Tuesday, January 15, 2013

2:21 AM - No comments

Seperempat Abad H+1

Menjadi manusia, lalu hidup di dunia, melahirkan ritme-ritme yang begitu kompleks. Belum lagi interaksi yang bertingkat-tingkat ini. Kepada sesama manusia. Yang berusia lebih tua. Kepada sebaya. Dan juga yang lebih muda.

Tidak dapat dipungkiri. Kita pun jadi terjebak dalam pergaulan berpetak-petak. Kebutuhan yang berbeda, kepentingan tiap individu yang ingin didahulukan, yang minta diistimewakan.

Kita dituntut adil.

Tapi bagaimana mungkin keadilan bisa diwujudkan? Sedangkan menjadi adil, bukanlah pengertian satu-sama-rata-satu.

Ini membingungkan.

Yang namanya hati selalu berbolak-balik, bergerak dinamis. Tak pernah sekalipun permanen untuk tak bergerak.

Berapa banyak yang harus dikorbankan demi sebuah pencitraan? Serangkaian harga diri untuk dinilai paling ini? Paling itu?

Melelahkan. Sangat melelahkan.

Kita bisa apa untuk melawannya? Yang ada, kita hanya bisa terhanyut, mengikuti aturan main yang tlah lama berlaku.

Permintaan maaf, ucapan terima kasih, sekedar isyarat basi-basi usang.

Daripada itu; Duhai Gusti Allah, tetapkanlah hati saya bersama agama-Mu. Jadikanlah saya berkeyakinan teguh dengan apa yang saya yakini hingga nanti. Jangan biarkan saya mudah terperangkap dalam hal yang penuh keraguan, kehinaan. Tuntunlah saya. Berikanlah saya isyarat.

Saya. Yang kemarin telah berumur seperempat abad lamanya.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar