Thursday, September 3, 2015

11:03 PM - 1 comment

CSI Effect

Sungguh amatlah parah, saya baru menyukai serial CSI di umur segini. 15 tan produksi serial ini berjalan, dan belum ada tanda-tanda bakal jadi sesi terakhir ya? Terutama serial CSI Las Vegas yang amat bikin terkesan. Pertama kali liat episode "Blood Drops" yang langsung ngasih efek 'ninju'.

Awal 'mau' liat juga menimbulkan dilema. Karena kalo udah keranjingan, jadi susah move on. Dan bakal bela-belain nyempetin nonton. Inilah efek keranjingan, kelewatan satu episod aja udah kayak gaji dipotong. *untungnya belum pernah ngerasain gaji dipotong, yang ada gaji belum naik aja* Haha.

Ini juga sempet bikin saya engkel-engkelan sama Ebes. Karena beliau mau nonton semacam Natgeo Wild atau Animal Planet. Dan saya ngerasa jatah nonton saya cuman malem saja setelah seharian kerja, itu pun nggak sampe sejam. Dibanding Ebes yang bisa leluasa puas nonton seharian di rumah. 
Jadi saya mulai nyicil nonton dari sesi pertama. Yang mana karena udah abis sesi pertama ini, kadang masih ada tayangan ulangnya secara acak. Entah semau-maunya si channel mau nampilin yang episod berapa. Sempet ngerasa nggak sabar juga kepingin langsung nonton maraton. Terutama episod-episod yang masuk dalam kategori tak terlupakan bagi penggemarnya. Haaa. 

Di yucup hanya menampilkan trailernya saja. Paling banter, pun sekelumit cuplikan gambarnya. Hikss. Sedih. Mau ngoleksi dvdnya, kok ce' emane yo. Wkwkwk. Masih mau usaha donlot, tapi masih cari waktu yang tepat dan juga emang bingung kalo intruksinya rempong. Hrrrr. 
Solusinya? Yaudin, sabar aja tjiiin.. Kita pantengin teroooss nyok!

Dari 3 serial CSI (Las Vegas, Miami, dan New York), mana yang lebih “ngena"? Yang pertamaaaa duooonng! Karena emang pemula, dan juga episod Blood Drops yang saya liat itu punya CSI Las Vegas. Semua karakternya suka! Alur cerita, pemaparannya, temuan bukti yang mengarah ke tersangka sebenarnya, sangat alus dan bikin penasaran hingga berakhir ketagihan! Paling nggak banget ituu..yang New York. Entah, kerasa aneh dan kayak ‘agak’ maksa nemuin bukti atau dugaan. Sekarang CSI New York lagi ngegantiin tayangan CSI Las Vegas yang baru kelar sesi 1. Dan yang New York langsung loncat sesi 9. Ayeeeh..sabar sabar.

Buat tau-taunan: Diantara 3 serial ini, cuman CSI New York yang nggak pernah dapet penghargaan. *sumber: Wiki

Moga abis New York, lanjut Las Vegas lagi yang sesi 2. *nyogok Fox Crime*

Saturday, April 4, 2015

11:24 PM - No comments

Di-Imami Beliau..

Nampaknya perlu diawali dengan "umhh.." sambil berpikir. Sudah ketiga kalinya diimami beliau. Dua sebelumnya di waktu Dhuhur dan Ashar. Masih belum tahu bacaan ngajinya dengan jelas. Maklumlah..yang terdengar hanya bacaan takbir, i'tidal dan salam saja. Bacaan ngajinya masih belum tahu.

Lalu kemarin.. (030415) Beliau mengajak Maghrib bareng..

Di situ lah baru tahu secara langsung..

Entah apa suratnya. Ayat keberapa. Yang penting saat itu merasa: Damai. Sejuk. Dan makin cinta. *abaikan yang terakhir

#ps: Kapan kita jamaah bareng total 5 waktu, Mr. +Kadarisman Ahmad S?

Thursday, March 12, 2015

5:38 AM - No comments

Sebuah Kamis

Berpuasa di saat orang lain tidak puasa, lebih berat ketimbang di berpuasa di bulan Ramadhan. Benar kan?

Sekedar menahan lapar. Sekedar melupakan haus. Yang jam buka puasanya sudah ditentukan. Apa yang dimakan pun sudah tersedia. Tinggal pilih. Masak sendiri, atau beli jadi?

Semudah itulah.. Lalu kenapa kelaparan dan kehausan yang terjadwal perlu dirisaukan?

Wednesday, March 4, 2015

6:27 AM - 2 comments

Surat (Curhat) Cinta Untuk GMS

"YOU ARE HERE FOR A REASON"



Mungkin sesuai dengan hastag barusan yang tertera di sini . Semua yang terjadi pasti ada alasan pendahulunya.

Dear GMS..
Sebuah alasan, yang mengantarkan saya harus nyasar ke GMS adalah gara-gara sebotol minyak biji anggur. Karena memiliki wajah berminyak dan kadang berjerawat, membuat saya merasa perlu punya minyak nabati selain stok minyak zaitun. Malah ada info yang menyebutkan minyak biji anggur lebih berfungsi untuk wajah yang berjerawat ketimbang minyak zaitun. Saya pun ngider-ngider  swalayan yang masih terjangkau dari rumah untuk memburunya. Namun nihil. Minyak seperti itu nampaknya langka untuk kota yang masih dinomerduakan setelah Jakarta. Lalu, kemana lagi saya harus mencari?

Klik sana sini, kemudian ada info yang menyebutkan bahwa GMS menyediakan minyak biji anggur. Dan wilayahnya pun masih terbilang dekat dari tempat tinggal saya. Dengan asumsi, saya bisa menghemat ongkir tentunya. ^_^

Saya pun membaca terms and conditions-nya. Dan yang membuat kening saya berkerut, adalah komitmen GMS dalam usahanya mengurangi sampah. Terutama pada pengemasan atau sebisa mungkin menghindari produk plastik. Saya tertegun. Ini tempat apa sih, kok masih peduli sama hal remeh semacam itu?

Saya baca-baca lagi ketentuan lainnya. Ah, saya pun sadar. GMS bukan sekedar perkara jual produk kosmetik maupun rumah tangga. Bukan melulu soal untung rugi finansial. Tapi tentang apa? SUSTAINABILITY! Ke-ber-lang-su-ngan.

Oke. Saya langsung "dapet" klik sepertinya. Saya pun berselancar ke akun GMS lainnya, baik facebook, twitter bahkan mini blog wordpressnya demi mendapatkan info yang lebih lengkap. Berkirim email untuk diberi pricelist terbaru. Kemudian saya lihat-lihat harganya. Hmm, lumayan mahal juga ternyata jika dibanding produk-produk luaran. Tak lupa saya menceritakan tentang "penemuan" ini kepada calon suami. Biasanya dia cukup antusias terhadap hal-hal yang natural. Saya katakan produk kosmetik GMS semacam The Body Shop tapi ala Indonesia. Tak lupa juga tentang program GMS yaitu Green Family Eco Village. Yang kemudian disambut cengiran. Hehe. ^_^

Ya, kami sama-sama memaklumi bahwa demi keberlangsungan bumi memang perlu komitmen dan kontribusi yang besar, juga sungguh-sungguh. Terutama bagi kami masih bau kencur begini, apalagi kalau bukan materi. Hehe. Wajar lah kalau produk-produk GMS terbilang lebih mahal, karena produksinya masih lingkup kecil dan benar-benar terbuat dari dari bahan alami yang mungkin masih bergantung dengan cuaca serta faktor lainnya. Apalagi jika mempertimbangkan usia kadaluarsanya yang terhitung pendek dibanding dengan produk sintetis luaran yang diproduksi secara besar-besaran. *maaf, kalau kedengaran sok tahu ^_^

Makanya, saya tidak langsung daftar jadi member ataupun membeli produknya dalam skala besar. Mungkin saya coba salah satu produknya saja dulu. Rencananya saya akan order awal bulan ini. Lah, kok ternyata ada Kompetisi Menulis Surat Cinta untuk GMS bersamaan dengan ulang tahun GMS. Saya ikut-ikutan coba ngetik deh.. Siapa tahu beruntung. ^_^

Dear GMS..
Mungkin ini kurang bisa dibilang surat, melainkan curhat atas "penemuan" tak sengaja yang pastinya "beralasan". Saya tidak tahu mesti berekspresi seperti apa. Saya saja belum berkontribusi besar. Hanya sekedar mematikan kran air jika bak mandi telah penuh. Memprint kertas bolak balik untuk sesuatu yang hanya dibaca sekilas.

Tapi GMS..
Mungkin sudah banyak melakukan hal lebih di usianya yang kelima tahun.
Selamat Ulang Tahun GMS! Moga misi penyelamatan buminya semakin banyak didukung dan memberi manfaat.

*ditulis untuk memeriahkan ulang tahun Green Mommy Shooping yang kelima.

Sunday, February 15, 2015

2:50 AM - No comments

TeCaTe

Maklum lagi musim ujan gini, akhirnya kena flu juga. Awalnya suara agak parau, lalu kayak ada lendir di tenggorokan yang minta dikeluarin. Abis itu pilek, dan jadilah batuk. Apalagi kalo maemnya nggak bener, juga kurang istirahat. Klop deh. Pokoknya minum banyakiiiiin, sampe bolak balik kamar mandi. Makannya juga terutama, malah kalo bisa makan yang berkuah aja. Intinya banyakin cairan biar mengencerkan lendir di hidung dan tenggorokan.

Wiken pun diusahain di rumah. Paling banter kemarin kebagian jatah piket dan nganterin cd file ke rumah Bos. Hari Minggu full di rumah, leyeh-leyeh total.

Oia, kemaren sempe juga namatin film PK. Film India yang dibintangi Amir Khan. Bagus laaah, walo masih lebih bagusan 3 Idiots. Temanya menarik. Kali ini temanya tentang agama. Khas nyindirnya pun juga sama kayak 3 Idiots. Kocak, konyol dan memberi pelajaran. Ada bagian yang bikin terharu juga. Pokoknya liat aja dulu, rekomendet coy! Kalo karakter, aku terpesona sama si Jaggu. Ku kira si Jaggu ini pemain baru. Ternyata doi itu Anushka Sharma yang pernah maen di film Rab Ne Bana De Jodi itu. Dan menurutku di dua film ini mukanya beda banget yah?

Gambarnya dicolong dari sini loooh. Dan berikut muka doi waktu di PK ini.

Mukanyaaaaa, walo lebih feminin yang pertama. Tapi aku lebih sukanya yang terakhir loooh. Minimal make up but looking fresh still. Wuwuuu.. Karakternya juga menyenangkan. Asal foto nyomot dari sini.

Dan tadi pagi aku juga baru aja liat Maleficent. Buagoss jugak! Aktingnya Jolie alus dan menakjubkan. Seperti yang sudah-sudah, aku emang selalu tertarik sama latar belakang peran antagonis daripada protagonis. Haha. Bahkan cuman separohnya aja Maleficent jadi jahat. Separoh terakhir dia memperlihatkan ketulusannya ke Aurora. Muka para pemerannya juga uwokeh-wokeh. Dari Sam Rilay, Elle Fanning sebagai Aurora. Dan yang imut imut cantik bin manis, pemeran Maleficent kecil yakni Isabelle Molloy.

Dapet gambarnya dari siniiih.
Wohh, canteeeeknyooo.. Gaun-gaun yang dipake Aurora juga cantik! Jadi postingan ini bertemakan tek-canteeeek!
Cute kan? Gambarnya juga masih dari gugelan ini, haha.

*TeCaTe : Tek Cantek.

Monday, January 26, 2015

Kebangetan!

Momen bengong terjadi, ketika penulisan; nama kota, pulau, danau dll yang kadang ditemukan dalam legenda pada sebuah peta sudah terselesaikan. Tertegun sambil memandang jalanan dari balik jendela.

Teringat, sudah sebulan lebih sehariii aku 'diikat' oleh +Kadarisman Ahmad S . Umh..ya belum seberapa sih memang jika dibanding pasangan lainnya. Apalagi, ikatan ini juga masih belum terlalu kuat untuk menghalalkan interaksi kami.

Kebetulan, adek yang kuliah di PNJ Depok sedang liburan dan baru saja pulang. Kami berbincang banyak, terutama kuliah, bisnis onlinenya yang tersendat dan kegiatan di luar kuliahnya di sana. Hingga sampailah pada topik acara pertunanganku. Dia pun menanyakan dari awal bagaimana proses penyatuan kami hingga sekarang. Aku bercerita blah blah blah. Yang kemudian ditanggapi dengan kesangsian adekku, yang malah ditujukan kepadaku. Iya, justru aku yang  'diragukan' oleh adekku sendiri, untuk hidup bersama +Kadarisman Ahmad S. Haha. Jangan kaget lah..

Dulu juga pernah ada yang bilang begitu, itu dari pihak teman junior +Kadarisman Ahmad S. Tapi, kami tetap begini dan baik-baik saja. Dan semoga hingga nanti selamanya.

Mungkin kepantasannya jika ditilik dari sisi religiusnya, yang mana aku mungkin terlihat 'nggak-ada-alim-alimnya'. Haha. Tapi perlu ku sertakan sedikit, ketika aku sempat melaksanakan sholat Istikharah. Karna pada 'beberapa' sebelum @arissmn, aku memang belum pernah mencoba Istikharah. Itulah, menurut adekku kenapa kok aku 'nggak-ada-alim-alimnya', kali ya. Muehehehe.

Untuk @arissmn, sebelumnya aku juga pernah meminta bantuan teman dalam Istikharah. Hasilnya bagus. Sedangkan aku sendiri, alhamdulillah dapat petunjuk yang baik juga. Yakni berupa ayat-ayat Al-Quran yang salah satunya dijadikan doa untuk mendapatkan pasangan dan keturunan yang bertakwa serta menyejukkan hati. Doa ini termasuk cukup populer lah.. Yakni surat Al-Furqon ayat 74.


Alhamdulillahirobbilalamin.

Di akhir sebelum kami membahas topik lainnya, adekku menyatakan bahwa kami pastinya akan menyeimbangkan satu sama lain. Amiiiin.

Pesan-pesanku semalam, pada obrolan singkat kami di telpon;
- Jaga kesehatan! *eaaak
- Jangan telat makan! *double eaaak, eaaak
- Doakan 'kita'! *wohwowoooh
- Tetep sayang akuuu..
====> BANGET!

*dijawab gitu sama beliau.

Tuesday, January 13, 2015

Mau Nambah Angka

Mencoba mengkhayal tepat di tanggal ini bertahun-tahun lalu. Betapa rempongnya ortu mempersiapkan kelahiran seorang manusia kayak daku ke dunia. Jasa ortu ke kita memang tiada disangkal-sangkal lagi. :(

Satu hari sebelum tanggal ini, dan bertahun-tahun setelah aku lahir. Adek sepupuku, Isa Yudawati pun juga mengalami momen sama. Yoi, dia emang lahir tanggal 13 Januari. Sebenernya masih ada lagi sodara dan keluarga lainnya yang rame-rame lahir di bulan Januari. Asik, bulan ini menjadi bulan keroyokan buat traktiran. Haha. Tapi, jarang malah mau ketemu mereka yang pada lahir di bulan Januari. Traktiran pun tak pernah ada. Kakakku yang juga lahir di bulan ini, malah santai banget kalo lagi ultah. Kecuali taun ini, dia mesti rempong buat ngurus perpanjangan SIM! Sepupu atau ponaan lain yang lahir di Januari ini pun jangan diharapkan nraktir, mereka bisa cebok mandiri aja udah untung.

Maklum, mereka masih pada balita semuanyaaa. Jadi gagal lah semua rencana traktiran. Hahaaaa.

Lalu tentang Yuda ini, tadi tetiba bilang kalo doi ngerasa di umur segini pengen ngejalani tanggal ulang taun dengan biasa-biasa. Malah pengen nikmatin sendiri aja.

Aku cengo lah jadinya. Mungkin..temen-temen Yuda ada rencana bikin surprise.. Yang mungkin juga..udah keendus duluan sama Yuda-nya. Dan doi ngerasa nggak asik lagi, kalik. Umhh..

Ya..aku pun turut mengamininya. Aku juga males hip hip hura tralala kalo lagi ultah. Kalo pun besok ada bancaan sederhana di tempat kerja, itu pun sekedar matuhin 'aturan main' aja. Karena jujur, bulan ini malah pengeluaranku kesedot biaya perpanjangan STNK dan SIM juga. Kalo pingin ngirit, sih ya kepingin banget. Tapi sekali lagi, dunia kerja emang mepet banget hubungannya sama persoalan sosial, hubungan antar manusia. Kalo beda, kita bakal dikucilkan. Ini juga bukan berarti aku nggak jadi diri sendiri, tapi diniatkan untuk berbagi setaun sekali. Dan ketika umur bertambah besok, menurutku merupakan momen yang tepat untuk berbagi.

Yap, yang penting kata Yuda hampir berbarengannya tanggal serta bulan kami lahir merupakan hal lucuuk. Yukk, berbahagia!  :)))))

Thursday, January 8, 2015

Gelombang, Seri Ke Lima Supernova

Menamatkan gelombang, seperti menghabiskan sepotong kebab beku. Gigit, gigit dan gigit lagi. Baru ketagihan ketika sudah tak ada potongan lagi yang tersisa. Dan pada momen itulah saya merasa kehilangan, ingin 'nambah' sepotong lagi. Tapi di samping fakta bahwa saya sudah kekenyangan, tentunya Dee pasti sangat tahu bagaimana memberikan jeda kepada para pembacanya untuk bertahan dengan 'kelaparan'. Atau paling tidak, 'bersabar' dengan kelaparan. Bisa dua tahun seperti yang dilakukan setelah menyelesaikan Partikel. Atau malah lebih dari itu, bertahun-tahun sebelum Partikel 'lahir'.

Kok saya jadi kedengaran kayak Sarvara ya? Haha. Disebutkan Sarvara yang lihai adalah oang-orang yang paling sabar, bla..bla..bla, yang akan rela menunggu lama demi mendapatkan momen terbaik menyerang lawannya. (hlm 397)

Merupakan Supernova terlambat yang saya baca dari sekian serial Supernova sebelumnya. Acara akhir tahun yang indah, dan liburan awal tahun yang melenakan hingga saya melupakan buku ini. Walau saya sangat percaya Dee jarang sekali mengecewakan pembacanya, tapi bagian awal dari buku ini belum menarik saya sepenuhnya untuk duduk dan menikmatinya hingga habis.

Dimulai dengan sambungan cerita tentang pencarian Gio yang belum juga membuahkan hasil. Diva masih saja belum ditemukan. Bahkan sebelum membawa keputuasaanya untuk kembali ke Jakarta, Gio didatangi seseorang yang memberinya penjelasan tentang empat batu yang ia simpan. Batu-batu yang mempresentasikan orang-orang yang mesti Gio temukan.

Thomas Alfa Edison Sagala, adalah nama tokoh selanjutnya pada Supernova kelima. Dilahirkan dalam lingkup kesukuan Indonesia yang terkenal kental dengan nuansa adat. Sianjur Mula Mula sebagai awal cikal bakal suku Batak serta apa yang mereka percaya. Alfa pun tak lepas dari sebuah ritual yang malah membawanya pada keistimewaan yang tak biasa. Tidur bukan untuk menjaga kebugaran, tidur tidak sekedar mempertahankan keawetmudaan. Tapi tidur baginya, adalah kegiatan yang salah. Mimpi yang dihasilkan akan memberi pengalaman gelap yang menyakitkan. Tidur pun hal yang dihindarinya. Masihkah kita melupakan betapa nikmatnya tidur nyenyak di malam hari, tanpa kekhawatiran akan ada yang membunuh kita sebelum terbangun?

Itulah alasan, mengapa Alfa mengiyakan pekerjaan yang membuatnya selalu terjaga. Di luar ia ingin membayar hutang Bapaknya pada saat mengirimnya ke Amerika, atau mewujudkan impian Amanguda  Hoboken untuk pulang ke Indonesia bertemu pohon Andaliman serta memakamkan abu Inangudanya.

Obsesi Bapak Alfa pada gelar dan kesuksesan, berimbas pada nama-nama tokoh yang ia sematkan pada nama anak-anaknya. Mungkin agak janggal di Indonesia, jika ada orang bernama Sir Issac Newton. Tapi menjadi biasa malah cenderung kocak, ketika nama penemu Gravitasi tersebut diplesetkan menjadi Uton, atau Albert Einstein menjadi Eten. Dee memang jenius sekaligus jenaka dalam pemberian nama tokoh.

Merantau yang menjadi ciri khas pada hampir setiap suku di Indonesia, tak lepas dari kisah hidup Alfa. Bekerja keras dan mencoba peruntungan di daerah lain, atau bahkan negara lain. Di singgung pula tentang kehidupan keras kawanan gangster Hoboken yang terus berperang satu sama lain memperebutkan kekuasaan. Juga tempat yang dijadikan persinggahan banyak keluarga imigran gelap, yang malah lebih mengkhawatirkan inspeksi petugas imigrasi ketimbang polisi narkotik.

Hingga pada Alfa sukses mendapatkan beasiswa, menyelesaikan kuliahnya dan bekerja, alur cerita masih terasa kuat. Namun ketika memasuki pencarian tentang "keistimewaan menakutkan" yang dimiliki dirinya, yang menjadi poin utama buku ini malah terasa lemah.  Seperti kabut tipis yang menghalangi nikmatnya buku ini.

Baru pada saat keputusannya untuk pulang tiba-tiba ke Indonesia, alarm berdenyut yang memperingatkan tentang seseorang di pesawat. Entah itu Infiltran maupun Sarvara. Adalah penutup yang memberikan ketegangan seperti menonton film 'thriller' di bioskop.  Sayang hanya sebentar. Tak bisa ditemukan jawabannya, kecuali kita harus sabar menunggu buku selanjutnya.

Namun di antara semua kehidupan yang dijalani Alfa, terutama ketika di Amerika. Saya malah tertarik pada biji Andaliman, yang harus pertama kali diselamatkan oleh orang Batak  ketika ada kebakaran maupun bencana alam di tanah perantauan. Sekalipun itu tinggal segenggam saja. Jujur, saya jadi penasaran dengan biji ini. Yang bentuknya menyerupai merica hitam, dan konon dapat menyulap semua makanan menjadi masakan Batak. (hlm146)

Bisa segitunya orang Batak melindungi biji Andaliman dengan nyawanya? Wow!

Banyak ungkapan, maupun dialog dalam Bahasa Inggris pada buku ini. Namun Dee memlih untuk tidak menerjemahkannya. Mungkin menimbang bahwa bahasa tersebut sudah bukan bahasa baru lagi yang harus diterjemahkan satu persatu, juga menganggap tingkat intelektualitas pembacanya sudah mampu memahami secara tekstual. Catatan-catatan kaki yang juga sangat membantu memahami istilah medis, bahasa "slank" ala New Yorker, selipan bahasa daerah Batak maupun bahasa-bahasa negara lain. Seakan-akan menguatkan bahwa buku ini benar-benar dibuat serius, tidak setengah-setengah.

Nama Buku: Gelombang
Penulis: Dee Lestari
Penerbit: PT. Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 482 halaman

Friday, January 2, 2015

7:00 PM - No comments

Blusukan Bersama Buku

Nggak ada niat mau keluar seharian ini. Malah ada instruksi nganter Dedek Hanip ke rumah kakak di Manyar. Jadi setelah Jumatan, cus menuju Manyar. Abis nganter, kuarahin motor ke tobu Rumah Buku Surabaya di Jalan Ngagel.

Parkirannya luaaaass, di depan tokonya "berserakan" buku-buku diskonan. Tapi males ubek-ubek, karna posisi tobunya menghadap ke barat. Akibatnya panaaas. Dan ternyata, di dalem pun fanaaass. Bgt! Di dalem tersedia kipas angin sih, tapi nggak ngaruh keknya. :( Makanya bikin nggak betah lama-lama. Mana sepi pengunjung. Mungkin malah aku aja, pengunjung satu-satunya. Buku-bukunya yaaa..gitu-gitu aja. Kebanyakan cuman ku bolak-balik, trus ku tinggal. Apalagi bukunya bersegel semua, nggak ada sampel samsek. Makanya nggak bisa ngintip isi bukunya. Huuuh.

Karena udah mati gaya di sana, langsung cepet-cepet keluar. Nggak kuat panasnya. Sampe parkir pun, kerasa auuuss banget. Aku buru-buru minum air mineral di motor. Glek. Glek. Nggak nyadar ada yang merhatiin. Mas-mas yang markirin motornya sebelahku, nyeletuk karena terpana ngeliat aku nikmat banget minumnya. Hehe. Serius sumuk beneeeer di dalem sanaaa. Rumah Buku bikin nggak seru lagi dimaenin untuk kedua kalinya. >_<

Masih belum sore banget, blusukan bukunya kulanjutin lagi. Masih di jalan yang sama, aku berhenti di depan Tobu Uranus. Nampaknya aku punya feeling meyakinkan untuk Tobu satu ini. Yah..paling nggak masih lebih asik daripada Tobu sebelumnya. Hehe. Ternyata beneran iya. Walo di dalem nggak ada pendingin ruangan, tapi terdapat beberapa kipas angin yang cukup menyejukkan. Mau keliling lama-lama, asik-asik aja. Muterin stand bukunya pelan-pelan.

Bangunannya terdiri tiga lantai. Lantai pertama terisi buku-buku novel dan populer, juga alat tulis. Lantai kedua terisi buku-buku pelajaran. Dan lantai ketiga yang paling ku suka! Beda dengan Rumah Buku yang meletakkan buku-buku diskonannya secara outdoor, di Uranus nggak usah takut kepanasan. Jadi bikin nggak males deh mau pilah pilih buku.

Selain ituuu, banyak sekali buku dengan harga miring. Kisaran 5 ribu hingga 20 ribu rupiah sahajaaa. Aaaaakk. Langsung borooong 3 biji. Hohooo. Kenapa ya..jadi mulai mengurangi bacaan novel. Malah beli buku-buku begituuu. Ini emang pertanda ingin menumbuhkan kematangan dan persiapan kedewasaan untuk menikah. Huyuuuhh. Colek @arissmn ahh. :3

Ini penampakan buku-bukunya..


Lumayyaaaan..jadi punya referensi tobu di esbeyeh. Selain gramed, gunung agung atopun toga mas. Tapi tetep, Toga Mas lah yang masih favorit! :))