Monday, December 2, 2013

Aku Kamu

Lluvia

Di balkon tanpa kanopi ini, aku mengendap di balik lalang sehelai. Di atasku langit gemerlap. Di depanku gemerisik suara jalanan

Harusnya kita belajar memamah logika. Bukan mengapung dengan labirin kata

Kulempar batu penduga, nyaris tak terdengar nada sela, akankah kulempar sauh untuk berlabuh?

Siang tanpa terik, mungkin akan lebih baik, tapi ini kemarau, hambar terasa bila harus bercanda dengan rinai hujan

Berlindung dari terik di rerimbun pohon atau payung sekalipun bukan untuk lari dari panas, tapi berdamai dengan alam

Pun, mencari solusi dari setiap masalah, juga bukan lari, tapi berdamai dengan hidup

"Kau ingin belajar sabar kan?" Tuturnya dengan senyum basah. "Panas ini, adalah bagian dari kesabaran". tambahnya lagi

"Kurasa ini normal" Selaku. "Atau karena aku berteduh di balik senyummu?" Kau tersipu dan kitapun luruh di bawah payung mentari

2013
*dibuat oleh +Kadarisman Ahmad S.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar