Thursday, March 28, 2013

9:16 PM - No comments

Lama-lama..

Lama-lama..ada orang yang memperlihatkan sekelumit sisi menyedihkan dari hidupnya kepada kita. Mungkin sebenarnya tidak sengaja. Tapi lambat laun menjadi disengaja. Dan tak lagi mengagetkan luar biasa.

Lama-lama.. Kita memakluminya

Lama-lama.. Kita mengakrabinya.

Lama-lama.. Mungkin kita menjadi simpati padanya.

Lama-lama.. Kita pun menjadi sebaliknya.

Lama-kelamaan.. Memang tiada sedikit cercah di semesta ini yang genap sempurna.

"Adakah kamu mentolerirnya?"

Sunday, March 24, 2013

6:11 AM - No comments

Obsesi Iwak Pe

Ini ada hubungannya dengan kejadian seminggu lalu. Jadi, suatu malem waktu lemburan.. Pak Bos dengan senang hati nraktirin kita penyetan. Lokasi yang diduga uda masyhur di kalangan para pemburu kuliner waktu malem ini punya sambel yang maknyoooss pedesnya. Palagi nih ya..kalo ikan pilihannya itu iwak pe. Udah deh, bener-bener belingsatan kaaaaak!

FYI, warung yang menyediakan Sego Iwak Pe yang kumaksud di sini, bukanlah Sego Iwak Pe punya Mba Yeye yang berlokasi di Wonokromo itu. Kalo yang di Wonokromo itu aku belom pernah nyobain sama sekali. Heee. Palagi bukanya baru jam 10 kak. Ato paling mentoknya mungkin jam 9 malem.

Apa itu iwak pe? Ya mungkin uda pada tau kan itu ikan apa. Hehe. Yop! Iwak pe itu sebutan Jawa, yang bahasa Indonesianya adalah ikan pari yang diasap. Kadang selain dimasak jadi menu kayak tadi, iwak pe bisa ditemukan pada makanan bersantan. Katakanlah sayur lodeh gitu lah. Soalnya di minggu yang sama, ada temen kerjaku yang bawa bekal sayur lodeh beriwak pe ituh. Rasanya sedeeeeph sekaliiih.

Nah. Kembali lagi ke Sego Iwak Pe bersambal super duper pedasss tadi. Emang kepedesannya nonjok banjet loh! Sampe kayaknya nasi putihnya, yang nggak kena kontaminasi padahal, berasa pedes juga deh! Sayurnya sih standar ala penyetan gitu. Terong, irisan timun dan daun kemangi. Ditambah iwak pe tadi. Juga ada potongan tempe gorengnya sih. Saya langsung kalaaaap sodaraaaaaahhh.. Penampakan makanannya juga tak ditampilkan..karena keburu kelaperan saya-nya pemirsah. Hehehehe.

Karena penasaran. Emang sumpe pedesnya yang masya Allah itu bikin terngiang-ngiang ngiler sampe besok dan besoknya lagi. :p Di sabtu pagi kemaren, pas lagi belanja seperti biasa, tempat langganan yang jualan pindang ternyata juga menyediakan iwak pe. Blaaaahh.. Ya emang siiih, ibuku itu kurang suka ato malah cenderung nggak suka sama ikan tadi. Makanya jarang ditemukan menu dengan iwak pe dalam sejarah idup aku di rumah. Haha. Tapi yang membuat aku punya pengalaman pernah makan iwak pe adalah budeku dari ayah. Beliau masakin iwak pe pas aku lagi maen di rumahnya waktu masih SD. Dan aku mau! Malah sempet cerita ke ibu, tapi ibu nggak pernah masakin ikan tersebut. Hikss..hiks.

Dan untuk kemaren, aku beli juga kawanan iwak pe itu. Harganya 6 rebu dapet 5 potong yang ditusuk ala sate. Sampe rumah, karena nggak paham masaknya jadi ku goreng ikan asap tadi. Cuman dua tusuk aja sih. Dimakan sama nasi panas dan sambel terasi yang uda ku bikin sebelumnya.

Rasanya??

Hadoooohh! Pedessnya meledaaaaakk! Aku sampe nyumpain yang bikin sambel. Sapa sihhh yang bikin sambel?? Sarap banget pedesnya!! :p

Siangnya aku sempet ceritain sama Miun. Trus dia juga ngasih penjelasan tentang efek pedas yang menggila itu. Bisa jadi, karena iwak pe yang diasap itulah yang makin menambah efek pedas selain tambahan sambel terasinya. Wow! Okelah.. :D

Monday, March 18, 2013

5:54 PM - No comments

Si Bawang Putih

Bumbu dapur yang satu ini emang lagi ngehits diperbincangkan di negeri ini, dikarenakan harganya melambung se-angkasa. Hehehe. Aku juga nggak paham-paham banget itu ngapain juga kok bisa jadi mahal gitu harganya. Mungkin sila baca-baca beritanya aja terkait hal tersebut ya.

Kalo buatku dan keluarga, efeknya juga nggak seberapa yang gimana sih. Karena kami memang bukan pengonsumsi dalam jumlah yang banyak tiap harinya. Mungkin kami menggunakannya hanya beberapa siung saja untuk memasak. Lain halnya kalo aku ini penjual bakso ato makanan laennya ya. Hehehe.

Dan pagi ini. Sayur asam hasil eksperimenku mau tak mau harus menggunakan bawang putih. Mungkin juga efek beritanya yang bombastis, jadi ku gunakan bawang putih cukup banyak. Yang biasanya hanya 2-3 siung, tadi pagi gunakan hingga 5-6 siung bawang putih. Itupun tidak ku iris, melainkan ku parut dan ku masukkan ke dalam kuahnya biar lebih terasa. Khasiat bawang putih memang tidaklah diragukan lagi kan. Sampai-sampai, laosnya ada yang kuparut juga sedikit. Walo keras. Haha. Kenapa nggak sekalian potongan asamnya juga yang diparut? Ato bahkan sayur-sayur yang lain supaya tidak repot-repot mengunyah? :p

Selamat beraktifitas man-teman!

5:34 AM - No comments

33 Provinsi

Belum apa-apa. Baru sehariiiiih aja. Bahkan kemaren-kemaren, uda ngewanti-wanti diri. Moga nggak cepet kecapekan. Moga diberi kesehatan. Moga dijauhkan dari sakit. Amiiiin, Ya Allah..

Untuk hari-hari ke depan, ada kewajiban lembur..yang kayaknya sih bakal lama. Mungkin sampe bulan Juni. Ada proyek Atlas Tematik 33 provinsi. Yah, perkiraan sebelum Juni sudah rampung.

Terakhir aku lembur itu setaun lalu. Dan emang kerasa banget hari-hari lemburan kayak gimana. Nggak nemuin waktu damainya sore di rumah. Nggak ada leyeh-leyeh menjelang sore. :s

Hmmm, sabar..sabar

But, you know.. I just feel likeee..need a rest. Need a long holiday. Need..blah blah blah. Maybe going to some place where it can make me more relax. -_-"

Untuk saat ini. Indonesia sudah bukan lagi memiliki 33 provinsi. Tapi 34. Silahkan cari sendiri satu provinsi baru tersebut.

Monday, March 11, 2013

8:04 PM - No comments

Di Bawah Air Kran Mengalir

There's a place where someone can be immortal: other people's memory. (One young writer updated this status two days ago).

Umh memori..ternyata sebuah brangkas yang luar biasa! Mungkin saja ada beberapa orang yang telah saya hilangkan nyawanya untuk berdiam di brangkas ini. Tapi, masih banyak pula yang akan tetap abadi di sana. Siapa saja? Tak mudah terkatakan. :)

Hari ini dibuka dengan perasaan tak nyaman. Tak nyaman. Saya berusaha mengabaikan. Bukan diri saya lagi yang harus meributkan hal sepele. Saya tak ingin kemarahan menguasai saya, dan membuat saya menyesal di kemudian hari. Mari beranjak dewasa. Terlepas serangkaian riset tentang chammomile yang membuat mood membaik, saya menggunakannya sebagai minuman penghangat saja. Merubah mood? Itu urusan para ahli. Saya? Cukup menyeduh dan dengan cuek menikmatinya.

Sesederhana itu..

Sesederhana ketika Mba Endang tiba-tiba mengejutkan saya sebelum pulang. Merangkul saya. Dan ia berkata, "Aku belum pernah cium kamu ya, Din?"

Hehe. Jangan berpikir yang aneh-aneh ya. Saya masih normal kok. Mungkin itu sekedar emosional darurat saja, setelah melewatkan satu sesi bertukar pikiran singkat di bawah air kran yang mengalir.

Kurang baikkah saya? Kurang menyenangkan ya saya? Kurang apa? Kurang lagi? Kurang? Kenapa kurang?

Saya hanya terngiang-ngiang satu kalimat sedih.

"Aku serius, aku capek harus jaga sikap depan orang lain, Din.."

Kalimat itu memang sedih.

Saya saja pun tak cukup siap jika selalu menjadi yang sempurna setiap hari.

”Bersabarlah dari satu kemarahan. Maka kau akan lolos dari seratus hari penyesalan.”

4:17 AM - No comments

Barang..kali

Aku.. Terkadang aku.. Emhh..apa ya? Mungkin akan menjadi sulit dimengerti. Tiada pernah habis terdeskripsikan dengan satu kata per kata. Suatu kali ingin melambat dalam bergerak.

Pelan...
            Pelan...
Hening...
              Hening sekali...

Seakan-akan hujan menjatuhkan dirinya yang merintik itu di atas kepala. Mengalir perlahan di antara wajah berpori-pori yang mulai tak rapat lagi.

Mendapatimu dengan senyum malu-malu melebihi kuncup bunga di musim semi. Hingga serupa keindahan seluruh dunia bersatu padu hanya dalam seorang. Ya satu itu..dirimu.

Kau mungkin tergelak seraya berkata, "Tentu saja aku menghabiskan hampir seumur hidupku sebelumnya, hanya untuk mengkhawatirkanmu yang basah karena hujan sesore ini.."

Taken from here.

Friday, March 8, 2013

4:35 PM - No comments

Konsultan Keharmonisan

Kayaknya bakal ada beberapa topik yang bakal aku perbincangkan di bilik pribadiku ini. Emhh, tapi yaaa satu-satu aja dulu deh ngepostnya.

Kemaren pagi. Aku nggak sengaja baca tuit seorang temen yang isinya bikin batin ingin menyalak-nyalak hebat! *emaaaangnya doggy??* haha.

"Tabiat perempuan terkadang lebih jahat dari pada tabiat setan.."

Omagaaaahh.. Aku pun sedikit terbakar amarah juga.

Yaaa, okay! Di luar aku bisa mengira-ngira, temenku ini lagi berurusan sama siapa. Cuman aku emang nggak tau apa masalahnya. Tapi yaaa..jangan gitu-gitu juga doooongss. Aku sebagai makhluk terhormat yang bernama perempuan merasa cukup tersakiti juga, jika dibilang mirip dengan makhluk penghuni neraka ituh. :(

Dan tenyata kicauannya pun berlanjut. Dia minta solusi kepadaku. Dia juga menjelaskan sedikit tema permasalahannya. Yang ternyata masalahnya adalah..dia dituduh macem-macem dengan mbak perempuan yang namanya tak usah disebut tadi. Yaa..tuduhan seperti senang bercanda ria dengan perempuan lain, yang begitu-begitu lah, yang mengakibatkan kecemburuan bagi perempuan tak perlu disebut itu dan membuatnya menuduh temenku tadi. Mungkin saking sering dan berkali-kali dituduh seperti itu, hingga temenku ini ingin mewujudkan tuduhan tersebut. Hadeeehh.. -_-"

Ya sih..dituduh itu nggak enak. Keluar dari apa yang dituduhkan itu juga nggak enak. Tapi nih ya..tuduhan berkali-kali seperti itu bukan malah menjadikan kita rapuh dan malah berpikir pendek ingin mewujudkan ini menjadi realita. Itu namanya tolol juga. Dengan garis bawah..kalo kita masih sayang sama pasangan loh ya. Nggak pantes kayaknya membalas rasa sakit kita kepada pasangan kita atas tuduhan tadi dengan cara menyakitinya juga. Baiknya kita diamkan saja dulu mereka, sambil menenangkannya dengan membuktikan bahwa tuduhan itu sangatlah tidak benar. Dan nanti, jika suasananya sudah tenang, mari kita komunikasikan baik-baik dengannya.

Bagi yang menuduh..ada baiknya mulai membangun kepercayaan pada pasangan. Menjauhkan rasa curiga dan pikiran-pikiran buruk lainnya. Nggak ada salahnya memberi kesempatan pada pasangan untuk didengar, dimengerti itu akan membuat dia lebih merasa dihargai.

Namun. Pada tahap-tahap tertentu. Kita pastinya telah mengenal batas. Kalo dilihat dan dirasa ini sudah berlebihan dan tak bisa teratasi, baik dengan komunikasi atau mediasi lainnya.. Sebaiknya coba pikirkan ulang tentang kelanjutan hubungan tersebut.

Hehe. Aku berasa konsultan keharmonisan pasangan ajeee yeeeh :D Enjoy! Hihihihi..

PS: Tulisan ini memang dibuat asal-asalan. Tapi bukan berarti tak berdasar. Banyak belajar, melihat dan mengamati pengalaman diri sendiri dan orang lain. Juga diselingi membaca artikel tentang interaksi kita dengan pasangan. :)

Satu lagi. Mungkin malah dalam masalah interaksi seperti ini..aku nggak pernah mau liat siapa yang paling ini itu berdasarkan gendernya. Laki-laki, perempuan..masing-masing punya kesempatan yang sama untuk melakukan kebaikan ato tindakan kriminal sekalipun. Semuanya cuman masalah pilihan. Laki-laki. Perempuan. Sama saja.

2:55 AM - No comments

CeKoLah DacaLQuw

Skroling temlennya kakak @pergijauh tadi siang. Emhh, emang sapa sih kakak @pergijauh?? Ituloooh..seleb tuit yang terkenal dengan kicauannya tentang (dengan hestek) #khotbahtimeline.

Nggak tau yaaa?? Nggak pernah liat yaaa?? Haha! Sammaaak! Aku juga baru tehe sebulanan iniiih. Hehehe. Yawalopun aku nggak follow dia, cuman hampir tiap jumat seneng mantengin temlen dan tumblrnya. Pasti deh tuuuuh, dia ngapdetin kekocakannya. Eh, yatapi jangan kaget loooh yaa. Kebanyakan postingan ato kicauan dia rada-rada seronoook gitu deeeh. Palingan yang kayak begitu suka aku sekiiip. Masih banyak postingan dia yang gokeeel, dan bikin ngakak-ngakak sendiri kadang. :D

Salah satunyaaa..yuuukk cekiduuuutt!

Dulu waktu SD punya cita-cita kepengen jadi presiden tapi cuma freelance.

Waktu jam istirahat pas SD, teman-teman sibuk bermain petak umpet dan saya sibuk ngehack website pemerintahan Israel.

Dulu password wifi di SD aku itu "CeKoLaH DaCaLQuW"

Dulu waktu SD, teman-teman pada ngintipin rok cewek, sedangkan aku sibuk membeli sebagian saham Naughty America.

Di Harvard. RT @HELLBOY_4: @pergijauh SD lo dmn bang?

Dulu pas SD, anak-anak pada belajar ngerokok, aku sibuk mandorin Tony Montana memasok kokain ke Kuba.

Namanya Pak @twitter RT @Arsyad6090: @pergijauh guru SD lo siapa bang?

Dulu waktu SD, anak-anak ikut ekskul bola, sedangkan aku ngelatih @kimboslice di UFC.

Dulu waktu SD, anak2 pada main tembakan airsoft, sedangkan aku sibuk mengokang AK47 bersama para Zapatista di Chiapas.

SD aku memang keras.

Yaaak. Sekian duyuu hasil copas-annya.

Eniwey! Ternyata #khotbahtimeline uda berumur dua taooon loooh. Huwaaah, berati eykeh uda ketinggalan jaman berabad-abad yaaah?  :-$

Nih ku aplotin salah satu poto kakak @pergijauh. Lengkapnya sih bisa cekidut di tumblr-nya  juga loh. :)

Thursday, March 7, 2013

5:03 AM - No comments

Das Leben der Anderen

Pertanyaan yang tak pernah terpecahkan di hidupku yang hingga hari ini adalah.. Mengapa mandi sore menjadi kegiatan yang sangat sulit dilakukan?

Baiklah. Baiklah. Silahkan tertawa. :D

Tapi bukan itu. Itu sangat tak ada hubungannya dengan judul di atas. Aku hanya mau mengingatkan diri sendiri. Bahwa.

“Kita nggak perlu merasa kita satu-satunya pusat dari segala komponen semesta ini.”

Aku terkoneksi dengan teman-temanku. Dan ketika mereka bercerita ini itu, mungkin responku kurang sesuai dengan harapan mereka, mungkin responku tak menyenangkan untuk mereka.

Tapi inginku bukan cuman menjadi teman yang sekedar “menyenangkan” untuk mereka. Sekiranya, aku ingin menjadi teman yang baik dan memberi pengaruh yang baik. Itu harapku..

Aku mungkin menyebalkan terkadang. Karna di samping sifatku yang terlalu apa adanya, masa bodohku, dan tak senang berbasa basi ini. Atau malah hobi menggampangkan semua. Tapi tetaplah aku punya kontrol pada batas tertentu.

Aku harusnya lebih banyak mendengarkan. Dan lebih mengerti..

Dan mungkin juga mestinya menempatkan posisiku pada subyek sebaliknya. Mencoba berempati.

Kalau memikirkan hidup orang lain, jadi sedikit mengerti kenapa mereka berinteraksi seperti itu dengan kita. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar mengerti hidup mereka, tapi pengertian itu mungkin akan sangat berarti untuk mereka.

Jadi. Masihkah kamu berpikir bahwa kamu adalah pusat dari kehidupan? Sedangkan di samping kanan kirimu juga memiliki kehidupan beserta persoalan hidupnya masing-masing.