di hari-hari biasa, jarang sekali bisa tidur dengan durasi seperti itu.

Hey. Hey. Ayo semangat! Semangat berwiken. Semangat nemenin @gayeih nyariin kado buat Jihan, sepupunya yang mau ultah. Semangat ngurusin reuni untuk korda Surabaya bareng @chitynana. Dan semangat cari charger baru buat 'tab-yang-dipake-rame-rame' ituuuu. *oooh..jadi sedih lagi* :'(

Yaudin deh. Pokoknya semangat aja dulu. Masalah hasil biar jadi urusan belakangan kali yaa.

Ayo semangat! Ada secangkir teh hangat menunggumu!

*Dan Mbok Darsih yang menunggu jamunya untuk dibeli. Hehehe.

Thursday, May 16, 2013

4:38 AM - No comments

Tips Meminum Teh Hijau


Dapet info sederhana dari sini. Cekidut!
  • Biarkan teh hijau sampai larut dalam 10 menit. 
  • Teh hijau mengandung sedikit theine (mirip kafein dalam kopi). Bila Anda ingin mengurangi kadarnya, celupkan teh hijau ke dalam sedikit air panas selama satu menit, buang airnya. Celupkan lagi teh hijau tersebut ke air dalam cangkir yang ingin Anda nikmati. 
  • Jangan mencampur susu dengan teh hijau. Susu dapat menetralisir efek teh hijau. 
  • Hindari meminum teh hijau setelah makan. Teh hijau dapat mengurangi penyerapan zat besi di dalam usus.
*Potonya nyolong dari sini.

Sunday, May 12, 2013

8:35 AM - No comments

Deeply Conversation Part 2

Masih dengan tema sama seperti sebelumnya. Lanjutan dari Deeply Conversation Part 1

Sampai juga pada pembahasan yang mungkin sudah sangat sering dibahas oleh perempuan seumuran kami.

Kak Naimah membagi ceritanya itu ketika ku tanya tentang kisah asmaranya. Sebagai perempuan normal yaa..pastinya lah kami semua ingin berhenti pada suatu dermaga itu. Kak Naimah pernah juga bertemu beberapa. Tapi terkait pertimbangannya, yang menurutku sih wajar. Kenapa sampai saat ini dia belum memutuskan harus berlabuh pada siapa. Keluarganya pun pernah mendesaknya, tapi tidak sampai memaksa juga sih. Hehe.

Aku, Isna'ah dan Kak Naimah sepakat. Kami tidak bisa mentolerir lelaki yang bekerja berkaitan dengan bidang pelayaran. Mungkin karena kami sama-sama memiliki kesamaan. Kami terbiasa mandiri di saat ini. Banyak melakukan aktifitas sendiri. Jadi wajarlah, jika suatu saat kami akan lelah dan butuh penopang. Bukan malah menikah, menemukan hal yang sama saja pada saat masih melajang. Lalu, menikah itu tujuannya apa jika masih saja melakukan ini itu sendiri. Dalam segi umur, Kak Naimah dan Isna'ah sama-sama kompak ingin memiliki pasangan dengan usia yang lebih dewasa. Aku juga. Kami pun termasuk front yang menolak keras menjalin hubungan dengan berondong! Hahaa. Cuman, untuk usia yang sebaya, aku masih bisa mentolerir. Karena kadang bernegoisasi dengan lelaki sebaya terbilang mudah dan malah bisa satu pemikiran. Sayangnya, mereka berdua tidak.

Kak Naimah pun menanyakan kehidupan pribadiku. Ya tidak adil dong jika hanya mereka berdua yang bercerita. Aku pun menceritakan sekilas beberapa orang kandidat yang sempat tereliminasi. Hehe. Aku juga menjelaskan. Untuk kriteria, aku tidak sampai menekan harus bagaimana memang. Tapi ketika satu orang muncul, lalu aku mempelajarinya. Kadang, ada satu kendala dari orang tersebut yang tak bisa aku tolerir. Dan menurutku *lagi-lagi ini penilaian tunggal dariku* aku memang tak bisa melanjutkan ke tahap yang lebih serius. Silahkan katakan aku pilih-pilih. Tapi hargai juga bagaimana ikhtiarku ini memang sebagai pilihan, demi kebaikanku. Menikah bukan karena desakan sosial atau usia. Tidak harus yang sempurna. Bukan melulu dengan label baik dari sekedar tampilan luar. Melainkan yang memang sesuai dengan yang kubutuhkan. Dan semoga itu atas restu Allah.

Kak Naimah sempat melemparkan pertanyaan kepada kami, sampai sejauh mana perempuan harus berikhtiar. Aku tak bisa menjawab. Tapi alasan kenapa perempuan tidak selalu menjadi pihak yang pasif adalah; dunia ini sudah sangat sedemikian kompetitifnya. Banyak sekali lelaki hebat, banyak juga perempuan yang tidak bisa disepelekan entah outer/inner beauty-nya. *ketika berpendapat begini, sepertinya bumi memproklamirkan menjadi planet yang menyeramkan untuk ditinggali ya?* Hahaaa.

Celetukan Isna'ah yang menyebut bahwa sekian orang yang ku eliminasi tadi adalah out put dari pondok pesantren. Ya. Memang benar. Bahkan dari tingkat pendidikan mereka bukan lagi mengejar gelar Sarjana lagi. Ah ya..kata Isna'ah itu juga mungkin pengaruh dari pergaulan kita. Lalu aku juga berpikir. Mereka yang sudah tereleminasi itu..tidak perlu aku khawatirkan dari segi agama. Tapi. Tidak menutup kemungkinan. Jangan-jangan..nanti malah aku dipertemukan dengan orang awam soal agama. Dan aku jadi kerepotan. Haha. Ehh, ehh seorang teman virtual yang chatting di malam itu juga sempat menasehatiku begini: "Kita nggak perlu takut Din sama apa yang kita belum tau". Ya sih bisa jadi. Hehe.

Aku nggak punya konklusi apa-apa. Mungkin setelah malem itu kami akan menjalani hari dengan rangkaian aktifitas seperti biasa. Rutinitas seperti biasanya. Isna'ah dengan kegiatan jual beli tiketn pesawatnya. Kak Naimah bersama murid-murid dan cara uniknya mengajar. Lalu aku. Masih dengan dunia perkertasan. :)

Tapi. Setidaknya. Ada yang melegakan. Ada pemikiran baru tentang hidup yang selanjutnya. :) Ya. Aku masih perlu belajar banyak. Perlu bersyukur lebih sering.

Thats why I love this-unplanned-girls-talk. Maybe you just entrust your problem to their head for a minute. But. Dont you know? When you take it back from them, your problem is easier than firstly you get! :D

*nulisnya sambil liatin Lenka konser. Walo bisanya cuman lewat layar tipi. But I'm enjoying the show! ;)
Dan mengutip dari lirik lagunya yang selalu catchy itu:
"I feel.. I just need someone to say everything's okay."

Saturday, May 11, 2013

6:01 PM - No comments

Deeply Conversation Part 1

Yaaa..gitu deh. Kalo ketemu temen. Aku seneng banget ngobrol. Dengerin cerita mereka. Dan kadang nyelipin kisahku yang sekarang ke mereka.

Topik pembicaraan kami, ya karena kami sudah berumur segini, bukan lagi ngobrolin pelajaran apa yang paling susah. Guru mana yang paling enak ngajarnya. Masa-masa itu sudah lewat. Jadi obrolan kami sedang seputaran kerjaan, kesibukan kami yang sekarang.

Oia. Kalo yang semalem, aku ketemunya bareng temen-temen zaman pondok dulu. Temen-temen seangkatan emang masih dibilang cukup solid lah. Ya selama masih ada kontek yang bisa dihubungi, atau rumah yang bisa dikunjungi.

Sebenernya semalem itu kami ngumpul buat ngebahas reuni. Temen-temen cowo uda pada bubaran. Tapi yang cewe masih tetep nerusin obrolan sampe tengah malem di balkon rumah Isna'ah. Hihi. Dia emang jadi tuan rumah yang baik pada kumpul kali ini.

Sebut saja Naimah. Ya emang itu nama aslinya! Haha. Tapi aku manggil dia pake sebutan kakak. Sebagai penghormatan, karena usianya yang lebih tua. Dari obrolan ngalor ngidur kami yang acakadut itu. Sampailah pada pembahasan masa-masa sulitnya waktu di pondok dulu. Hal yang nggak aku tau! Yap. Itu wajar, karena kami nggak satu geng. *okeh..walo kami seangkatan, jumlah kami sangatlah banyak. Itu yang menjadikan kami punya satu atau dua kelompok temen yang bisa kami percaya* Ternyata kak Naimah mengalami masa kesulitan ekonomi di detik terakhir Niha'ie. Tak dapat dipungkiri. Biaya Niha'ie memang besar, itulah yang juga mendukung kelulusan kami. Sampai-sampai waktu itu, dia sempat berpikir untuk berhenti saja. Agar dia bisa membantu perekonomian keluarganya. Sayang, keluarganya tak mengindahkan keinginannya itu. Beruntung jugalah, Kak Naimah memiliki teman-teman geng yang baik, yang peka dan siap membantu permasalahannya itu tadi.

Pada sesi ini, aku berkali-kali minta maaf karena dulu tidak tahu menahu tentang persoalan yang menimpanya. Baiklah. Tiap orang pasti punya beban dan masalah masing-masing. Yang mungkin tidak perlu di-expose hingga sedemikian rupa.

Balik lagi. Kak Naimah juga bercerita sedikit tentang kuliahnya. Ya. Dia masih menyelesaikan S1 Bahasa Inggris di UT. Lantas tentang pekerjaannya. Dan bagaimana perjuangan dia survive di Surabaya ini. Awal-awal yaa..keadaannya ngenes juga. Ya bayangin dong. Idup di sini tuhh..kalo nggak ada sanak sodara yang bantuin, emang repot. Biaya kos kan lumayan. Belum makan. Belum transport! Yang jadi masalah dan paling boros itu yang terakhir. Kalo tempat tinggal, kak Naimah sempet nebeng sodaranya. Kalo makan sihh, kalo menurutku ya bisa juga lah diirit-iritin. Tapi yang namanya transport. Susah sekali dihemat. Kak Naimah juga uda bosen harus ngerepotin temen ato sodaranya buat ditebengin antar jemput sana sini. Sampe kejadian paling ngenes. Waktu itu dia rencana mau balik ke Madura dari Surabaya. Nunggu di Suramadu, ternyata nggak ada yang bisa jemput. Padahal itu Maghrib-magrib. Jadi ya terpaksa. Atas nama kepepet. Kak Naimah modal kepepet nebeng mobil Ambulance! Haha. Mana itu bekas bawa mayat lagi. Kereeeeen. Aku sampe ngakak nggak percaya.

Itulah..yang bikin dia mikir kepengen punya motor. Mungkin bisa menghemat keuangan. Dan nggak ngerepotin orang lain. Apalagi kalo punya sendiri kan lebih fleksibel dong ya.

Jadi. Tiap dia pamit pergi dari Bangkalan ke Surabaya. Selalu dia minta doa ke Ibu ato sodara-sodaranya. Supaya dia bisa segera punya sepeda motor. *ehhmm..mungkin kalo orang lain bisa aja minta, maksain seenaknya, nuntut ke ortu. Tapi yang diminta kak Naimah hanyalah sebait doa tulus dari keluarganya. Dan itu terjawablah! Akhir taun kemarin, dia pun akhirnya bisa membeli sepeda motor. Walo hasil pinjaman sana sini. Entah bantuan dari sodara dan keluarga dekat lainnya. Tapi itu pastinya sudah harus disyukuri dong ya. Karena begitu mudahnya kak Naimah mendapat bantuan dari mereka. Hmm.. Emang Kak Naimah ini solehah. Walo orangnya rame dan selalu happy, tapi solatnya bagus. Itu sebabnya Allah ngasih jalan buat dia. Ngasih kemudahan. Yang sebelumnya dia harus menjalani hal yang cukup keras dalam hidupnya terlebih dulu.

Aku juga salut waktu dia cerita tentang imbalan dari sedekah yang dia berikan ke seseorang. Bahwa kalo sedekah itu nggak usah nunggu keikhlasan. Ikhlas nggak ikhlas masalah belakangan. Yang penting ngasih aja. Toh ketika orang yang kita kasih bahagia atas pemberian kita, Insya Allah pahala kita uda dicatet. Hehe. Kak Naimah uda kayak Ust. Mansur ajayaaaa. Haha.

Oia. Ada lagi yang kuambil hikmah dari kisah hidup dia. Bagaimana dia begitu tenang kalo lagi nyasar muterin Surabaya. Prinsip dia pas lagi nyasar gitu, cukup tenang, dan nganggep itu suatu pembelajaran kalo nantinya ada keperluan buat ngiterin jalan situ lagi. Yaa..semacem referensi apa kali yaa. Memperluas ilmu jejalanan Surabaya. Hahaaa.

Truuuusss..ada lagi yang menarik. Kak Naimah percaya banget sama apa yang keluar dari alam bawah sadarnya itu bakal terwujud, bakal kejadian beneran. Misalnya nih ya. Dia itu kepengen banget masuk ke Toga Mas Dipenogoro, tapi waktu dan entah faktor lainnya, yang membuat dia selama ini hanya bisa melewati jalannya. Tanpa sempat berkunjung. Ehh, ternyata ada acara kunjungan apalah gitu di sekolah tempat dia ngajar. Akhirnya terwujud, dia berkesempatan ke sana. Dan yang sekarang. Keinginan yang terdetik untuk saat ini. Dia ingin sekali mengajar di sebuah universitas cukup oke di Surabaya. Coba tebak! Dia pengen ngajar di Unair! Haha. Gegaranya dia sering ngiter-ngiter situ. Gile ye.. Padahal sarjana aja belum, uda pengen ngajar mahasiswa aja! :p hahaaa. Tapi pas tidur sebelahan, aku ngeliatin mukanya yang kelelahan itu. Aku mengamini keinginannya. Semua keinginannya supaya terkabulkan. Amiin. :)) Termasuk keinginannya untuk menikah taun ini.

OH YES! Kami membicarakan hal keramat itu juga. :D

OH NO-nya! I hate to write the long story in my blog by using mobile phone. Sering kena limiiiit kalo nulisnya banyaaaak. Aaaaakkk!

Oke. Calm down beybi. I wanna continue this deep conversation at the next post yaaa. :D

Thursday, May 9, 2013

6:40 AM - No comments

Mikirin Kopi, Eh Mikirin Teh


Iyuh. Saya deklarasikan di sini bahwa si aku sangat suka sama teh. Nggak paham asal muasalnya gimana. Apa ini bawaan gen. Entah. Yang pasti sih..Ibu saya suka sekali ngeteh. Pagi-pagi uda ngeteh. Pilek dikit, ngeteh. Ujan-ujan kedinginan, ngeteh. Jadinya aku ketularan sukak deh. Terserah mau teh dengan wangi apa, varian apa, tapi pas Ibu bikin rasanya nggak seberapa manis yang bikin eneg. Rasanya pas-pas aja. Apalagi sekarang, Ibu kan lagi tahap membatasi gula. Jadi rasa tehnya cenderung makin menghambar. Tapi tetep aku minum kok. Nggak peduli sama rasa, aku cuman suka sama teh. Teh yang anget. Dan wangi pastinya. Titik.

Karena nggak pedulian itu. Aku juga suka sama teh ijo yang walo dikasih berapapun skop gula. Tetep lah ya, si ijo ini teteeep berasa pait. Ya sihh, dulu mungkin imbas dari pengen menyempitkan ruang lemak di tubuh. :p Banyak promo tentang manfaat dari nyeduh teh ini. Tapi ya lama-lama, dan bertahun-tahun..tetep suka teh ijo yang jadi menu wajib di pagi hari. Sekarang mungkin alasannya lebih ke kesehatan sih.


Pengetahuan tehku juga nggak banyak kok. Tau-taunya cuman minum teh herbal kayak rosella sama chamomile. Teh celup yang melati yaa pernah lah. Bingung juga kalo disuruh ngebedain teh item sama teh merah. Emang mananya sih yang beda kalo warnanya sama gelap-gelap gitu? Tapi kata temenku, teh kalo dicampur mint ato buah rasanya enak. Aku pernah sih nyampurin teh celup sama potongan stoberi. Yaa enak juga. Manis-manis asem. Tapi yaudalah, nikmatin aja. Hehe.


Dan hari ini. Nggak biasanya aku minum teh ijo siang-siang. Apa pasal? Iyooo, sepagian tadi rela berkorban ngejar sarapan gratisan di Kampoeng Roti. Huahaha! *teteeep lah yaa, pemburu diskooon* Jadi, malem sebelumnya janjian sama Mba Endang dan Mas Sis. Nyobain promo free breakfast di sana. Jelasnya, dengan cuman bayar sepuluh rebu rupiah ala Endonesah..kamu-kamu uda bisa nyemilin roti donat dan ngopi-ngopi sepuasnyaaah! Yup, ini berlaku di jam sarapan cyiiin..dari jam enem sampe jam sepuluh pagi.

Di sana, kita pesen minum. Aku, Mba Endang milih wedang jahe. Mas Sis, Mas Manto pesen kopi susu. Aku ngabisin 3 potong donat seharga tiga rebuan. Mba Endang juga gitu. Kalo Mas Sis malah sadis. Ngabisin 7 biji! Gilak! Laper, apa lagi perbaikan gizi syik?? :p


Eh, eh. Tadi itu juga ada kejadian lucu. Sebelum Mas Sis masuk karna masih markirin motornya. Para pramuniaga di Kampoeng Roti pada bebisik heboh gegara ngeliat kedatangan Mas Sis. Aku sih yaa ngakak dalem ati. Caelaaa, si Mbaa..tau aja yang bening-bening. :p Huhuuuyy! Yaa emang ganteng sih temen kerjaku ini. Awal-awal juga aku sedikit terseponah waktu masuk kerja. Berhubung seiringnya waktu, yauda biasa-biasa aja sihh. Emang ganteng, cuman yaa gitu. Uda bukan hal yang luar biasa lagi. Jadi, intinya..cowo ganteng nggak bakalan awet juga dengan kegantengannya. Pasti ntar ada masa kadaluarsanya jugak. *hlah, ngebahas kadar kegantengan toh inihh?* :D

Okeh. Balik ke yang tadi lagi. Aku emang nggak ngasih kode ke Mas Sis tentang tingkah Mba-mba pramuniaga tersebut. Ehh, tapi dengan hermannya aku. Mas Sis nyempetin muji-muji hyena yang dipake Mba bersangkutan. Wadyaah..Mas Sis nyebutinnya bukan hyena pulak, tapi tato. Yak! TATOO man! Alhaseel, makin terpusi-pusi lah si Mba. Huahahaha. Untuk yang ini aku beneran ngakak. Sampe bikin kenyang. Donat terakhir yang rasanya keju cokelat, dengan penuh perjuangan sekale meludeskannya. Aaakk! Eneg. Dan bikin kenyang. Mungkin perutku semacam nggak terbiasa sarapan pake donat-donat manis gitu. :| Selamet tadi nggak minum kopi, malah bisa bikin kaco perut ntar takutnya.

Dirasa cukup, kita buru-buru balik. Yap! Kita nggak libur hari ini, Mboook. Masih ada kisah kelanjutan deadline kemaren. Selamat ngeteh! Mari, angkat cangkirmu!


Source: depositephotos.com
Ah, iya. Baru nyadar. Hestek iklan dari salah satu produk teh Nasional juga menarik. Mari bicara. Ciyeh.. Segitu angetnya teh, pengen memperbaiki hubungan manusia. *yaiya sihh..itu demi iklan, demi lakunya suatu produk* Tapi walo bagaimanapun..itu kan manusiawi ya. Yang hanya dari seruputan teh, bisa membangun komunikasi yang lebih erat antar manusia.

Wednesday, May 8, 2013

5:54 AM - No comments

Mind(less)

Di antara ke-hectic-an ruang kerja ini, yang notabene para pembuat peta, ngukurin jarak satu kota dengan kota lainnya hanya pake ukuran senti, pengindex, dan tukang ngeprint kayak aku. Uda mulai kebanyakan ngilang kadar konsentrasinya! Huahaha. Eh, bener..deh. Beneran loh!

Kalo temen-temenku mungkin lebih ke verbal. Mereka ngeluh kalo capek, pengen istirahat. Tapi kalo aku? Lebih ke non verbal, langsung ke reaksi motorik. Ya masa' sih, ada 6 lembar kertas A3 sama 3 lembar kertas legal, gagal semua proses printingnya?? Ngaco banget kan?!

Woleeesss, Din.. Woleeeesss aja sihh. Ngehehehe. Sekarang-sekarang ini tetiba ngerasa hampa sejenak *caelaaa* Yaa gemana doong yaa.. Kerjaannyaaa itulooo rempong sebenernya. Tapi nih, aku lagi nggak dapet kerjaan yang paling enggak bisa nampakin lagi sibuuuk lah.. Yakan paling enggak?? *iyoo, pencitraan seeh* Masa' iya jadi tukang operator inet sama ngeprint ajaaa?? Kerjaan resmi sih ada, bikin poster. Poster bunga anggrek. Ehmmm..tapi saya ndak sukaaa. I'm not into it beybeeeh :(

Aku nggak akrab sama dunia per-anggrekan. Nggak pernah punya tanamanannya. Nggak apal jenis-jenisnya, ininya itunya anunya. Apalagi ini garapannya anggrek jenis hibrida. Ishhy! Buta sayaaah. -_- Terutama poster, yang walopun penampakannya emang cuman selembar, tapiiiih..nyari inspirasi desainnya ituh bikiiiiiiin.. Alamaaaakjang! Senior-seniorku gape banget bikinnya. Bisa bagus-bagus gitu. Malah poster-poster yang bertebaran di dunia ayam nih kalah keren! Suwer!

Yaa..terusss mesti pegimaneee duoooongs? Hehe.

Bentar, bentar deh. Saya fokus ngeprint dulu ajah. Ini urgent sekaleee soalnya. Atlas dengan 134 halaman. Dikali 4 eksemplar! Ditunggu hari Sabtu buat dikirim. Jumat pastinya harus kelar dong? Iyaph! Dan taukah? Sebelum diprint itukan mesti dikoreksi dulu perlembar. Makanya, berasa jobless gegara nunggu proses editing yang cukup lama itu.

*sambil nulis ginian ajah, mesin printnya juga kerajinan! Pengen ngeprint sampe 16 lembar muluuuk dahh! -_-" Maunya apa sih kamu cyiiiiin? iye..iye..tau. Print juga manusia. Kalo rewel, bikin repot. Makanya perlu disayang-sayang. Dimanja-manja. Rawrrrrrrrr...

Monday, May 6, 2013

7:33 AM - No comments

Miranda Kerr's Diet Secret

Oh, wow! Luckily I just find what Orlando Bloom's wife diet is like on an average day.

And yes! She spilled her diet secret to us. A typical daily diet if she's home is:

Breakfast:
* Fresh fruit salad with yoghurt and muesli
* 2 x Rye toast with avocado and boiled eggs
* Water with lemon and ginger
* Cup of green tea
Pecans, almonds and walnuts to nibble on for morning tea (sometimes roasted in tamari)

Lunch:
Fresh tuna salad with spelt crispbreads
Water with lemon
Dandelion Tea

Piece of fruit or nuts for afternoon tea.

Dinner:
Either a salmon steak or other fish or Lamb Loin chops or a piece of steak with veges or salad.
She doesnt eat a lot of potato, but she eats heaps of greens and sweet potato and pumpkin roasted.
Cup of Green tea with ginger.
Hope this helps.

Source: Kora Organics.

Tuesday, April 30, 2013

4:57 AM - No comments

Saiyo*

Mata beningnya mulai kelelahan. Oh, tidak. Bukan mulai. Tapi sedari lama sudah lelah. Lelah melawan cahaya di hadapannya yang berkedip-kedip itu. Baginya terlalu menyilaukan. Ia menelungkupkan wajah. Memindahkan bebannya di atas meja. Walau tetap saja, bebannya masih terasa di kepalanya. Berat. Hatinya lirik berbisik.

Seharusnya, ia menyalakan kembali lentera di sepanjang relung miliknya yang tersembunyi. Tapi. Seharusnya juga ada seseorang yang menyaksikan, bagaimana ia dengan penuh kehati-hatian menjaga nyala lenteranya agar tak meredup sepanjang waktu.

Ini sudah penghujung April. Sisa-sisa titik hujan di jendela semalam, mulai mengering..

*nama warung tempat makan malam ini..

Monday, April 29, 2013

7:27 AM - No comments

Anaknya Ebiet. G. Ade

Mata berasa di lem seharian ini. Emh, nggak seharian juga sih. Sesi pertama sebelum istirahat, masih jos-jos aja. Eh, abis istirahat, ya mungkin efek makan siang juga kalik, langsung deh teler-ler. Mata nggak bisa dikomfromiiiih lagi. Padahal lagi ciyus ngeprint atlas IPS. Hwrrrrrr...

Ini gara-gara semalem neh..pulang kemaleman abis nonton perform Adera. Hehe. Benernya sih jam sembilan Aderanya uda kelar nyenyong. Yatapi aku masih ngider-ngider bareng Tinton. Duduk-duduk di food courtnya Granci bentar.

Ehh, ya kok bisa sih tetiba ngefans sama anaknya Om Ebiet ini??

Umhh..ceritanya tuhh, ceritanya simple aja sih sebenernya. Hehe. Di tempat kerjaku kan sering mantengin salah satu stasiun radio Islami. Nah, radio ini emang nggak cuman nyetelin lagi-lagu Islami doang, sesekali lagu pop, barat dll. Nah, termasuk lagunya Adera ini, yang judulnya "Lebih Indah" itu. Jadi, aku lebih dulu tau lagunya daripada penyanyinya. Haha. Lagu "Lebih Indah" ini kan emang easy listening banget kan? Nggak ngebosenin deh pokoknya kalo didenger berulang-ulang.

Selang beberapa waktu gitu..itu dalam keadaan masih belum tau penyanyinya loh. Aku sempet liat iklan yang nyebutin sapa penyanyi lagu tadi. Yaudin, aku gugling, yutubing vidclipnya, trus donlot lagunya *haha, nggak modal banget yaks eykeeh* Eeh, di infonya itu kecantum kalo dia anak dari Om Ebiet. Wuiiiih, fantessaaan. Emang buah ngegulundung nggak jauh-jauh dari pohonnya. Hehe.

Kalo dari yang kuliat di kanal dia di utube, si Adera ini emang jago metikin gitar kayak bokapnya! Trus, yaa emang sihh..dia banyak versi nge-coverin lagu-lagu orang. Lagu-lagu dia emang bisa keitung, tapi hampir ngehits semua kok. Baru aku tau yang lagu "Terlambat" itu, dia juga yang nyanyi toh. Aku kira itu lagunya Vidi. Hehe. Kalo lagu-lagu dia yang melankolik, ya maap sih, aku nggak seberapa suka. Dan ternyata aku emang telat banget jadi penikmat karya-karya Adera. Pasalnya, lagu Lebih Indah itu uda kepasang dua taun lalu di utube. Hehe. Ya mohon dimaapken laaaah. Yaaah..seenggak-enggaknya, Tuhan masih memberikan kemampuan kepada saya untuk lebih peka sama lagu-lagu bagus. Haha.

Karena jadi intens dengerin lagunya semingguan ini, secara sengaja aku liat jadwal perform dia. Ehhh, ternyata..wiken kemaren dia ada jadwal di Surabaya! Waaah, saya sangat surprise sekaleeeeh. :D Makanya langsung kontek sepupu, kali-kali aja dia juga suka sama Adera dan mau nonton juga. Eeh, ternyata dia suka, trus mau banget malah diajakin ke Granci. Yes. Yes! :D

Dan di detik-detik terakhir itu, sepupuku malah dapet kabar kurang baik tentang kesehatan ibunya. Jadi dia pulang di hari itu juga. Untung masih ada temen yang bisa diajakin, walo dia nggak seberapa paham sama Adera dan lagu-lagunya. Hehe.

Kami nikmatin perform Adera di tempat yang kurang syip. Haha. Dari lantai 3. Ya ketinggian cuuuy. :p

Trus, trus..turun deh ke lantai 2. Masih teteeep! Nggak keliatan mukanya. :(

Haissh..yaudalah. Kami akhirnya turun lagi. Dan dapet di samping backstage. Huhu. Yatapi masih lumayan lah daripada dua tempat sebelumnya. :D

Pada performnya di Granci semalem, Adera sempet cover lagu Glenn, Chrisye, sama Christina Perri. Trus ngebawain lagu-lagu dia sendiri kayak Terlambat, Melewatkanmu, dan lagu pemungkasnya yakni Lebih Indah. Mungkin dia juga nyanyi Melukis Bayangmu, yaah..tapi berhubung saya masih amatir sebagai penikmat lagunya, jadi nggak ngeh yang mana aja. Haha. Penampilannya juga dia kasual banget. Kemeja dongker dengan lipitan merah di sekeliling lengan dan lehernya, dipadu celana jeans dan sepatu kets warna cokelat. Kalo muka sih yaa..dia mirip bokapnya lah yaa..tapi yang ini versi muda. Hehe. Cakepnya sih yang wajar-wajar aja, posturnya juga nggak tinggi-tinggi banget kok. Tapi kalo diamati sekilas, Adera ini mirip Sammy Simorangkir deh. Ya nggak sih?? Moga aja bukan cuman aku yang ngerasa begitu. :s

Nah, seperti biasanya lahh..kalo acara-acara kayak gini yang paling rempong dan rada *uhuk!* norak, pasti para fans yang gadis-gadis. Kompak bener kalo uda nyanyi, tereak, tepuk tangan. Weeess. Hebyoooh to the maaaaxx! :D Palagi pas Adera *disempetin kayaknya buat naekin pasaran* ngaku kalo dia masih jomblo. Udaaah. Yang cewe-cewe pada histeriiiiss aja gituuuu. Haha. *kayak yang bener aja kamu, Duuuun* :p

Kesimpulannya. Yaa..apa ya? Hehe. Dibilang puas sih yaa biasa-biasa aja kok. Yang lucunya ini kok kenapa pas saya lagi getol-getolnya bin ciyus nyimak lagunya, ehh..dia-nya lagi ada jadwal di sini. Pas banget deh pokoknya! Dan yaa..satu lagi. Semalem itu emang free kok acaranya. Haha. Ya makanya, itu yang dicari! Pantesan kenapa sampe dibela-belain buat liat idung dan kacamatanya Adera. Naah, seharusnya ini yang dicantumin di awal. Alesan kenapa sampe repot-repot nongtong! Huahaha.

Ya, emang siiih..Adera masih kalah ngetop sama Afghan, Vidi, Calvin Jeremy ato Petra. Tapi menurutku, si Adera ini kreatif. Kreatifnya itu mandiri. Bukan hasil dari dapet bantuan orang lain kayak ngaransemen lagu, bikin lirik, konsep vidclip semacemnya. Mungkin coba cek vidclipnya tuh. Pasti unik, dan juga konsep vidclipnya keren. Ya pokoknya beda lah, dan keliatan banget dia ngebangun kariernya bener-bener dari kemampuan dirinya, bukan sekedar nebeng nama tenar dari Ayahnya. *ngahahaha. Sayaaaa ini sotoy sekaleee sepertinya ya :D

Terakhir. Yaah, kayak di postingan orang-orang semacemnya aja deh. Klise. Moga Adera..moga dia..bisa poto bareng sama aku ntar! *hlooooh??* *bukannya ngasih statemen moga sukses karirnya, konsisten dalam bermusik dll. :p

Tuesday, April 23, 2013

5:54 AM - No comments

Al-Fadlu Lil Mubtadi, Wa In..

Dengan sengaja, aku memeriksa inbox emailku tadi pagi. Sepertinya.. sepertinya sih aku pernah ada tanggungan. Ehmm..apaa ya? Kira-kira sebulan lalu mungkin. Dan ya, benar saja! Hampir lebih sebulan lalu, Om-ku mengirim email dan memintaku membuatkan logo sebuah musholla yang disertai contoh. Langsung kurespon saat itu juga. Bahwa tak bisa menjanjikan akan mengerjakannya dengan cepat. Karna, kalau tidak salah itu bertepatan dengan instruksi lembur untuk atlas tematik.

Hmm..karena aku sedang bosan bermain-main dengan data, jadi aku memilih mengerjakan logo pesanan Om saja hari ini. Hehe *jangan ditiru ya adek-adek :p

Proses pengerjaannya, yahh..berhubung aku masih level amatir. Jadi butuh berjam-jam lamanya. Proses menentukan font yang akan kugunakan. Karena memang tidak mungkin aku meniru contoh yang dikirimkan Om tadi. Kali ini aku menggunakan Illustrator. Karena cuman itu yang bisa aku gunakan jika berurusan dengan font Arab. Warna ku pilih warna merah dan hitam, warna yang aman menurutku. Toh, jika Om tidak cocok, nanti bisa diganti. Sekiranya sudah fix, kuformat ke Jpeg dan segera ku kirim ke email beliau. Tapiii..tapi, bagaimana ya kalau ternyata logo yang sudah ku buat tadi kurang berkenan di hati Om? Atau jangan-jangan, ada orang sudah membantu Om karena aku terlalu lama? Hrrrr... :( Yasudalaaah.

Yaah..memang benar. Bikin logo itu tidak mudah. Kata Bos sih begitu. Mungkin semacam logo sesimpel huruf A, atau lambang dari Apple saja deh. Keliatannya semua orang mungkin pasti bisa membuatnya. Orang berpendapat mudah, karena logo atau lambang tadi sudah tercipta. Tetapi bagi pencipta? Pemula? Pelopor? Mereka tidak mengatakan itu mudah. Apalagi jika ide pembuatan logo tersebut masih tersimpan di kepala. Yang menyepelekan itu hanya bisa-bisanya para plagiat.

Jadi keinget suatu pepatah Arab waktu masih mondok dulu, bunyinya begini: "Alfadlu lil mubtadii, wa in ahsana al-muqtadi". Artinya, keutamaan itu dimiliki para pemula, meskipun lebih bagus ciptaan yang mengikutinya.

Ah, yaa. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidur lebih cepat dan bangun lebih telat. *hlooooh* Hehe. Bangun lebih awal lah sebisa mungkin. Ini dilakukan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi orang sepertiku. Aku tak ingin punya mata panda. Mata dengan lingkaran hitam dan berkantung seperti panda. :)) Nite..nite!

Saturday, April 20, 2013

4:41 AM - No comments

Darinya, Saya Belajar.

Jauh sebelum aku bisa memahami isi surat yang dibawa Kartini, di keluarga Ibu, sudah terdoktrin bahwa perempuan harus mandiri. And grandma, she's gonna be my Kartini in real life. Allaahummaghfirlaha warhamha wa 'afihaa wa'fuu 'anha.

Mbah Rahma, merupakan sosok perempuan tangguh bagi keluarganya. Penghasilan satu-satunya hanya bersumber dari gaji suaminya, Mbah Syamsu Allaahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fuu 'anhu. Dan itu dianggaplah kurang jika harus memberi makan 7 orang anak-anaknya.

Terlebih lagi. Mbah Syamsu masihlah berpikir bahwa anak-anaknya yang kebanyakan perempuan itu tidak perlu bersekolah tinggi-tinggi. Karena dipikirnya, nanti pun kalau dewasa, pastilah anak-anak perempuannya hanya berurusan dengan dapur dan mengurus anak saja.

Tapi tidak bagi Mbah Rahma. Beliau malah berkeinginan supaya anak-anak perempuannya bisa mandiri. Beliau ingin anak-anak perempuannya tidak bernasib seperti dirinya di masa itu. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkan hal tersebut, adalah dengan menyekolahkan mereka. Oleh karena itu, mau tidak mau mau, Mbah Rahma harus memutar otak bagaimana caranya ikut menopang keuangan keluarga. Beliau menjadi entrepeneur dadakan tanpa perlu ikut seminar usaha yang jadi tren seperti sekarang.

Dimulai dari toko kecil-kecilan. Tidak. Bukan toko dengan etalase. Tapi hanya satu lemari kaca yang berisi barang-barang jualannya. Selayaknya orang yang berkecimpung di dunia perbisnisan, Mbah pun pernah mengalami kerugian. Beliau pernah ditipu salah satu pembelinya. Entah berapa nominalnya, aku tidak tau.

Tapi, itu tidak langsung menyurutkan Mbah untuk tetap berusaha. Beliau pun berjualan asam. Ya. Asam. Di dekat rumah, ada beberapa pohon asam yang tumbuh bebas dan jumlah buahnya cukup banyak. Kadang berjatuhan malah. Biasanya pagi-pagi setelah Subuh, beliau melakukan ritual yang disebut "nyande' accem", ato jika dibahasa Indonesiakan menjadi memunguti buah asam. Mbah sendiri yang telaten memprosesnya. Mulai dari memisahkan buah asam dari kulitnya, mengulitinya lalu menjemurnya, untuk kemudian ditimbang dan dijual.

Mungkin terdengar sepele ya tentang perdagangan buah asam ini. Tapi lihat. 7 anak-anak Mbah Rahma alhamdulillah sudah sarjana. Ke-enam anaknya diterima jadi PNS. Dan satu anaknya bekerja di Persik Kediri saat ini. Perjuangannya tidak sia-sia. Bahkan terkenang olehku hingga sekarang.

Ya. Itulah mengapa aku sebut dia seorang Kartini yang pernah aku lihat langsung dalam kehidupan nyata. Aku memang tidak tahu hidup macam apa yang akan aku jalani nanti, apalagi setelah menikah misalnya. Tapi. Harapan Mbah Rahma, untuk melihat keturunannya mandiri baik yang perempuan akan aku pegang.

Selamat Hari Kartini untuk para perempuan hebat di Indonesia.. Berdayalah sesuai kemampuanmu! :)

Monday, April 15, 2013

7:57 PM - No comments

Benarkah "Hujan (turun di) Bulan Juni"?

Siapa yang terlebih dahulu peduli tentang turunnya hujan di bulan Juni?
Kamu ya, Dina? Cuman kamu yang peduli?
Ya. Tentu saja. Mungkin hanya aku yang ingin berpusing-pusing mendebatkannya.
Karena dalam celah pemahamanku, hujan itu turun di bulan Desember.
Bukan di bulan Juni, seperti yang dikatakan Sapardi Djoko Damono.

“tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu” 


Namun. Hujan tetaplah hujan. Dia diciptakan Tuhan. Dia turun dengan seenak-Nya Tuhan. Mau Desember seperti yang tersurat dalam lirik Efek Rumah Kaca. Atau di bulan lainnya. Lalu, apa urusannya?

Friday, April 12, 2013

5:25 PM - No comments

The Boring Books Are The Best!

Long boring books are the best. Of course books that you can enjoy and understand also make you happy. But long boring books sometimes don't make sense and you can fall asleep to it or keep reading it even when you don't feel like reading. Like the words are just meaningless letters floating in the air that can keep you off from the real life. When you don't really wanna understand anything but you wanna run to another world. World of meaningless words. (Oknum FS)

Aku sudah jarang meluangkan waktu untuk membaca buku. Iya, yang kumaksud adalah buku. Kalau kegiatan membaca sih sering. Sekedar situs berita onlen, blog-blog tertentu atau kebetulan scrolling satu halaman timeline.

Target buku yang seharusnya ku baca sekarang adalah The Casual Vacancy. Tapi progresnya masih di halaman yang sama sejak tiga bulan lalu. Tragis bukan? Kalau ingin mengeluh dan mengkritik buku itu sebelum khatam membacanya, aku bingung dengan banyaknya tokoh di novel tersebut. Aku juga merasa buku ini terlalu tebal, walo mungkin aku pernah membaca novel yang lebih tebal daripada ini. Oh, Madam Rowling. You spent 6 years to write a very boring book for me!

Dugaannya adalah, mungkin karena aku tidak punya cukup waktu yang memaksaku untuk menyempatkan membacanya. Sebelumnya memang ada buku menarik yang ingin sekali ku baca. Novel Tom Harris yang sudah bertahun-tahun lalu difilmkan. Aku membelinya. Terlalu berlebihan rasanya jika membeli buku, sedangkan masih ada tanggungan buku lain yang menunggu untuk kubaca.

Terkadang. Kupikir orang-orang yang bisa membaca buku dengan waktu seenaknya itu, tak punya beban tanggungan lain selain buku yang dipegangnya. Mungkin mereka tidak direpotkan dengan sesi mengantar Ibu ke pasar, ke sekolah, tak perlu menyapu, tidak memikirkan menu yang akan dibawa sebagai bekal. Aku pun tak tahu. Bisa juga mereka punya motivasi yang kuat. Mereka adalah pengelola waktu yang baik, sehingga masih punya cukup waktu disambi kegiatan lain. Dan komitmen yang tinggi untuk membaca. Atau paling tidak melahap satu buku saja. Wah, aku salut sekali kepada mereka.

Aku memang banyak beban pikiran akhir-akhir ini. Pekerjaanku lumayan sadis akibat lembur hingga malam. Persiapan ada tamu dari Jepang di hari Jumat kemarin. Rencana reuni Sunser yang akan digelar di Bogor awal Juni nanti. Beberapa problematika yang dihadapi teman-temanku yang baru-baru ini ku ketahui. Dan juga, aku sendiri.

Aku bukannya mengeluh. Tidak. Aku tidak ingin seperti itu. Bagiku, hidup jauh lebih baik dengan kesibukan, daripada waktu lowong yang membunuh.  Hanya saja. Ketika memikirkannya, fikiranku benar-benar melayang kemana-mana. Tapi tubuhku tetap di sini.

Duh, semoga kesibukanku ini membawa kebaikan. Dan juga senantiasa diberi semangat, kesempatan serta kesehatan untuk menjalaninya. Amin. :) Aku selalu berusaha sebisa mungkin bersugesti positif setiap hari.

Ya, sudah. Aku ingin minum susu cokelat dingin pagi ini. Selamat berwiken ria para manusia modern!

"Ya. Its true. I'm a boring girl. But I know. I'm the best girl."

Friday, April 5, 2013

7:27 PM - No comments

Intelejen

Mempelajari orang baru, merupakan salah satu kegiatan yang menarik buatku. Menarik dan asyik malah. Selama tidak melibatkan perasaan, kegiatan ini tak pernah dirasa melelahkan.

Hal ini dimaksudkan untuk mempertimbangkan sikap-sikap apa yang sebaiknya aku lakukan  ketika berhadapan dengan orang tersebut.

Mempelajari orang baru tidak hanya ku lakukan sendirian dengan mengandalkan satu kotak kecil lalu menekan "enter". Maksudnya adalah, aku pun butuh bantuan orang lain seperti informasi detail tentang objek orang tersebut. Kenapa detail? Karena detail itu bisa menyempurnakan interpretasi. Dan ya maaf. Aku memang seorang penghayal. Makhluk imjiner sekali. :)

Teman yang ku mintai informasi tadi berkelakar sebagai bentuk responnya kepadaku.

"Ambisimu hampir satu tingkat. Seperti bikin riset setebal disertasi"

Hahaha. Itu lelucon konyol.

Ya. Ya. Ini yang sedang aku lakukan.
Karena terkadang manusia banyak terbunuh begitu saja, akibat rasa penasaran yang tak berkesudahan.

Thursday, March 28, 2013

9:16 PM - No comments

Lama-lama..

Lama-lama..ada orang yang memperlihatkan sekelumit sisi menyedihkan dari hidupnya kepada kita. Mungkin sebenarnya tidak sengaja. Tapi lambat laun menjadi disengaja. Dan tak lagi mengagetkan luar biasa.

Lama-lama.. Kita memakluminya

Lama-lama.. Kita mengakrabinya.

Lama-lama.. Mungkin kita menjadi simpati padanya.

Lama-lama.. Kita pun menjadi sebaliknya.

Lama-kelamaan.. Memang tiada sedikit cercah di semesta ini yang genap sempurna.

"Adakah kamu mentolerirnya?"

Sunday, March 24, 2013

6:11 AM - No comments

Obsesi Iwak Pe

Ini ada hubungannya dengan kejadian seminggu lalu. Jadi, suatu malem waktu lemburan.. Pak Bos dengan senang hati nraktirin kita penyetan. Lokasi yang diduga uda masyhur di kalangan para pemburu kuliner waktu malem ini punya sambel yang maknyoooss pedesnya. Palagi nih ya..kalo ikan pilihannya itu iwak pe. Udah deh, bener-bener belingsatan kaaaaak!

FYI, warung yang menyediakan Sego Iwak Pe yang kumaksud di sini, bukanlah Sego Iwak Pe punya Mba Yeye yang berlokasi di Wonokromo itu. Kalo yang di Wonokromo itu aku belom pernah nyobain sama sekali. Heee. Palagi bukanya baru jam 10 kak. Ato paling mentoknya mungkin jam 9 malem.

Apa itu iwak pe? Ya mungkin uda pada tau kan itu ikan apa. Hehe. Yop! Iwak pe itu sebutan Jawa, yang bahasa Indonesianya adalah ikan pari yang diasap. Kadang selain dimasak jadi menu kayak tadi, iwak pe bisa ditemukan pada makanan bersantan. Katakanlah sayur lodeh gitu lah. Soalnya di minggu yang sama, ada temen kerjaku yang bawa bekal sayur lodeh beriwak pe ituh. Rasanya sedeeeeph sekaliiih.

Nah. Kembali lagi ke Sego Iwak Pe bersambal super duper pedasss tadi. Emang kepedesannya nonjok banjet loh! Sampe kayaknya nasi putihnya, yang nggak kena kontaminasi padahal, berasa pedes juga deh! Sayurnya sih standar ala penyetan gitu. Terong, irisan timun dan daun kemangi. Ditambah iwak pe tadi. Juga ada potongan tempe gorengnya sih. Saya langsung kalaaaap sodaraaaaaahhh.. Penampakan makanannya juga tak ditampilkan..karena keburu kelaperan saya-nya pemirsah. Hehehehe.

Karena penasaran. Emang sumpe pedesnya yang masya Allah itu bikin terngiang-ngiang ngiler sampe besok dan besoknya lagi. :p Di sabtu pagi kemaren, pas lagi belanja seperti biasa, tempat langganan yang jualan pindang ternyata juga menyediakan iwak pe. Blaaaahh.. Ya emang siiih, ibuku itu kurang suka ato malah cenderung nggak suka sama ikan tadi. Makanya jarang ditemukan menu dengan iwak pe dalam sejarah idup aku di rumah. Haha. Tapi yang membuat aku punya pengalaman pernah makan iwak pe adalah budeku dari ayah. Beliau masakin iwak pe pas aku lagi maen di rumahnya waktu masih SD. Dan aku mau! Malah sempet cerita ke ibu, tapi ibu nggak pernah masakin ikan tersebut. Hikss..hiks.

Dan untuk kemaren, aku beli juga kawanan iwak pe itu. Harganya 6 rebu dapet 5 potong yang ditusuk ala sate. Sampe rumah, karena nggak paham masaknya jadi ku goreng ikan asap tadi. Cuman dua tusuk aja sih. Dimakan sama nasi panas dan sambel terasi yang uda ku bikin sebelumnya.

Rasanya??

Hadoooohh! Pedessnya meledaaaaakk! Aku sampe nyumpain yang bikin sambel. Sapa sihhh yang bikin sambel?? Sarap banget pedesnya!! :p

Siangnya aku sempet ceritain sama Miun. Trus dia juga ngasih penjelasan tentang efek pedas yang menggila itu. Bisa jadi, karena iwak pe yang diasap itulah yang makin menambah efek pedas selain tambahan sambel terasinya. Wow! Okelah.. :D

Monday, March 18, 2013

5:54 PM - No comments

Si Bawang Putih

Bumbu dapur yang satu ini emang lagi ngehits diperbincangkan di negeri ini, dikarenakan harganya melambung se-angkasa. Hehehe. Aku juga nggak paham-paham banget itu ngapain juga kok bisa jadi mahal gitu harganya. Mungkin sila baca-baca beritanya aja terkait hal tersebut ya.

Kalo buatku dan keluarga, efeknya juga nggak seberapa yang gimana sih. Karena kami memang bukan pengonsumsi dalam jumlah yang banyak tiap harinya. Mungkin kami menggunakannya hanya beberapa siung saja untuk memasak. Lain halnya kalo aku ini penjual bakso ato makanan laennya ya. Hehehe.

Dan pagi ini. Sayur asam hasil eksperimenku mau tak mau harus menggunakan bawang putih. Mungkin juga efek beritanya yang bombastis, jadi ku gunakan bawang putih cukup banyak. Yang biasanya hanya 2-3 siung, tadi pagi gunakan hingga 5-6 siung bawang putih. Itupun tidak ku iris, melainkan ku parut dan ku masukkan ke dalam kuahnya biar lebih terasa. Khasiat bawang putih memang tidaklah diragukan lagi kan. Sampai-sampai, laosnya ada yang kuparut juga sedikit. Walo keras. Haha. Kenapa nggak sekalian potongan asamnya juga yang diparut? Ato bahkan sayur-sayur yang lain supaya tidak repot-repot mengunyah? :p

Selamat beraktifitas man-teman!

5:34 AM - No comments

33 Provinsi

Belum apa-apa. Baru sehariiiiih aja. Bahkan kemaren-kemaren, uda ngewanti-wanti diri. Moga nggak cepet kecapekan. Moga diberi kesehatan. Moga dijauhkan dari sakit. Amiiiin, Ya Allah..

Untuk hari-hari ke depan, ada kewajiban lembur..yang kayaknya sih bakal lama. Mungkin sampe bulan Juni. Ada proyek Atlas Tematik 33 provinsi. Yah, perkiraan sebelum Juni sudah rampung.

Terakhir aku lembur itu setaun lalu. Dan emang kerasa banget hari-hari lemburan kayak gimana. Nggak nemuin waktu damainya sore di rumah. Nggak ada leyeh-leyeh menjelang sore. :s

Hmmm, sabar..sabar

But, you know.. I just feel likeee..need a rest. Need a long holiday. Need..blah blah blah. Maybe going to some place where it can make me more relax. -_-"

Untuk saat ini. Indonesia sudah bukan lagi memiliki 33 provinsi. Tapi 34. Silahkan cari sendiri satu provinsi baru tersebut.

Monday, March 11, 2013

8:04 PM - No comments

Di Bawah Air Kran Mengalir

There's a place where someone can be immortal: other people's memory. (One young writer updated this status two days ago).

Umh memori..ternyata sebuah brangkas yang luar biasa! Mungkin saja ada beberapa orang yang telah saya hilangkan nyawanya untuk berdiam di brangkas ini. Tapi, masih banyak pula yang akan tetap abadi di sana. Siapa saja? Tak mudah terkatakan. :)

Hari ini dibuka dengan perasaan tak nyaman. Tak nyaman. Saya berusaha mengabaikan. Bukan diri saya lagi yang harus meributkan hal sepele. Saya tak ingin kemarahan menguasai saya, dan membuat saya menyesal di kemudian hari. Mari beranjak dewasa. Terlepas serangkaian riset tentang chammomile yang membuat mood membaik, saya menggunakannya sebagai minuman penghangat saja. Merubah mood? Itu urusan para ahli. Saya? Cukup menyeduh dan dengan cuek menikmatinya.

Sesederhana itu..

Sesederhana ketika Mba Endang tiba-tiba mengejutkan saya sebelum pulang. Merangkul saya. Dan ia berkata, "Aku belum pernah cium kamu ya, Din?"

Hehe. Jangan berpikir yang aneh-aneh ya. Saya masih normal kok. Mungkin itu sekedar emosional darurat saja, setelah melewatkan satu sesi bertukar pikiran singkat di bawah air kran yang mengalir.

Kurang baikkah saya? Kurang menyenangkan ya saya? Kurang apa? Kurang lagi? Kurang? Kenapa kurang?

Saya hanya terngiang-ngiang satu kalimat sedih.

"Aku serius, aku capek harus jaga sikap depan orang lain, Din.."

Kalimat itu memang sedih.

Saya saja pun tak cukup siap jika selalu menjadi yang sempurna setiap hari.

”Bersabarlah dari satu kemarahan. Maka kau akan lolos dari seratus hari penyesalan.”

4:17 AM - No comments

Barang..kali

Aku.. Terkadang aku.. Emhh..apa ya? Mungkin akan menjadi sulit dimengerti. Tiada pernah habis terdeskripsikan dengan satu kata per kata. Suatu kali ingin melambat dalam bergerak.

Pelan...
            Pelan...
Hening...
              Hening sekali...

Seakan-akan hujan menjatuhkan dirinya yang merintik itu di atas kepala. Mengalir perlahan di antara wajah berpori-pori yang mulai tak rapat lagi.

Mendapatimu dengan senyum malu-malu melebihi kuncup bunga di musim semi. Hingga serupa keindahan seluruh dunia bersatu padu hanya dalam seorang. Ya satu itu..dirimu.

Kau mungkin tergelak seraya berkata, "Tentu saja aku menghabiskan hampir seumur hidupku sebelumnya, hanya untuk mengkhawatirkanmu yang basah karena hujan sesore ini.."

Taken from here.

Friday, March 8, 2013

4:35 PM - No comments

Konsultan Keharmonisan

Kayaknya bakal ada beberapa topik yang bakal aku perbincangkan di bilik pribadiku ini. Emhh, tapi yaaa satu-satu aja dulu deh ngepostnya.

Kemaren pagi. Aku nggak sengaja baca tuit seorang temen yang isinya bikin batin ingin menyalak-nyalak hebat! *emaaaangnya doggy??* haha.

"Tabiat perempuan terkadang lebih jahat dari pada tabiat setan.."

Omagaaaahh.. Aku pun sedikit terbakar amarah juga.

Yaaa, okay! Di luar aku bisa mengira-ngira, temenku ini lagi berurusan sama siapa. Cuman aku emang nggak tau apa masalahnya. Tapi yaaa..jangan gitu-gitu juga doooongss. Aku sebagai makhluk terhormat yang bernama perempuan merasa cukup tersakiti juga, jika dibilang mirip dengan makhluk penghuni neraka ituh. :(

Dan tenyata kicauannya pun berlanjut. Dia minta solusi kepadaku. Dia juga menjelaskan sedikit tema permasalahannya. Yang ternyata masalahnya adalah..dia dituduh macem-macem dengan mbak perempuan yang namanya tak usah disebut tadi. Yaa..tuduhan seperti senang bercanda ria dengan perempuan lain, yang begitu-begitu lah, yang mengakibatkan kecemburuan bagi perempuan tak perlu disebut itu dan membuatnya menuduh temenku tadi. Mungkin saking sering dan berkali-kali dituduh seperti itu, hingga temenku ini ingin mewujudkan tuduhan tersebut. Hadeeehh.. -_-"

Ya sih..dituduh itu nggak enak. Keluar dari apa yang dituduhkan itu juga nggak enak. Tapi nih ya..tuduhan berkali-kali seperti itu bukan malah menjadikan kita rapuh dan malah berpikir pendek ingin mewujudkan ini menjadi realita. Itu namanya tolol juga. Dengan garis bawah..kalo kita masih sayang sama pasangan loh ya. Nggak pantes kayaknya membalas rasa sakit kita kepada pasangan kita atas tuduhan tadi dengan cara menyakitinya juga. Baiknya kita diamkan saja dulu mereka, sambil menenangkannya dengan membuktikan bahwa tuduhan itu sangatlah tidak benar. Dan nanti, jika suasananya sudah tenang, mari kita komunikasikan baik-baik dengannya.

Bagi yang menuduh..ada baiknya mulai membangun kepercayaan pada pasangan. Menjauhkan rasa curiga dan pikiran-pikiran buruk lainnya. Nggak ada salahnya memberi kesempatan pada pasangan untuk didengar, dimengerti itu akan membuat dia lebih merasa dihargai.

Namun. Pada tahap-tahap tertentu. Kita pastinya telah mengenal batas. Kalo dilihat dan dirasa ini sudah berlebihan dan tak bisa teratasi, baik dengan komunikasi atau mediasi lainnya.. Sebaiknya coba pikirkan ulang tentang kelanjutan hubungan tersebut.

Hehe. Aku berasa konsultan keharmonisan pasangan ajeee yeeeh :D Enjoy! Hihihihi..

PS: Tulisan ini memang dibuat asal-asalan. Tapi bukan berarti tak berdasar. Banyak belajar, melihat dan mengamati pengalaman diri sendiri dan orang lain. Juga diselingi membaca artikel tentang interaksi kita dengan pasangan. :)

Satu lagi. Mungkin malah dalam masalah interaksi seperti ini..aku nggak pernah mau liat siapa yang paling ini itu berdasarkan gendernya. Laki-laki, perempuan..masing-masing punya kesempatan yang sama untuk melakukan kebaikan ato tindakan kriminal sekalipun. Semuanya cuman masalah pilihan. Laki-laki. Perempuan. Sama saja.