Friday, May 17, 2013

3:46 PM - No comments

20.00-04.00

Setelah semalam tidur dengan setumpuk mood yang kurang bagus. Yang akhirnya terkalahkan dengan ngantuk yang cukup manusiawi. Bangun dengan melihat pagi yang basah karena semalam hujan rindu mencium bumi.

Hey. Hey. Ayo semangat! Sudah puas kan dengan tidur 8 jam? Karena mungkin, di hari-hari biasa, jarang sekali bisa tidur dengan durasi seperti itu.

Hey. Hey. Ayo semangat! Semangat berwiken. Semangat nemenin @gayeih nyariin kado buat Jihan, sepupunya yang mau ultah. Semangat ngurusin reuni untuk korda Surabaya bareng @chitynana. Dan semangat cari charger baru buat 'tab-yang-dipake-rame-rame' ituuuu. *oooh..jadi sedih lagi* :'(

Yaudin deh. Pokoknya semangat aja dulu. Masalah hasil biar jadi urusan belakangan kali yaa.

Ayo semangat! Ada secangkir teh hangat menunggumu!

*Dan Mbok Darsih yang menunggu jamunya untuk dibeli. Hehehe.

Thursday, May 16, 2013

4:38 AM - No comments

Tips Meminum Teh Hijau


Dapet info sederhana dari sini. Cekidut!
  • Biarkan teh hijau sampai larut dalam 10 menit. 
  • Teh hijau mengandung sedikit theine (mirip kafein dalam kopi). Bila Anda ingin mengurangi kadarnya, celupkan teh hijau ke dalam sedikit air panas selama satu menit, buang airnya. Celupkan lagi teh hijau tersebut ke air dalam cangkir yang ingin Anda nikmati. 
  • Jangan mencampur susu dengan teh hijau. Susu dapat menetralisir efek teh hijau. 
  • Hindari meminum teh hijau setelah makan. Teh hijau dapat mengurangi penyerapan zat besi di dalam usus.
*Potonya nyolong dari sini.

Sunday, May 12, 2013

8:35 AM - No comments

Deeply Conversation Part 2

Masih dengan tema sama seperti sebelumnya. Lanjutan dari Deeply Conversation Part 1

Sampai juga pada pembahasan yang mungkin sudah sangat sering dibahas oleh perempuan seumuran kami.

Kak Naimah membagi ceritanya itu ketika ku tanya tentang kisah asmaranya. Sebagai perempuan normal yaa..pastinya lah kami semua ingin berhenti pada suatu dermaga itu. Kak Naimah pernah juga bertemu beberapa. Tapi terkait pertimbangannya, yang menurutku sih wajar. Kenapa sampai saat ini dia belum memutuskan harus berlabuh pada siapa. Keluarganya pun pernah mendesaknya, tapi tidak sampai memaksa juga sih. Hehe.

Aku, Isna'ah dan Kak Naimah sepakat. Kami tidak bisa mentolerir lelaki yang bekerja berkaitan dengan bidang pelayaran. Mungkin karena kami sama-sama memiliki kesamaan. Kami terbiasa mandiri di saat ini. Banyak melakukan aktifitas sendiri. Jadi wajarlah, jika suatu saat kami akan lelah dan butuh penopang. Bukan malah menikah, menemukan hal yang sama saja pada saat masih melajang. Lalu, menikah itu tujuannya apa jika masih saja melakukan ini itu sendiri. Dalam segi umur, Kak Naimah dan Isna'ah sama-sama kompak ingin memiliki pasangan dengan usia yang lebih dewasa. Aku juga. Kami pun termasuk front yang menolak keras menjalin hubungan dengan berondong! Hahaa. Cuman, untuk usia yang sebaya, aku masih bisa mentolerir. Karena kadang bernegoisasi dengan lelaki sebaya terbilang mudah dan malah bisa satu pemikiran. Sayangnya, mereka berdua tidak.

Kak Naimah pun menanyakan kehidupan pribadiku. Ya tidak adil dong jika hanya mereka berdua yang bercerita. Aku pun menceritakan sekilas beberapa orang kandidat yang sempat tereliminasi. Hehe. Aku juga menjelaskan. Untuk kriteria, aku tidak sampai menekan harus bagaimana memang. Tapi ketika satu orang muncul, lalu aku mempelajarinya. Kadang, ada satu kendala dari orang tersebut yang tak bisa aku tolerir. Dan menurutku *lagi-lagi ini penilaian tunggal dariku* aku memang tak bisa melanjutkan ke tahap yang lebih serius. Silahkan katakan aku pilih-pilih. Tapi hargai juga bagaimana ikhtiarku ini memang sebagai pilihan, demi kebaikanku. Menikah bukan karena desakan sosial atau usia. Tidak harus yang sempurna. Bukan melulu dengan label baik dari sekedar tampilan luar. Melainkan yang memang sesuai dengan yang kubutuhkan. Dan semoga itu atas restu Allah.

Kak Naimah sempat melemparkan pertanyaan kepada kami, sampai sejauh mana perempuan harus berikhtiar. Aku tak bisa menjawab. Tapi alasan kenapa perempuan tidak selalu menjadi pihak yang pasif adalah; dunia ini sudah sangat sedemikian kompetitifnya. Banyak sekali lelaki hebat, banyak juga perempuan yang tidak bisa disepelekan entah outer/inner beauty-nya. *ketika berpendapat begini, sepertinya bumi memproklamirkan menjadi planet yang menyeramkan untuk ditinggali ya?* Hahaaa.

Celetukan Isna'ah yang menyebut bahwa sekian orang yang ku eliminasi tadi adalah out put dari pondok pesantren. Ya. Memang benar. Bahkan dari tingkat pendidikan mereka bukan lagi mengejar gelar Sarjana lagi. Ah ya..kata Isna'ah itu juga mungkin pengaruh dari pergaulan kita. Lalu aku juga berpikir. Mereka yang sudah tereleminasi itu..tidak perlu aku khawatirkan dari segi agama. Tapi. Tidak menutup kemungkinan. Jangan-jangan..nanti malah aku dipertemukan dengan orang awam soal agama. Dan aku jadi kerepotan. Haha. Ehh, ehh seorang teman virtual yang chatting di malam itu juga sempat menasehatiku begini: "Kita nggak perlu takut Din sama apa yang kita belum tau". Ya sih bisa jadi. Hehe.

Aku nggak punya konklusi apa-apa. Mungkin setelah malem itu kami akan menjalani hari dengan rangkaian aktifitas seperti biasa. Rutinitas seperti biasanya. Isna'ah dengan kegiatan jual beli tiketn pesawatnya. Kak Naimah bersama murid-murid dan cara uniknya mengajar. Lalu aku. Masih dengan dunia perkertasan. :)

Tapi. Setidaknya. Ada yang melegakan. Ada pemikiran baru tentang hidup yang selanjutnya. :) Ya. Aku masih perlu belajar banyak. Perlu bersyukur lebih sering.

Thats why I love this-unplanned-girls-talk. Maybe you just entrust your problem to their head for a minute. But. Dont you know? When you take it back from them, your problem is easier than firstly you get! :D

*nulisnya sambil liatin Lenka konser. Walo bisanya cuman lewat layar tipi. But I'm enjoying the show! ;)
Dan mengutip dari lirik lagunya yang selalu catchy itu:
"I feel.. I just need someone to say everything's okay."

Saturday, May 11, 2013

6:01 PM - No comments

Deeply Conversation Part 1

Yaaa..gitu deh. Kalo ketemu temen. Aku seneng banget ngobrol. Dengerin cerita mereka. Dan kadang nyelipin kisahku yang sekarang ke mereka.

Topik pembicaraan kami, ya karena kami sudah berumur segini, bukan lagi ngobrolin pelajaran apa yang paling susah. Guru mana yang paling enak ngajarnya. Masa-masa itu sudah lewat. Jadi obrolan kami sedang seputaran kerjaan, kesibukan kami yang sekarang.

Oia. Kalo yang semalem, aku ketemunya bareng temen-temen zaman pondok dulu. Temen-temen seangkatan emang masih dibilang cukup solid lah. Ya selama masih ada kontek yang bisa dihubungi, atau rumah yang bisa dikunjungi.

Sebenernya semalem itu kami ngumpul buat ngebahas reuni. Temen-temen cowo uda pada bubaran. Tapi yang cewe masih tetep nerusin obrolan sampe tengah malem di balkon rumah Isna'ah. Hihi. Dia emang jadi tuan rumah yang baik pada kumpul kali ini.

Sebut saja Naimah. Ya emang itu nama aslinya! Haha. Tapi aku manggil dia pake sebutan kakak. Sebagai penghormatan, karena usianya yang lebih tua. Dari obrolan ngalor ngidur kami yang acakadut itu. Sampailah pada pembahasan masa-masa sulitnya waktu di pondok dulu. Hal yang nggak aku tau! Yap. Itu wajar, karena kami nggak satu geng. *okeh..walo kami seangkatan, jumlah kami sangatlah banyak. Itu yang menjadikan kami punya satu atau dua kelompok temen yang bisa kami percaya* Ternyata kak Naimah mengalami masa kesulitan ekonomi di detik terakhir Niha'ie. Tak dapat dipungkiri. Biaya Niha'ie memang besar, itulah yang juga mendukung kelulusan kami. Sampai-sampai waktu itu, dia sempat berpikir untuk berhenti saja. Agar dia bisa membantu perekonomian keluarganya. Sayang, keluarganya tak mengindahkan keinginannya itu. Beruntung jugalah, Kak Naimah memiliki teman-teman geng yang baik, yang peka dan siap membantu permasalahannya itu tadi.

Pada sesi ini, aku berkali-kali minta maaf karena dulu tidak tahu menahu tentang persoalan yang menimpanya. Baiklah. Tiap orang pasti punya beban dan masalah masing-masing. Yang mungkin tidak perlu di-expose hingga sedemikian rupa.

Balik lagi. Kak Naimah juga bercerita sedikit tentang kuliahnya. Ya. Dia masih menyelesaikan S1 Bahasa Inggris di UT. Lantas tentang pekerjaannya. Dan bagaimana perjuangan dia survive di Surabaya ini. Awal-awal yaa..keadaannya ngenes juga. Ya bayangin dong. Idup di sini tuhh..kalo nggak ada sanak sodara yang bantuin, emang repot. Biaya kos kan lumayan. Belum makan. Belum transport! Yang jadi masalah dan paling boros itu yang terakhir. Kalo tempat tinggal, kak Naimah sempet nebeng sodaranya. Kalo makan sihh, kalo menurutku ya bisa juga lah diirit-iritin. Tapi yang namanya transport. Susah sekali dihemat. Kak Naimah juga uda bosen harus ngerepotin temen ato sodaranya buat ditebengin antar jemput sana sini. Sampe kejadian paling ngenes. Waktu itu dia rencana mau balik ke Madura dari Surabaya. Nunggu di Suramadu, ternyata nggak ada yang bisa jemput. Padahal itu Maghrib-magrib. Jadi ya terpaksa. Atas nama kepepet. Kak Naimah modal kepepet nebeng mobil Ambulance! Haha. Mana itu bekas bawa mayat lagi. Kereeeeen. Aku sampe ngakak nggak percaya.

Itulah..yang bikin dia mikir kepengen punya motor. Mungkin bisa menghemat keuangan. Dan nggak ngerepotin orang lain. Apalagi kalo punya sendiri kan lebih fleksibel dong ya.

Jadi. Tiap dia pamit pergi dari Bangkalan ke Surabaya. Selalu dia minta doa ke Ibu ato sodara-sodaranya. Supaya dia bisa segera punya sepeda motor. *ehhmm..mungkin kalo orang lain bisa aja minta, maksain seenaknya, nuntut ke ortu. Tapi yang diminta kak Naimah hanyalah sebait doa tulus dari keluarganya. Dan itu terjawablah! Akhir taun kemarin, dia pun akhirnya bisa membeli sepeda motor. Walo hasil pinjaman sana sini. Entah bantuan dari sodara dan keluarga dekat lainnya. Tapi itu pastinya sudah harus disyukuri dong ya. Karena begitu mudahnya kak Naimah mendapat bantuan dari mereka. Hmm.. Emang Kak Naimah ini solehah. Walo orangnya rame dan selalu happy, tapi solatnya bagus. Itu sebabnya Allah ngasih jalan buat dia. Ngasih kemudahan. Yang sebelumnya dia harus menjalani hal yang cukup keras dalam hidupnya terlebih dulu.

Aku juga salut waktu dia cerita tentang imbalan dari sedekah yang dia berikan ke seseorang. Bahwa kalo sedekah itu nggak usah nunggu keikhlasan. Ikhlas nggak ikhlas masalah belakangan. Yang penting ngasih aja. Toh ketika orang yang kita kasih bahagia atas pemberian kita, Insya Allah pahala kita uda dicatet. Hehe. Kak Naimah uda kayak Ust. Mansur ajayaaaa. Haha.

Oia. Ada lagi yang kuambil hikmah dari kisah hidup dia. Bagaimana dia begitu tenang kalo lagi nyasar muterin Surabaya. Prinsip dia pas lagi nyasar gitu, cukup tenang, dan nganggep itu suatu pembelajaran kalo nantinya ada keperluan buat ngiterin jalan situ lagi. Yaa..semacem referensi apa kali yaa. Memperluas ilmu jejalanan Surabaya. Hahaaa.

Truuuusss..ada lagi yang menarik. Kak Naimah percaya banget sama apa yang keluar dari alam bawah sadarnya itu bakal terwujud, bakal kejadian beneran. Misalnya nih ya. Dia itu kepengen banget masuk ke Toga Mas Dipenogoro, tapi waktu dan entah faktor lainnya, yang membuat dia selama ini hanya bisa melewati jalannya. Tanpa sempat berkunjung. Ehh, ternyata ada acara kunjungan apalah gitu di sekolah tempat dia ngajar. Akhirnya terwujud, dia berkesempatan ke sana. Dan yang sekarang. Keinginan yang terdetik untuk saat ini. Dia ingin sekali mengajar di sebuah universitas cukup oke di Surabaya. Coba tebak! Dia pengen ngajar di Unair! Haha. Gegaranya dia sering ngiter-ngiter situ. Gile ye.. Padahal sarjana aja belum, uda pengen ngajar mahasiswa aja! :p hahaaa. Tapi pas tidur sebelahan, aku ngeliatin mukanya yang kelelahan itu. Aku mengamini keinginannya. Semua keinginannya supaya terkabulkan. Amiin. :)) Termasuk keinginannya untuk menikah taun ini.

OH YES! Kami membicarakan hal keramat itu juga. :D

OH NO-nya! I hate to write the long story in my blog by using mobile phone. Sering kena limiiiit kalo nulisnya banyaaaak. Aaaaakkk!

Oke. Calm down beybi. I wanna continue this deep conversation at the next post yaaa. :D

Thursday, May 9, 2013

6:40 AM - No comments

Mikirin Kopi, Eh Mikirin Teh


Iyuh. Saya deklarasikan di sini bahwa si aku sangat suka sama teh. Nggak paham asal muasalnya gimana. Apa ini bawaan gen. Entah. Yang pasti sih..Ibu saya suka sekali ngeteh. Pagi-pagi uda ngeteh. Pilek dikit, ngeteh. Ujan-ujan kedinginan, ngeteh. Jadinya aku ketularan sukak deh. Terserah mau teh dengan wangi apa, varian apa, tapi pas Ibu bikin rasanya nggak seberapa manis yang bikin eneg. Rasanya pas-pas aja. Apalagi sekarang, Ibu kan lagi tahap membatasi gula. Jadi rasa tehnya cenderung makin menghambar. Tapi tetep aku minum kok. Nggak peduli sama rasa, aku cuman suka sama teh. Teh yang anget. Dan wangi pastinya. Titik.

Karena nggak pedulian itu. Aku juga suka sama teh ijo yang walo dikasih berapapun skop gula. Tetep lah ya, si ijo ini teteeep berasa pait. Ya sihh, dulu mungkin imbas dari pengen menyempitkan ruang lemak di tubuh. :p Banyak promo tentang manfaat dari nyeduh teh ini. Tapi ya lama-lama, dan bertahun-tahun..tetep suka teh ijo yang jadi menu wajib di pagi hari. Sekarang mungkin alasannya lebih ke kesehatan sih.


Pengetahuan tehku juga nggak banyak kok. Tau-taunya cuman minum teh herbal kayak rosella sama chamomile. Teh celup yang melati yaa pernah lah. Bingung juga kalo disuruh ngebedain teh item sama teh merah. Emang mananya sih yang beda kalo warnanya sama gelap-gelap gitu? Tapi kata temenku, teh kalo dicampur mint ato buah rasanya enak. Aku pernah sih nyampurin teh celup sama potongan stoberi. Yaa enak juga. Manis-manis asem. Tapi yaudalah, nikmatin aja. Hehe.


Dan hari ini. Nggak biasanya aku minum teh ijo siang-siang. Apa pasal? Iyooo, sepagian tadi rela berkorban ngejar sarapan gratisan di Kampoeng Roti. Huahaha! *teteeep lah yaa, pemburu diskooon* Jadi, malem sebelumnya janjian sama Mba Endang dan Mas Sis. Nyobain promo free breakfast di sana. Jelasnya, dengan cuman bayar sepuluh rebu rupiah ala Endonesah..kamu-kamu uda bisa nyemilin roti donat dan ngopi-ngopi sepuasnyaaah! Yup, ini berlaku di jam sarapan cyiiin..dari jam enem sampe jam sepuluh pagi.

Di sana, kita pesen minum. Aku, Mba Endang milih wedang jahe. Mas Sis, Mas Manto pesen kopi susu. Aku ngabisin 3 potong donat seharga tiga rebuan. Mba Endang juga gitu. Kalo Mas Sis malah sadis. Ngabisin 7 biji! Gilak! Laper, apa lagi perbaikan gizi syik?? :p


Eh, eh. Tadi itu juga ada kejadian lucu. Sebelum Mas Sis masuk karna masih markirin motornya. Para pramuniaga di Kampoeng Roti pada bebisik heboh gegara ngeliat kedatangan Mas Sis. Aku sih yaa ngakak dalem ati. Caelaaa, si Mbaa..tau aja yang bening-bening. :p Huhuuuyy! Yaa emang ganteng sih temen kerjaku ini. Awal-awal juga aku sedikit terseponah waktu masuk kerja. Berhubung seiringnya waktu, yauda biasa-biasa aja sihh. Emang ganteng, cuman yaa gitu. Uda bukan hal yang luar biasa lagi. Jadi, intinya..cowo ganteng nggak bakalan awet juga dengan kegantengannya. Pasti ntar ada masa kadaluarsanya jugak. *hlah, ngebahas kadar kegantengan toh inihh?* :D

Okeh. Balik ke yang tadi lagi. Aku emang nggak ngasih kode ke Mas Sis tentang tingkah Mba-mba pramuniaga tersebut. Ehh, tapi dengan hermannya aku. Mas Sis nyempetin muji-muji hyena yang dipake Mba bersangkutan. Wadyaah..Mas Sis nyebutinnya bukan hyena pulak, tapi tato. Yak! TATOO man! Alhaseel, makin terpusi-pusi lah si Mba. Huahahaha. Untuk yang ini aku beneran ngakak. Sampe bikin kenyang. Donat terakhir yang rasanya keju cokelat, dengan penuh perjuangan sekale meludeskannya. Aaakk! Eneg. Dan bikin kenyang. Mungkin perutku semacam nggak terbiasa sarapan pake donat-donat manis gitu. :| Selamet tadi nggak minum kopi, malah bisa bikin kaco perut ntar takutnya.

Dirasa cukup, kita buru-buru balik. Yap! Kita nggak libur hari ini, Mboook. Masih ada kisah kelanjutan deadline kemaren. Selamat ngeteh! Mari, angkat cangkirmu!


Source: depositephotos.com
Ah, iya. Baru nyadar. Hestek iklan dari salah satu produk teh Nasional juga menarik. Mari bicara. Ciyeh.. Segitu angetnya teh, pengen memperbaiki hubungan manusia. *yaiya sihh..itu demi iklan, demi lakunya suatu produk* Tapi walo bagaimanapun..itu kan manusiawi ya. Yang hanya dari seruputan teh, bisa membangun komunikasi yang lebih erat antar manusia.

Wednesday, May 8, 2013

5:54 AM - No comments

Mind(less)

Di antara ke-hectic-an ruang kerja ini, yang notabene para pembuat peta, ngukurin jarak satu kota dengan kota lainnya hanya pake ukuran senti, pengindex, dan tukang ngeprint kayak aku. Uda mulai kebanyakan ngilang kadar konsentrasinya! Huahaha. Eh, bener..deh. Beneran loh!

Kalo temen-temenku mungkin lebih ke verbal. Mereka ngeluh kalo capek, pengen istirahat. Tapi kalo aku? Lebih ke non verbal, langsung ke reaksi motorik. Ya masa' sih, ada 6 lembar kertas A3 sama 3 lembar kertas legal, gagal semua proses printingnya?? Ngaco banget kan?!

Woleeesss, Din.. Woleeeesss aja sihh. Ngehehehe. Sekarang-sekarang ini tetiba ngerasa hampa sejenak *caelaaa* Yaa gemana doong yaa.. Kerjaannyaaa itulooo rempong sebenernya. Tapi nih, aku lagi nggak dapet kerjaan yang paling enggak bisa nampakin lagi sibuuuk lah.. Yakan paling enggak?? *iyoo, pencitraan seeh* Masa' iya jadi tukang operator inet sama ngeprint ajaaa?? Kerjaan resmi sih ada, bikin poster. Poster bunga anggrek. Ehmmm..tapi saya ndak sukaaa. I'm not into it beybeeeh :(

Aku nggak akrab sama dunia per-anggrekan. Nggak pernah punya tanamanannya. Nggak apal jenis-jenisnya, ininya itunya anunya. Apalagi ini garapannya anggrek jenis hibrida. Ishhy! Buta sayaaah. -_- Terutama poster, yang walopun penampakannya emang cuman selembar, tapiiiih..nyari inspirasi desainnya ituh bikiiiiiiin.. Alamaaaakjang! Senior-seniorku gape banget bikinnya. Bisa bagus-bagus gitu. Malah poster-poster yang bertebaran di dunia ayam nih kalah keren! Suwer!

Yaa..terusss mesti pegimaneee duoooongs? Hehe.

Bentar, bentar deh. Saya fokus ngeprint dulu ajah. Ini urgent sekaleee soalnya. Atlas dengan 134 halaman. Dikali 4 eksemplar! Ditunggu hari Sabtu buat dikirim. Jumat pastinya harus kelar dong? Iyaph! Dan taukah? Sebelum diprint itukan mesti dikoreksi dulu perlembar. Makanya, berasa jobless gegara nunggu proses editing yang cukup lama itu.

*sambil nulis ginian ajah, mesin printnya juga kerajinan! Pengen ngeprint sampe 16 lembar muluuuk dahh! -_-" Maunya apa sih kamu cyiiiiin? iye..iye..tau. Print juga manusia. Kalo rewel, bikin repot. Makanya perlu disayang-sayang. Dimanja-manja. Rawrrrrrrrr...

Monday, May 6, 2013

7:33 AM - No comments

Miranda Kerr's Diet Secret

Oh, wow! Luckily I just find what Orlando Bloom's wife diet is like on an average day.

And yes! She spilled her diet secret to us. A typical daily diet if she's home is:

Breakfast:
* Fresh fruit salad with yoghurt and muesli
* 2 x Rye toast with avocado and boiled eggs
* Water with lemon and ginger
* Cup of green tea
Pecans, almonds and walnuts to nibble on for morning tea (sometimes roasted in tamari)

Lunch:
Fresh tuna salad with spelt crispbreads
Water with lemon
Dandelion Tea

Piece of fruit or nuts for afternoon tea.

Dinner:
Either a salmon steak or other fish or Lamb Loin chops or a piece of steak with veges or salad.
She doesnt eat a lot of potato, but she eats heaps of greens and sweet potato and pumpkin roasted.
Cup of Green tea with ginger.
Hope this helps.

Source: Kora Organics.