Monday, July 1, 2013

12:12 AM - No comments

Spasi Lima Jam

Banyak pesan yang ia titipkan pada helai lembaran bulan Juni. Gelisah. Mimpi. Asa yang berkabut. Banyak. Bahkan sekarang, ketika Juni ia tinggalkan, Juli yang sekarang menghampirinya? Pasti sama. Tapi harus lebih dari ini. Lebih membaik. Lebih berarti. Dan lebih-lebih lainnya..

Lalu ia berusaha mengingat-ingat, pesan apa yang sudah ia resapi hingga bibirnya bisa melengkung melawan gravitasi sesiang ini. Apa itu karakter? Apa memang ia yang terlihat sangat berbeda? Apa ya? Hmmm..

Bunyi pesan yang menganjurkannya untuk lebih sering meminta. Benarkah ia terlihat cocok sebagai peminta-minta? Sang pemberi pesan menyebutkan waktu-waktu yang tepat untuk meminta. Sesekali sang pemberi pesan itu meminta juga, tapi apa yang dipinta ia berikan lagi. Sang pemberi pesan tak pernah menandai apa yang dipinta benar-benar hanya untuknya. Ia mengalah. Si pemberi pesan itu seakan-akan telah melakukan hal paling benar baginya.

Bukan lagi lima jam yang ia habiskan.

*Menyelipkan seseorang. Yang hanya mengenali diri, sebatas tanda baca berikut spasi.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar