Wednesday, April 20, 2016

Jika Kamu Perempuan, dan Ditanya

Kalau ditanya kapan menjadi seutuhnya seorang Perempuan?

Mungkin lebih terasa di depan mata setelah ada lelaki yang mengucapkan ijab kabul untukku. Menjadi seorang istri, membuatku merasa sebagai perempuan yang utuh.

Lalu proses menyandang gelar istri ini, akan mengantarkan kita pada satu gelar terhormat lainnya. Sebagai seorang Ibu.

Aku tak mendebat, soal kamu masih lajang. Belum mau menikah. Masih banyak hal yang ingin dilakukan. Mau meningkatkan tingkat pendidikan. Mau memperluas kesempatan berkarir. Berbagai pilihan yang dipilih akan selalu dikatakan benar dan patut dihargai. Mungkin ada satu di waktu dulu aku juga lebih memikirkan hal-hal yang sifatnya pribadi seperti di atas.

Tapi kali ini, berbeda. Tak bisa disimpelkan segampang itu. Karena keputusan haruslah kesepakatan dua orang. Bukan lagi seorang yang sepenuhnya punya kontrol atas dirinya. Keinginan-keinginan pribadi pun akan bergeser menjadi kepentingan dengan lingkup berdua atau malah lebih luas.

Dua gelar tadi bukan sekedar sebutan dari suami atau anak-anak kelak. Tapi akan banyak ibadah dan hal-hal yang perlu diupayakan serta diperjuangkan. Terasa seperti itu.

Maka, di luar dua gelar tersebut apa yang akan dilakukan? Mungkin akan tetap menulis secara random dengan waktu yang juga takkan tentu. Sebagai penyeimbang atau pelengkap dari dua gelar mulia ini. Dan semoga dalam berproses dengan dua gelar ini, akan ditemukan arahnya secara tematis. Karena sudah hampir mendekati kecendrungan yang diminati akhir pekan lalu di Malang.


0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar