Friday, April 8, 2016

Tentang Trimester Pertama

Cuman pengen ngedokumentasiin apa-apa yang terjadi selama trimester pertama. Walau mungkin suram, tapi karena pengalaman pertama hamil, pastilah punya kesan tersendiri. Ini nggak terpoin perminggu, melainkan secara acak aja deh. Lupa lupa inget juga kalo mesti dirinci perminggu.

Sejak melihat garis dua minus pada testpack. Mulai lah berancang-ancang ini itu demi bayi dan kehamilan yang sehat. Misaaal, rajin beribadah, olahraga ringan, melakukan aktifitas yang bisa merangsang otak bayi, juga memakan makanan sehat. Tapi benarkah seperti itu? Benarkah sesuai rencana?

Ibadah
Shalat malam dan tilawah di awal baru tahu hamil, dijalankan dengan gigih. Terkadang seperti alarm tubuh yang secara alami terbangun dini hari. Sempat khatam di minggu ke 9. Tapi setelah itu..abu-abu. Bangun pagi terasa tak bertenaga. Bahkan pernah shalat dengan posisi duduk, karena tidak kuat berdiri sempurna. Mengaji pun sempat berhenti, karena tak kuat jika harus bersuara. Mengaji dalam hati rasanya kurang plong. Jadi sempat terhenti beberapa minggu. Yah, padahal hamil menjadi momen tepat untuk lebih dekat kepada Allah. Saat itu yang bisa dilakukan hanya berdoa, supaya keadaannya kembali normal.

Olahraga
Minggu-minggu awal hamil, masih bisa jalan kaki sepanjang gang rumah di pagi hari. Tapi karena lemas, juga pola tidur yang kacau, waktu pun jadi molor. Dan hilanglah hasrat untuk menghirup udara segar di luar. Adanya bersembunyi di kamar. Hanya keluar ketika bekerja saja, berangkat kerja pun seringnya agak telat dari biasanya. Karena memang tak sebebas seperti biasa dalam beraktivitas. Lemaaass sekali. Terkadang ada satu hari pada beberapa minggu, yang ijin tidak masuk kerja.

Aktifitas pendukung
Seperti ngisi-ngisi tts. Tapi itu nggak lama. Karena kurang greget sama males juga. Hahaii.

Makanan sehat
Pas awal emang gigih mau makan sehat. Sempet bikin tumisan bawang putih dan bayam kukus. Memperbanyak asam folat. Lalu kemudian era eneg dimulai, langsung traumaaa makan bayam kukus. Hiyeks. :(

Ngidam
Sempat kepikiran dengan bakdabak. Feuh. Ini sih walo nggak hamil pun pasti mau mau dong yaa. Apa bakdabak? Makanan bertepung yang dicampur ikan terus digoreng. Rasanya gurih dan kenyel-kenyel seru. Biasanya dicocol dengan sambel petis dan tomat. Tidak ditemukan di tempat lain, melainkan hanya di Prenduan sana. Ya, ini jajanan waktu di Pondok dulu. Secara teknis mirip pempek. Tapi walaupun makan pempek pun tak tergantikan loh. Pernah juga nyobain cireng sebagai tombo ganti. Nasibnya sama seperti pempek. Heuu. Akhirnya iseng-iseng cari di Instagram, di dunia serba cyber gini apa sih yang nggak dijual? Haha. Dan ketemu beneran, yes! Lokasinya di Malang, langsung deh ngubungi suami demi tuntasnya kengidaman sang istri. Rupanya yang jual juga masih adek angkatan suami. Alhamdulillah, suami beli adonannya untuk dibawa ke rumah.

Dan hal-hal random terjadi ketika Trimester Pertama Hamil:
  • Pernah mimpi betapa maknyusnya Bubur Kepiting yang dijual salah satu resto di Bali.
  • Mulai sembuh eneg dan nafsu makan di saat suami udah bawakan bakdabak. Sebenernya bukan karena bakdabaknya sih, tapi timingnya emang udah berlalu. Terus juga sempet nyambangi adek yang mondok, kita bawakan makanan buatnya. Aku ikutan ngicipiin. Trus juga nyeruputin es Dawet Jepara. Rasanya segeeer, gula merahnya enaaak banget.
  • Sempet mbliyur dan nyaris pingsan waktu antar Ibu ke pasar.
  • Ngebis ke Malang karena ada panggilan interview. Siap amunisi roti coklat dan susu uht.
  • Mual kalo cium aroma tumisan bawang goreng. Padahal malah suka laper dulu-dulunya kalo udah kecium tumisan bawang goreng.
  • Nggak suka makanan pedas, dan nggak selera sama makanan asin gurih. Padahal kaaan?
  • Doyan baca buku kriminal atau yang agak horor. Ini semacam obat pengalih eneg, selain tidur.
  • Kena sembelit dan muka jerawataaan!
  • Karena eneg dan nggak nafsu makan sekitar sebulanan lebih, bb turun 3 kilo. Uwow!
  • Kepengen makan nasi pecel dengan telur dadar tebel.
  • Nggak lupa juga. Kepikiran sama sayur daun kelor alias "gengan maronggih kella konce", nase' bukbuk, juko' paes atau palappa rojek (ikan laut brengkes atau bumbu rujak) dan sambel petis mix timun tomat. Pokoknya kepingin makan ala Maduraan yang sederhana itu.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar