Monday, April 15, 2013

7:57 PM - No comments

Benarkah "Hujan (turun di) Bulan Juni"?

Siapa yang terlebih dahulu peduli tentang turunnya hujan di bulan Juni?
Kamu ya, Dina? Cuman kamu yang peduli?
Ya. Tentu saja. Mungkin hanya aku yang ingin berpusing-pusing mendebatkannya.
Karena dalam celah pemahamanku, hujan itu turun di bulan Desember.
Bukan di bulan Juni, seperti yang dikatakan Sapardi Djoko Damono.

“tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu” 


Namun. Hujan tetaplah hujan. Dia diciptakan Tuhan. Dia turun dengan seenak-Nya Tuhan. Mau Desember seperti yang tersurat dalam lirik Efek Rumah Kaca. Atau di bulan lainnya. Lalu, apa urusannya?

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar