Saturday, November 16, 2013

6:37 PM - No comments

Apa Yang Terakhir?

Resep terakhir yang dieksperimenkan? Macaroni Schotel. Yes. Berhubung baru aja dapet koleksi unyu nan ungu dari Tupparware, Cosmo Violet. Yang salah satunya, atau dua malah..bisa dipake di microwave. Berhasil? Berhasil sih, tapi kurang sempurna. :p Dikarenakan kurangnya komposisi makaroninya yang timpang dengan pemberian sayur yang berlebihan. Akibatnya, kurang lengket dan sedikit berair. Serius deh. Penambahan sayur itu murni improvisasi. Nggak pake, juga no problemo. Malah yang berhasil itu eksperimen sebelumnya. Yakni, Tom Yam! Sukses bessaaarr! :D

Lagu yang terakhir didenger? Nat King Cole yang LOVE. Aransemen dipadu suara Nat King Cole yang ala taun 60-an, kedengeran lucu. Trus ada lagu Citra Scholastika judulnya Seruan Kebaikan, kayaknya sempet dipake iklan apa gitu. Cucok buat sontrek pagi-pagi supaya cemingit eaaakk. Hehe.

Film terakhir yang ditonton? Thor. Padahal aku belum pernah liat yang pertama, tapi langsung loncat ke sekuel keduanya. Hehe. Suka karakter Loki yang licik dan jenius. Tapi manipulatif, sekaligus rapuh setelah tau ibundanya tewas. Padahal si Loki emang bukan tokoh utama loh ya..malah cenderung antagonis. Di The Avangers apalagi. Tapi dia cukup menarik perhatian. Ditraktir Imam nongtong ini, buat perpisahan seminggu yang lalu, sebelum dia mengangkasa ke Bumi Kinanah sana.

Buku terakhir yang dibaca? Sebenernya The Lost Symbol. Tapi ku tulis Inferno aja ya. Yang terbitannya lebih gres dooong. :p The Lost Symbol kurang menarik. Apa tuh anggota perkumpulan orang penting di Amerika tapi agak sinting. Yes. Freemason. Haha. Sedangkan Inferno, mengangkat tema tentang ancaman overpopulasi disertai karya menakjubkan dari Dante Alighieri, The Divine Comedy. Judul novel Dan Brown terbaru ini memang terinspirasi dari karya Dante tadi, yang terdiri 3 canto/bagian. Dan salah satunya; Inferno itu sendiri, yang berarti Neraka. Seperti yang biasa Dan Brown lakukan terhadap para pembacanya. Setelah membaca buku ini, aku lumayan terhenyak dan sempat mengkaji ulang ide utama dari buku tersebut. Di dalam buku ini sebenarnya tidak ada tokoh antagonis. Tapi pembaca dibuat seolah-olah menunjuk sendiri siapa tokoh jahat yang ada di balik semua ini. Aku aja sempet membaca ulang halaman sebelumnya tentang tokoh yang punya inisial FS-2080. Haah! Penasaran? Silahkan baca sendiri ya! ;)

Dari ke semua itu. Entah ya. Selalu tertarik dengan masa lalu dan jalan pikiran seorang tokoh antagonis. Mungkin dulunya mereka hanya orang biasa, orang normal pada umumnya. Tapi karna keputusasaan, rasa kecewa, ketidakberdayaan, minder, trauma, intimidasi baik dari lingkungan maupun keluarga, yang akhirnya mengarahkan mereka untuk mencari dan menemukan pengalihan atau penyegaran lain agar mereka "dianggap" ada di dunia, eksis, dan kuat untuk melawan. Mungkin dari situ juga, mulai memunculkan sisi jahat mereka hingga dewasa. Entah ya. Ini cuman opini ngasal bin random kok. Hehe.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar