Tuesday, April 30, 2013

4:57 AM - No comments

Saiyo*

Mata beningnya mulai kelelahan. Oh, tidak. Bukan mulai. Tapi sedari lama sudah lelah. Lelah melawan cahaya di hadapannya yang berkedip-kedip itu. Baginya terlalu menyilaukan. Ia menelungkupkan wajah. Memindahkan bebannya di atas meja. Walau tetap saja, bebannya masih terasa di kepalanya. Berat. Hatinya lirik berbisik.

Seharusnya, ia menyalakan kembali lentera di sepanjang relung miliknya yang tersembunyi. Tapi. Seharusnya juga ada seseorang yang menyaksikan, bagaimana ia dengan penuh kehati-hatian menjaga nyala lenteranya agar tak meredup sepanjang waktu.

Ini sudah penghujung April. Sisa-sisa titik hujan di jendela semalam, mulai mengering..

*nama warung tempat makan malam ini..

Monday, April 29, 2013

7:27 AM - No comments

Anaknya Ebiet. G. Ade

Mata berasa di lem seharian ini. Emh, nggak seharian juga sih. Sesi pertama sebelum istirahat, masih jos-jos aja. Eh, abis istirahat, ya mungkin efek makan siang juga kalik, langsung deh teler-ler. Mata nggak bisa dikomfromiiiih lagi. Padahal lagi ciyus ngeprint atlas IPS. Hwrrrrrr...

Ini gara-gara semalem neh..pulang kemaleman abis nonton perform Adera. Hehe. Benernya sih jam sembilan Aderanya uda kelar nyenyong. Yatapi aku masih ngider-ngider bareng Tinton. Duduk-duduk di food courtnya Granci bentar.

Ehh, ya kok bisa sih tetiba ngefans sama anaknya Om Ebiet ini??

Umhh..ceritanya tuhh, ceritanya simple aja sih sebenernya. Hehe. Di tempat kerjaku kan sering mantengin salah satu stasiun radio Islami. Nah, radio ini emang nggak cuman nyetelin lagi-lagu Islami doang, sesekali lagu pop, barat dll. Nah, termasuk lagunya Adera ini, yang judulnya "Lebih Indah" itu. Jadi, aku lebih dulu tau lagunya daripada penyanyinya. Haha. Lagu "Lebih Indah" ini kan emang easy listening banget kan? Nggak ngebosenin deh pokoknya kalo didenger berulang-ulang.

Selang beberapa waktu gitu..itu dalam keadaan masih belum tau penyanyinya loh. Aku sempet liat iklan yang nyebutin sapa penyanyi lagu tadi. Yaudin, aku gugling, yutubing vidclipnya, trus donlot lagunya *haha, nggak modal banget yaks eykeeh* Eeh, di infonya itu kecantum kalo dia anak dari Om Ebiet. Wuiiiih, fantessaaan. Emang buah ngegulundung nggak jauh-jauh dari pohonnya. Hehe.

Kalo dari yang kuliat di kanal dia di utube, si Adera ini emang jago metikin gitar kayak bokapnya! Trus, yaa emang sihh..dia banyak versi nge-coverin lagu-lagu orang. Lagu-lagu dia emang bisa keitung, tapi hampir ngehits semua kok. Baru aku tau yang lagu "Terlambat" itu, dia juga yang nyanyi toh. Aku kira itu lagunya Vidi. Hehe. Kalo lagu-lagu dia yang melankolik, ya maap sih, aku nggak seberapa suka. Dan ternyata aku emang telat banget jadi penikmat karya-karya Adera. Pasalnya, lagu Lebih Indah itu uda kepasang dua taun lalu di utube. Hehe. Ya mohon dimaapken laaaah. Yaaah..seenggak-enggaknya, Tuhan masih memberikan kemampuan kepada saya untuk lebih peka sama lagu-lagu bagus. Haha.

Karena jadi intens dengerin lagunya semingguan ini, secara sengaja aku liat jadwal perform dia. Ehhh, ternyata..wiken kemaren dia ada jadwal di Surabaya! Waaah, saya sangat surprise sekaleeeeh. :D Makanya langsung kontek sepupu, kali-kali aja dia juga suka sama Adera dan mau nonton juga. Eeh, ternyata dia suka, trus mau banget malah diajakin ke Granci. Yes. Yes! :D

Dan di detik-detik terakhir itu, sepupuku malah dapet kabar kurang baik tentang kesehatan ibunya. Jadi dia pulang di hari itu juga. Untung masih ada temen yang bisa diajakin, walo dia nggak seberapa paham sama Adera dan lagu-lagunya. Hehe.

Kami nikmatin perform Adera di tempat yang kurang syip. Haha. Dari lantai 3. Ya ketinggian cuuuy. :p

Trus, trus..turun deh ke lantai 2. Masih teteeep! Nggak keliatan mukanya. :(

Haissh..yaudalah. Kami akhirnya turun lagi. Dan dapet di samping backstage. Huhu. Yatapi masih lumayan lah daripada dua tempat sebelumnya. :D

Pada performnya di Granci semalem, Adera sempet cover lagu Glenn, Chrisye, sama Christina Perri. Trus ngebawain lagu-lagu dia sendiri kayak Terlambat, Melewatkanmu, dan lagu pemungkasnya yakni Lebih Indah. Mungkin dia juga nyanyi Melukis Bayangmu, yaah..tapi berhubung saya masih amatir sebagai penikmat lagunya, jadi nggak ngeh yang mana aja. Haha. Penampilannya juga dia kasual banget. Kemeja dongker dengan lipitan merah di sekeliling lengan dan lehernya, dipadu celana jeans dan sepatu kets warna cokelat. Kalo muka sih yaa..dia mirip bokapnya lah yaa..tapi yang ini versi muda. Hehe. Cakepnya sih yang wajar-wajar aja, posturnya juga nggak tinggi-tinggi banget kok. Tapi kalo diamati sekilas, Adera ini mirip Sammy Simorangkir deh. Ya nggak sih?? Moga aja bukan cuman aku yang ngerasa begitu. :s

Nah, seperti biasanya lahh..kalo acara-acara kayak gini yang paling rempong dan rada *uhuk!* norak, pasti para fans yang gadis-gadis. Kompak bener kalo uda nyanyi, tereak, tepuk tangan. Weeess. Hebyoooh to the maaaaxx! :D Palagi pas Adera *disempetin kayaknya buat naekin pasaran* ngaku kalo dia masih jomblo. Udaaah. Yang cewe-cewe pada histeriiiiss aja gituuuu. Haha. *kayak yang bener aja kamu, Duuuun* :p

Kesimpulannya. Yaa..apa ya? Hehe. Dibilang puas sih yaa biasa-biasa aja kok. Yang lucunya ini kok kenapa pas saya lagi getol-getolnya bin ciyus nyimak lagunya, ehh..dia-nya lagi ada jadwal di sini. Pas banget deh pokoknya! Dan yaa..satu lagi. Semalem itu emang free kok acaranya. Haha. Ya makanya, itu yang dicari! Pantesan kenapa sampe dibela-belain buat liat idung dan kacamatanya Adera. Naah, seharusnya ini yang dicantumin di awal. Alesan kenapa sampe repot-repot nongtong! Huahaha.

Ya, emang siiih..Adera masih kalah ngetop sama Afghan, Vidi, Calvin Jeremy ato Petra. Tapi menurutku, si Adera ini kreatif. Kreatifnya itu mandiri. Bukan hasil dari dapet bantuan orang lain kayak ngaransemen lagu, bikin lirik, konsep vidclip semacemnya. Mungkin coba cek vidclipnya tuh. Pasti unik, dan juga konsep vidclipnya keren. Ya pokoknya beda lah, dan keliatan banget dia ngebangun kariernya bener-bener dari kemampuan dirinya, bukan sekedar nebeng nama tenar dari Ayahnya. *ngahahaha. Sayaaaa ini sotoy sekaleee sepertinya ya :D

Terakhir. Yaah, kayak di postingan orang-orang semacemnya aja deh. Klise. Moga Adera..moga dia..bisa poto bareng sama aku ntar! *hlooooh??* *bukannya ngasih statemen moga sukses karirnya, konsisten dalam bermusik dll. :p

Tuesday, April 23, 2013

5:54 AM - No comments

Al-Fadlu Lil Mubtadi, Wa In..

Dengan sengaja, aku memeriksa inbox emailku tadi pagi. Sepertinya.. sepertinya sih aku pernah ada tanggungan. Ehmm..apaa ya? Kira-kira sebulan lalu mungkin. Dan ya, benar saja! Hampir lebih sebulan lalu, Om-ku mengirim email dan memintaku membuatkan logo sebuah musholla yang disertai contoh. Langsung kurespon saat itu juga. Bahwa tak bisa menjanjikan akan mengerjakannya dengan cepat. Karna, kalau tidak salah itu bertepatan dengan instruksi lembur untuk atlas tematik.

Hmm..karena aku sedang bosan bermain-main dengan data, jadi aku memilih mengerjakan logo pesanan Om saja hari ini. Hehe *jangan ditiru ya adek-adek :p

Proses pengerjaannya, yahh..berhubung aku masih level amatir. Jadi butuh berjam-jam lamanya. Proses menentukan font yang akan kugunakan. Karena memang tidak mungkin aku meniru contoh yang dikirimkan Om tadi. Kali ini aku menggunakan Illustrator. Karena cuman itu yang bisa aku gunakan jika berurusan dengan font Arab. Warna ku pilih warna merah dan hitam, warna yang aman menurutku. Toh, jika Om tidak cocok, nanti bisa diganti. Sekiranya sudah fix, kuformat ke Jpeg dan segera ku kirim ke email beliau. Tapiii..tapi, bagaimana ya kalau ternyata logo yang sudah ku buat tadi kurang berkenan di hati Om? Atau jangan-jangan, ada orang sudah membantu Om karena aku terlalu lama? Hrrrr... :( Yasudalaaah.

Yaah..memang benar. Bikin logo itu tidak mudah. Kata Bos sih begitu. Mungkin semacam logo sesimpel huruf A, atau lambang dari Apple saja deh. Keliatannya semua orang mungkin pasti bisa membuatnya. Orang berpendapat mudah, karena logo atau lambang tadi sudah tercipta. Tetapi bagi pencipta? Pemula? Pelopor? Mereka tidak mengatakan itu mudah. Apalagi jika ide pembuatan logo tersebut masih tersimpan di kepala. Yang menyepelekan itu hanya bisa-bisanya para plagiat.

Jadi keinget suatu pepatah Arab waktu masih mondok dulu, bunyinya begini: "Alfadlu lil mubtadii, wa in ahsana al-muqtadi". Artinya, keutamaan itu dimiliki para pemula, meskipun lebih bagus ciptaan yang mengikutinya.

Ah, yaa. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidur lebih cepat dan bangun lebih telat. *hlooooh* Hehe. Bangun lebih awal lah sebisa mungkin. Ini dilakukan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi orang sepertiku. Aku tak ingin punya mata panda. Mata dengan lingkaran hitam dan berkantung seperti panda. :)) Nite..nite!

Saturday, April 20, 2013

4:41 AM - No comments

Darinya, Saya Belajar.

Jauh sebelum aku bisa memahami isi surat yang dibawa Kartini, di keluarga Ibu, sudah terdoktrin bahwa perempuan harus mandiri. And grandma, she's gonna be my Kartini in real life. Allaahummaghfirlaha warhamha wa 'afihaa wa'fuu 'anha.

Mbah Rahma, merupakan sosok perempuan tangguh bagi keluarganya. Penghasilan satu-satunya hanya bersumber dari gaji suaminya, Mbah Syamsu Allaahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fuu 'anhu. Dan itu dianggaplah kurang jika harus memberi makan 7 orang anak-anaknya.

Terlebih lagi. Mbah Syamsu masihlah berpikir bahwa anak-anaknya yang kebanyakan perempuan itu tidak perlu bersekolah tinggi-tinggi. Karena dipikirnya, nanti pun kalau dewasa, pastilah anak-anak perempuannya hanya berurusan dengan dapur dan mengurus anak saja.

Tapi tidak bagi Mbah Rahma. Beliau malah berkeinginan supaya anak-anak perempuannya bisa mandiri. Beliau ingin anak-anak perempuannya tidak bernasib seperti dirinya di masa itu. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkan hal tersebut, adalah dengan menyekolahkan mereka. Oleh karena itu, mau tidak mau mau, Mbah Rahma harus memutar otak bagaimana caranya ikut menopang keuangan keluarga. Beliau menjadi entrepeneur dadakan tanpa perlu ikut seminar usaha yang jadi tren seperti sekarang.

Dimulai dari toko kecil-kecilan. Tidak. Bukan toko dengan etalase. Tapi hanya satu lemari kaca yang berisi barang-barang jualannya. Selayaknya orang yang berkecimpung di dunia perbisnisan, Mbah pun pernah mengalami kerugian. Beliau pernah ditipu salah satu pembelinya. Entah berapa nominalnya, aku tidak tau.

Tapi, itu tidak langsung menyurutkan Mbah untuk tetap berusaha. Beliau pun berjualan asam. Ya. Asam. Di dekat rumah, ada beberapa pohon asam yang tumbuh bebas dan jumlah buahnya cukup banyak. Kadang berjatuhan malah. Biasanya pagi-pagi setelah Subuh, beliau melakukan ritual yang disebut "nyande' accem", ato jika dibahasa Indonesiakan menjadi memunguti buah asam. Mbah sendiri yang telaten memprosesnya. Mulai dari memisahkan buah asam dari kulitnya, mengulitinya lalu menjemurnya, untuk kemudian ditimbang dan dijual.

Mungkin terdengar sepele ya tentang perdagangan buah asam ini. Tapi lihat. 7 anak-anak Mbah Rahma alhamdulillah sudah sarjana. Ke-enam anaknya diterima jadi PNS. Dan satu anaknya bekerja di Persik Kediri saat ini. Perjuangannya tidak sia-sia. Bahkan terkenang olehku hingga sekarang.

Ya. Itulah mengapa aku sebut dia seorang Kartini yang pernah aku lihat langsung dalam kehidupan nyata. Aku memang tidak tahu hidup macam apa yang akan aku jalani nanti, apalagi setelah menikah misalnya. Tapi. Harapan Mbah Rahma, untuk melihat keturunannya mandiri baik yang perempuan akan aku pegang.

Selamat Hari Kartini untuk para perempuan hebat di Indonesia.. Berdayalah sesuai kemampuanmu! :)

Monday, April 15, 2013

7:57 PM - No comments

Benarkah "Hujan (turun di) Bulan Juni"?

Siapa yang terlebih dahulu peduli tentang turunnya hujan di bulan Juni?
Kamu ya, Dina? Cuman kamu yang peduli?
Ya. Tentu saja. Mungkin hanya aku yang ingin berpusing-pusing mendebatkannya.
Karena dalam celah pemahamanku, hujan itu turun di bulan Desember.
Bukan di bulan Juni, seperti yang dikatakan Sapardi Djoko Damono.

“tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu” 


Namun. Hujan tetaplah hujan. Dia diciptakan Tuhan. Dia turun dengan seenak-Nya Tuhan. Mau Desember seperti yang tersurat dalam lirik Efek Rumah Kaca. Atau di bulan lainnya. Lalu, apa urusannya?

Friday, April 12, 2013

5:25 PM - No comments

The Boring Books Are The Best!

Long boring books are the best. Of course books that you can enjoy and understand also make you happy. But long boring books sometimes don't make sense and you can fall asleep to it or keep reading it even when you don't feel like reading. Like the words are just meaningless letters floating in the air that can keep you off from the real life. When you don't really wanna understand anything but you wanna run to another world. World of meaningless words. (Oknum FS)

Aku sudah jarang meluangkan waktu untuk membaca buku. Iya, yang kumaksud adalah buku. Kalau kegiatan membaca sih sering. Sekedar situs berita onlen, blog-blog tertentu atau kebetulan scrolling satu halaman timeline.

Target buku yang seharusnya ku baca sekarang adalah The Casual Vacancy. Tapi progresnya masih di halaman yang sama sejak tiga bulan lalu. Tragis bukan? Kalau ingin mengeluh dan mengkritik buku itu sebelum khatam membacanya, aku bingung dengan banyaknya tokoh di novel tersebut. Aku juga merasa buku ini terlalu tebal, walo mungkin aku pernah membaca novel yang lebih tebal daripada ini. Oh, Madam Rowling. You spent 6 years to write a very boring book for me!

Dugaannya adalah, mungkin karena aku tidak punya cukup waktu yang memaksaku untuk menyempatkan membacanya. Sebelumnya memang ada buku menarik yang ingin sekali ku baca. Novel Tom Harris yang sudah bertahun-tahun lalu difilmkan. Aku membelinya. Terlalu berlebihan rasanya jika membeli buku, sedangkan masih ada tanggungan buku lain yang menunggu untuk kubaca.

Terkadang. Kupikir orang-orang yang bisa membaca buku dengan waktu seenaknya itu, tak punya beban tanggungan lain selain buku yang dipegangnya. Mungkin mereka tidak direpotkan dengan sesi mengantar Ibu ke pasar, ke sekolah, tak perlu menyapu, tidak memikirkan menu yang akan dibawa sebagai bekal. Aku pun tak tahu. Bisa juga mereka punya motivasi yang kuat. Mereka adalah pengelola waktu yang baik, sehingga masih punya cukup waktu disambi kegiatan lain. Dan komitmen yang tinggi untuk membaca. Atau paling tidak melahap satu buku saja. Wah, aku salut sekali kepada mereka.

Aku memang banyak beban pikiran akhir-akhir ini. Pekerjaanku lumayan sadis akibat lembur hingga malam. Persiapan ada tamu dari Jepang di hari Jumat kemarin. Rencana reuni Sunser yang akan digelar di Bogor awal Juni nanti. Beberapa problematika yang dihadapi teman-temanku yang baru-baru ini ku ketahui. Dan juga, aku sendiri.

Aku bukannya mengeluh. Tidak. Aku tidak ingin seperti itu. Bagiku, hidup jauh lebih baik dengan kesibukan, daripada waktu lowong yang membunuh.  Hanya saja. Ketika memikirkannya, fikiranku benar-benar melayang kemana-mana. Tapi tubuhku tetap di sini.

Duh, semoga kesibukanku ini membawa kebaikan. Dan juga senantiasa diberi semangat, kesempatan serta kesehatan untuk menjalaninya. Amin. :) Aku selalu berusaha sebisa mungkin bersugesti positif setiap hari.

Ya, sudah. Aku ingin minum susu cokelat dingin pagi ini. Selamat berwiken ria para manusia modern!

"Ya. Its true. I'm a boring girl. But I know. I'm the best girl."

Friday, April 5, 2013

7:27 PM - No comments

Intelejen

Mempelajari orang baru, merupakan salah satu kegiatan yang menarik buatku. Menarik dan asyik malah. Selama tidak melibatkan perasaan, kegiatan ini tak pernah dirasa melelahkan.

Hal ini dimaksudkan untuk mempertimbangkan sikap-sikap apa yang sebaiknya aku lakukan  ketika berhadapan dengan orang tersebut.

Mempelajari orang baru tidak hanya ku lakukan sendirian dengan mengandalkan satu kotak kecil lalu menekan "enter". Maksudnya adalah, aku pun butuh bantuan orang lain seperti informasi detail tentang objek orang tersebut. Kenapa detail? Karena detail itu bisa menyempurnakan interpretasi. Dan ya maaf. Aku memang seorang penghayal. Makhluk imjiner sekali. :)

Teman yang ku mintai informasi tadi berkelakar sebagai bentuk responnya kepadaku.

"Ambisimu hampir satu tingkat. Seperti bikin riset setebal disertasi"

Hahaha. Itu lelucon konyol.

Ya. Ya. Ini yang sedang aku lakukan.
Karena terkadang manusia banyak terbunuh begitu saja, akibat rasa penasaran yang tak berkesudahan.