Thursday, March 30, 2017

[Review Buku] Matilda-Roald Dahl



Judul Buku : Matilda
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia, Jakarta, 1991
Tebal : 264 halaman

Bersyukur sekali bisa mendapatkan buku Matilda versi cover warna cokelat, yang berbeda dengan cover versi boxset. Karena yang cover cokelat ini lebih lawas dan susah dicari. Meski ilustratornya tetaplah sama, Quentin Blake.

Lebih tahu filmnya dulu malah, ketimbang bukunya. Dua-duanya sama-sama bagus dan memberi kesan.

Sesuai dengan judul dari buku ini, menceritakan gadis kecil bernama Matilda. Anak dari keluarga  Wormwood. Tapi Mr. Wormwood dan istrinya tergolong orang tua yang acuh kepada Matilda, mereka lebih mempedulikan kakak sulungnya yang bernama Michael. Malah orangtuanya  menganggap Matilda sebagai anak yang mengganggu. Padahal Matilda tergolong anak yang sangat pintar. Kenapa bisa dibilang begitu? Pada usia 3 tahun. Matilda sudah bisa membaca. Ia belajar sendiri tanpa bantuan orang tuanya. Di umurnya yang ke 4, kemampuan membacanya sudah lancar.

Karena orangtuanya tidak mau membelikan Matilda buku, untuk memuaskan dahaga membacanya, ia berkunjung ke perpustakaan umum di desanya. Di sana ia dibantu oleh Mrs. Phelps dalam mendapatkan buku bacaan. Yang awalnya hanyalah buku-buku anak dan ternyata langsung dilahap habis oleh Matilda! Lalu merambah pada buku-buku karangan pengarang besar seperti Charles Dickens, Ernest Hemingway, Jane Austen dan lain-lain.

Di usia yang termasuk terlambat, 5 setengah tahun, Matilda mulai disekolahkan oleh orang tuanya. Mengapa terlambat? Karena anak lain sudah bersekolah sejak umur 5 tahun bahkan kurang. Di sana ia bertemu banyak sekali teman, juga guru wali kelasnya yang cantik bernama Miss Honey. Di hari pertamanya bersekolah, Matilda telah membuat Miss Honey takjub akan kemampuan berhitung dan mengejanya yang melebihi anak-anak lain seusianya. Di sekolah tersebut juga dipimpin oleh Kepala Sekolah yang kejam, bernama Miss Trunchbull. Ia tidak suka pada anak kecil dan sering mengejutkan para muridnya dengan hukuman dan alat penyiksaan yang sangat mengerikan. Tapi bukan Matilda, kalau tidak menggunakan kemampuan rahasianya demi menyelamatkan nasib teman-temannya yang bersekolah di sana, serta seseorang yang waktu demi waktu mulai ia sayangi melebihi kedua orangtuanya sendiri.

Buku ini lucu dan sangat menarik! Dan namanya juga buku anak-anak, tak mungkin kalau tidak aneh dan ajaib. Bagaimana bisa anak sekecil Matilda, mampu mengerjai orangtuanya yang begitu menyebalkan seperti Mr. Wormwood. Apalagi terhadap Miss Trunchbull yang jahat. Tentunya ini hanya khayalan menyenangkan yang ada dalam benak anak-anak ketika mereka sedang mengalami emosi yang negatif. Lalu ditransfer dengan piawai oleh Roald Dahl ke dalam buku ini.

Juga ada kritik untuk orangtua yang ditampilkan oleh Mr. dan Mrs. Wormwood, contohnya tentang kesukaan menonton TV. Makan bersama tetapi tidak di meja makan. Hanya menyediakan makanan cepat saji atau instan untuk anak-anaknya di rumah. Tidak memahami emosi dan kemampuan anak. Meninggalkan anak sendirian di rumah dengan kegiatan yang belum tentu berguna.

Walau banyak sekali ditemukan umpatan dan serapah yang cukup aneh bila didengar. Tapi kalaupun tidak diterjemahkan, sepertinya tidak cukup pantas untuk dibaca anak-anak. Minus kecil ini pun seluruhnya ditutupi dengan endingnya yang sempurna, suka sekali!

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar