Monday, October 27, 2014

7:04 AM - No comments

Selamat Hari Blogger Nasional 2014.

Ahelah.. Berasa sok momen aja nih ceritanya. Emang hari ini lagi pas aja. Dipas-pasiiin. :p

Sedikit mengisahkan kegelisahan yang menggeliat akhir-akhir ini. Keinginan buat konsis dan rajin ngblog lagi. Sebenernya, ini lagu lama. Dan banyak juga yang mengalaminya. Tapi. Ya anggap saja..kita tiada jenuh untuk usaha. Hehe. Minimal niaaaat laaah.

Ku kasih tau deh si pacar. Tentang aku yang udah jarang nyosmed dan ngblog lagi. Eh diee malah berspekulasi kenapa aku jarng nongol karna udah nggak ada harapan lagi dari sosmed. Secara kan udah nggak single lagi. *alamakjiiing. Respon "karna-udah-nggak-ada- harapan-lagi-di-sosmed", sungguh tak bersopan santun sama sekaleee. Tapi dia tetep nyemangatin, sapa tau dia ngikut rajin nulis juga. Hohooo.

Sebenernya masih tetep nyoret-nyoret, tapi nggak seberapa intens. Dan dipost di blog yang kami jaga kerahasiannya. Aku bilang kami di sini, maksudku, aku dan pacar. Jadi kami punya blog yang dikelola bersama. *heciyee..cuiiitt cuiiitt.

Tapi sekarang, kendalanya adalah hape sudah tidak men-support layanan tumblr. Entah kenapa. Padahal dengan hape menawarkan kemudahan dan kepraktisan ya. Yang masih bisa digunakan itu aplikasi blogger. Oleh karna itu, kemungkinan post terbanyak akan lebih banyak masuk ke blogger. Tidak seperti dulu, yang bisa dipost di dua-duanya secara bersamaan.

Baiklah. Tanpa perlu ditutup dengan sesuatu yang menakjubkan. Cuman ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Blogger Nasional. Terhitung sudah 5 taun menginjak ranah perbloggingan..alias akhir taun 2009, dan masih cupu kala itu. Hehe. Baru intens sekitar taun 2012. Fokus sama tumblr, yang malah baru mulai join pertengahan taun 2011.

Happy Blogging, anyoneee..

Sunday, October 26, 2014

12:11 AM - No comments

Keabsurd-an Raditya Dika

Seharian kemarin, aku baca-baca blog Raditya Dika. Bukan. Aku bukan penggemar garis keras juga. Biasa aja. Tapi, emang timingnya lagi penasaran kali ya. Masa' blogger terkenal sejuta umat, tapi aku belum ngubek-ngubek blognya secara sporadis? Palagi, kalo parameter fanatis bombastis, ditinjau dari seberapa banyak koleksi buku-buku yang dia tulis, dan film-film yang sudah dia mainkan maupun yang disutradara-i. Halah, paling banter liat Malming Miko di tipiiih. Haha. Namatin dua buku terakhir yang dia rilis, itupun juga hasil minjem dari temen.

Dulu. Pernah ditawarin buku-buku dia yang pertama. Tapi waktu itu, aku masih belum dapet "klik"-nya sama apa yang dia tulis. Nggak terkesan gitu  lah. Lalu,waktu berlalu begitu aja. Dan mungkin, gaya kepenulisan dia mulai bisa ku terima, atau mungkin gaya kepenulisannya yang mulai dewasa? Bisa "ngena", gitu yaaa.:D

Kesimpulannya. Gaya komedi dalam tulisannya, yang mungkin sekilas bodoh, bego, atau apalah. Sebenernya mengandung kecerdasan yang nggak biasa, alias butuh perenungan. Itulah, yang ku suka! :) Gampangnya, bisa kita bandingin ketika nonton komedi 'pukul-pukulan' di tipi, dan ngeliat video stand up comedy.

Maka dari itu. Sekarang apa yang di punya Raditya Dika menjadi trend. Rame-rame orang follow twitter dia, baca blognya (eh, blognya duluan keleeus. Ya, aku soalnya follow tuiter dia duluuh. Haha), gaya becanda atau ngetuit ala-ala dia. Berduyun-duyunlah orang ngeblog, bikin buku, mencoba peruntungan sebagai comic, de-es-te. Apa yang dicetuskan Raditya Dika dalam dunia digital sebagai creativepreneur di NKRI, cukup berhasil. Setidaknya, dia sudah membuka lapangan kerja baru dan membuat orang menemukan passion-nya masing-masing. Di blognya, dia juga kadang mencantumkan beberapa project yang sedang dikerjakan.

Karna lagi intens kepo meneliti beliau, alhasil sampe kebawa mimpi semalam. Hiyaaakks. Masa' deh, abis ngobrol ini itu, aku sampe tanya nomer kontak dia. Dan, untungnya nggak pake selfi. Itu cuman MIMPI aja siiihh. :p

Trus pas tadi buka tuiter. Rupanya, dia lagi di esbeye sodaraaaah. Ngisi talkshow di Sutos. Pelatihan nulis gitu. Haiiiihh. Meskipun aku udah daftar onlen di menit-menit terakhir, tetep bikin galau. Bukannya gimana, aku ngerasa kadang udah "kelewat umur" (baca: tua) buat masih ngikut acara begituan. Palagi kalo udah waktunya mepet, males banget mesti keburu. Ih, nggak asik lah pokoknya kalo masih macet-macetan juga.Heuheeuuu.

Jadi, melayanglah satu tiket kesempatan buat dapet ilmu nulis-nulis. Kapan hari juga Dika sempet ke UINSA, udah fix mau dateng bareng temen. Eh, pas waktu itu aku nganterin Ibu kemana gitu. Pas si temen juga ada acara mendadak sama keluarganya. Yasudlaaaaah...

Dan di sinilah, saya. Siang yang panas ini, mandangin leptop. Apdet tulisan. Sambil minum susu Ultra Milk dingin rasa Moka. Endeuuuusss..

Thursday, October 9, 2014

9:19 PM - No comments
Halo, dunia. Lama tak bersapa ria. Kesesakan waktu bersinggungan aktifitas menjadi tak berimbang. Lelah menghinggapi gelap malam. Hingga kadang tergeletak lupa menggosok gigi. Pekerjaan, hubungan dengan manusia lain, bersantai di akhir pekan, kebutuhan fisik yang mesti dipenuhi, bahkan nasib yang sudah diatur oleh-Nya. Semua berangkaian, antri berentetan. Katanya, menulis sebagai terapi healing. Tapi, sudah cukup sampai pada kemarin saja. Ada kenyataan yang mesti dirajut perlahan. Rahasia yang tak lagi bertempat di sana. Bahkan setitik noda pun.